Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pro Pengusaha, Anies Tetapkan UMP DKI 2018 Rp 3,648 Juta

Anies Baswedan saat menerima aduan warga

Anies Baswedan saat menerima aduan warga. (Tirto.id)

Anekainfounik.net. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih untuk mengikuti usulan pengusaha dalam menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta 2017, yakni sebesar Rp 3.648.035. Sebagai informasi, angka UMP yang diusulkan unsur serikat pekerja kepada Dewan Pengupahan DKI Jakarta adalah Rp 3.917.398.

“Kami menetapkan UMP di Jakarta untuk 2018 sebesar Rp 3.648.035,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (1/11/2017) malam, dilansir anekainfounik.net dari detikcom.

Adapun UMP DKI Jakarta 2017 sebesar Rp 3.355.750. UMP DKI Jakarta 2018 naik 8,71 persen dari UMP 2017 sesuai besaran kenaikan UMP yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerjaan. Persentase ini jauh lebih kecil jika dibandingkan saat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menetapkan UMP 2016 dengan kenaikan 14,5 persen.

Anies sendiri berdalih perhitungan UMP tahun 2018 ini didasarkan pertimbangan matang setelah mendengarkan aspirasi pengusaha maupun buruh. Langkah ini menurutnya adalah win-win solution atau jalan tengah bagi kedua belah pihak sebagai langkah keberpihakan yang sering diucapkannya dalam kampanye Pilgub DKI 2017.

“Adapun perhitungan ump 2018 ini itu sudah memperhitungkan aspirasi kedua belah pihak baik pengusaha maupun buruh. dan saya ingin sampaikan apresiasi Pak Wagub yang sudah memimpin proses ini, tidak sederhana, harus negosiasi cukup panjang,” kata Anies.

Walaupun kenaikan UMP ini relatif kecil, Anies berdalih menyiapkan cara untuk menurunkan pengeluaran para buruh.

“Satu adalah dengan meningkatkan income, cara kedua adalah dengan menurunkan pengeluaran. Jadi kita ingin jangan hanya satu, bukan hanya UMP-nya saja. Tapi instrumen yang nggak kalah penting adalah mengurangi biaya hidup dan ini yang akan kita lakukan,” jelas Anies.

Salah satu cara yang akan dilakukan Anies adalah menggelontorkan sejumlah subsidi.

“Jadi kita memberikan subsidi yang akan dianggarkan di tahun 2018. Di satu sisi kita akan naikkan UMP, satu sisi kita akan turunkan biaya hidupnya dengan cara bantuan subsidi pangan kemudian yang kedua adalah pemotongan biaya transportasi dan yang ketiga adalah biaya pendidikan untuk anak-anaknya dipermudah,” kata Anies.

“Kita memberikan subsidi pangan yang dianggarkan nilainya Rp 685 miliar di tahun 2018. kemudian kita akan meningkatkan penerimaan kartu jakarta pintar (KJP) dan peningkatan besaran transfer sebesar Rp 560 miliar. lalu kita akan memberikan pelayanan transportasi angkutan jalan yang lebih berkeadilan bagi pekerja dengan angka gaji UMP,” jelas Anies.

Pihak buruh tak terlalu peduli dengan janji manis Anies-Sandi dan kecewa dengan penetapan UMP DKI yang berpihak ke pengusaha. Deputi Presiden Komite Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Muhamad Rusdi, mengatakan, pihaknya kini sedang merencanakan sejumlah langkah besar dalam waktu dekat.

“Kami sedang rencanakan akan lakukan gugatan PTUN dan demo besar-besaran pada 10 November besok,” kata Rusdi ketika dihubungi, malam ini, seperti diwartakan Wartakotalive.com.

Rusdi menjanjikan demo pada 10 November nanti akan menyasar Balaikota DKI dan Istana Presiden. Ia bahkan mengancamkan akan membuat jalan-jalan pusat kota di seputaran Balaikota akan lumpuh dan Jakarta kacau.

“Akan banyak sekali massanya nanti. Kami sangat kecewa dengan keputusan ini. Kenapa yang dipakai justru PP 78/2015. Itu jelas-jelas salah,” kata Rusdi.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: