Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Saat PD Permasalahkan Pertemuan Kepala BIN dan Gubernur Papua

Kepala BIN disebut bertemu Gubernur Papua

Kepala BIN disebut bertemu Gubernur Papua. (RMOL.co)

Anekainfounik.net. Partai Demokrat menyebut ada isu lain selain Perppu Ormas yang dibahas SBY dan Presiden Jokowi dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/10/2017).

Dilansir anekainfounik.net dari Tempo.co, isu tersebut terkait dengan pertemuan antara Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan dan Gubernur Papua Lukas Enembe. Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin, Wakabareskrim Brigadir Jenderal Antam Novambar, dan Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw.

Dalam pertemuan itu, disebutkan Budi Gunawan meminta Lukas menandatangani 16 poin perjanjian. Dalam dua poin terakhir, Lukas diminta “mengamankan” Jokowi dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019. Lukas juga diminta berpasangan dengan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw dalam pemilihan kepala daerah Papua 2018.

Sementara RMOL.co memberitakan Lukas Enembe hanya menyatakan keberatan terhadap poin terakhir yaitu “mengamankan” PDIP di Papua pada Pemilu 2019. Apalagi, dirinya adalah Ketua DPD Partai Demokrat di Papua. Namun, akhirnya Lukas bersedia menandatangani kertas yang disodorkan oleh Budi Gunawan.

Media online yang selama ini berseberangan dengan pemerintahan Jokowi tersebut juga menyebut Tito Karnavian dan Paulus Waterpauw menyusul di tengah pertemuan.

Setelah kedatangan mereka, Kepala BIN menyampaikan kepada Lukas Enembe bahwa Lukas berpasangan dengan Paulus Waterpauw pada Pilkada Papua tahun 2018. Diklaim, perintah itu sesuai amanat Presiden Jokowi.

Tak sampai di situ, sekitar 15 menit kemudian hadir pula pimpinan Bareskrim Mabes Polri dalam pertemuan. Lalu, Kapolri memerintahkan anak buahnya agar semua proses hukum yang sedang terjadi atas Lukas Enembe dihentikan.

Sebelum bertemu dengan Budi Gunawan, Lukas dipanggil Mabes Polri sehubungan dengan dugaan korupsi anggaran Provinsi Papua 2013-2016 pada Senin, 4 September 2017.

Pihak istana memang tidak bicara soal adanya pertemuan ini. Informasi justru datang dari pihak SBY di Partai Demokrat.

“Kejadian kasus Gubernur Papua Lukas Enembe yang diduga menerima tekanan dari pimpinan tertinggi BIN terkait Pilkada Papua diminta agar menjadi perhatian serius Presiden,” kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/10/2017), dilansir dari Kompas.com.

SBY, kata Hinca, mengingatkan Presiden Jokowi agar memandang serius faktor proporsionalitas dan profesionalitas para penegak hukum. Jangan sampai ada aparat penegak hukum yang menggunakan posisinya untuk melakukan tekanan karena faktor politik.

“Partai Demokrat meminta hukum jangan dipolitisasi,” ucap Hinca.

Menurut Hinca, Presiden Jokowi merespon pesan SBY dengan baik dan berjanji akan mencari tahu lebih jauh serta memastikan hal-hal serupa itu tidak dikembangkan ke depan.

Gubernur Papua Lukas Enembe adalah kader Demokrat. Ia bahkan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat di Papua.

Sejak kabar pertemuan Lukas dan Budi Gunawan mencuat, Demokrat langsung membentuk tim untuk menginvestigasi pertemuan tersebut. Tim dipimpin kader Demokrat yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman.

Menurut Benny, pertemuan itu terjadi di Jakarta pada 5 September 2017.

“Ada yang mengatakan pertemuan itu hanya membahas permasalahan keamanan di Provinsi Papua, ada yang mengatakan bahwa pertemuan tersebut justru membahas permasalahan politik khususnya berkaitan dengan Pemilihan Gubernur Papua tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019 mendatang,” kata Benny dalam keterangan tertulisnya, 18 September lalu.

Jika pertemuan itu hanya membahas perkembangan situasi keamanan di Papua, kata Benny, maka Partai Demokrat berpendapat bahwa tidak ada yang salah dari pertemuan tersebut.

Namun, jika yang dibahas adalah urusan Pemilihan Gubernur tahun 2018 atau pemilu 2019, maka Partai Demokrat berpandangan bahwa telah terjadi skandal besar, karena ada pelanggaran terhadap UU Pemilu dan UU tentang Badan Intelijen Negara.

“Lagi-lagi kalau hal itu sungguh terjadi, terjadi pula penyalahgunaan wewenang oleh BIN sebagai lembaga negara yang seharusnya netral dalam Pemilu dan Pemilukada,” ucap Benny.

Benny menambahkan, Partai Demokrat tidak ingin salah dalam mengambil kesimpulan. Partai Demokrat juga tidak senang jika informasi yang beredar tersebut adalah “hoax” dan tidak mengandungi kebenaran, serta merupakan fitnah terhadap Kabin Jenderal (Pol) Budi Gunawan.

Untuk itu, meskipun telah memiliki informasi yang cukup dari berbagai sumber, Demokrat tetap membentuk Tim Investigasi dengan tugas menelusuri, menggali dan mengungkapkan fakta dan kebenaran.

Dari hasil komunikasi yang dilakukan secara internal ke Lukas, menurut Benny, dapat disimpulkan bahwa Lukas perlu mendapatkan perlindungan atas keamanan dan keselamatan pribadinya.

Oleh karena itu, Partai Demokrat memohon kepada Negara dan Pemerintah, utamanya Aparat Keamanan, untuk memberikan perlindungan kepada Lukas Enembe agar keamanan dan keselamatan pribadinya terjaga.

“Kami tidak menginginkan isu panas ini, termasuk isu keamanan dan keselamatan Lukas Enembe, membuat situasi politik, sosial dan keamanan di Papua terganggu,” ucap Benny.

Saat dikonfirmasi pada Minggu (29/10/2017) pagi ini, Juru Bicara Partai Demokrat Imelda Sari mengaku belum mengetahui apakah sudah ada hasil investigasi yang dipimpin oleh Benny. Sementara Benny belum menjawab panggilan telepon.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: