Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Soal ‘Revolusi Putih’ Prabowo, Fadli Bantah Jadi Komisaris PT Susu Nusantara

Waketum Gerindra, Fadli Zon

Waketum Gerindra, Fadli Zon

Anekainfounik.net. Ketum Gerindra Prabowo Subianto mengusulkan gerakan ‘Revolusi Putih’ kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. Program Revolusi Putih diharapkan bisa masuk APBD DKI 2018. Bentuknya adalah membagi-bagikan susu gratis untuk siswa-siswa sekolah dengan tujuan peningkatan gizi. Kata ‘putih’ di Revolusi Putih merepresentasikan warna susu yang umumnya putih.

Namun gerakan ini dikaitkan dengan isu Waketum Gerindra, Fadli Zon, menjabat komisaris di PT Susu Nusantara, yang disebut-sebut salah satu perusahaan milik Prabowo dan adiknya, Hashim Djojohadikusumo, seperti yang beredar di media sosial.

Saat dikonfirmasi, Fadli Zon membantah isu tersebut.

Oh dulu itu,” kata Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/10/2017), dilansir anekainfounik.net dari Kumparan.com.

Fadli membenarkan pernah menjadi bagian dari PT Susu Nusantara. Namun dia menegaskan perusahaan itu tak ada kaitannya dengan Partai Gerindra.

“Tidak ada aktivitas, waktu itu aktivitasnya setahun apa dua tahun ya, belum ada Partai Gerindra lah,” kata Fadli.

Lebih jauh, Fadli menerangkan soal Revolusi Putih yang gasannya dimulai sejak dirinya aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Medio tahun 2005-2006, Revolusi Putih mulai dicanangkan dengan mencontoh India.

“Jadi kajian-kajian awalnya itu di HKTI, sehingga Pak Prabowo menggagas sewaktu beliau menjadi ketum HKTI. Belum ada Partai Gerindra, belum lahir. Ini gagasan Pak Prabowo sudah lama juga, tentu saja mengikuti apa yang terjadi di negara-negara lain sehingga Revolusi Putih menurut saya diperlukan karena intake untuk susu ini sangat mempengaruhi pertumbuhan otak, terutama pada anak-anak,” papar Fadli.

Fadli Zon juga membalas kritik Menkes Nila F Moeloek serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal gerakan ‘Revolusi Putih’ tersebut.

“Seharusnya Menteri Kesehatan atau Menteri Kelautan dan Perikanan tidak membenturkan konsumsi susu dengan konsumsi ikan. Apalagi usulan gagasan Revolusi Putih kepada Gubernur DKI Jakarta itu ditujukan untuk perbaikan gizi anak-anak di DKI, bukan untuk 250 juta penduduk Indonesia,” ujar Fadli.

“Sehingga membenturkan konsumsi susu dengan produksi sapi nasional yang kecil adalah pernyataan yang sangat menggelikan. Tidak sepadan. Pernyataan itu sebenarnya justru mempermalukan pemerintah sendiri,” sambung Fadli.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: