Iklan
//
Anda membaca...
Bisnis

Mangkrak 22 Tahun, Akhirnya Tol Becakayu Hari Ini Dibuka Jokowi

Presiden Jokowi meresmikan Tol Becakayu

Presiden Jokowi meresmikan Tol Becakayu. (Foto: Kompas.com)

Anekainfounik.net. Presiden Joko Widodo meresmikan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Jumat (3/11/2017) pagi. Tol tersebut sudah dibangun sejak 1995 atau sudah mangkrak selama 22 tahun, namun tak kunjung usai penyelesainnya.

Tapi hari ini, jalan tol tersebut akan dioperasikan setelah 8,26 kilometer (km) bagian dari jalan tol tersebut rampung penyelesaiannya. Meski belum bisa beroperasi seluruhnya, namun bagian dari Tol Becakayu yang menyambungkan Cipinang Melayu hingga Jakasampurna, hari ini bakal dibuka dan bisa dirasakan manfaat pembangunannya setelah tertunda belasan tahun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan langsung pengoperasian tol yang disebutnya mangkrak selama 22 tahun ini. Jokowi akhirnya kembali lagi ke tol ini setelah terakhir kali meninjaunya setahun yang lalu, atau tepatnya 6 November 2016 lalu.

Saat itu, Jokowi menyebut proyek ini mangkrak 22 tahun.

“22 tahun (mangkrak) kemudian dimulai lagi Januari 2015. Jadi memang harus kebut-kebutan,” ujar Jokowi saat blusukan di proyek tersebut, Senin (7/11/2016), dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Dilansir dari Detikcom, berdasarkan data PT Waskita Karya Toll Road yang diterima detikFinance, Jumat (3/11/2017), secara keseluruhan tol ini memiliki panjang 23,8 km yang terdiri dari 2 seksi. Seksi 1 sendiri dibagi lagi menjadi A, B dan C, sedangkan yang akan diresmikan pengoperasiannya hari ini adalah seksi 1B dan 1C.

Awal pintu tol dimulai dari gerbang tol atau ramp on Cipinang di Jakarta Timur hingga ramp on di Jakasampurna. Kendaraan nantinya bisa melaju hingga kecepatan 80 km/jam dengan jumlah lajur 2×3, lebar 3,5 meter.

Sebagai informasi, rencana pembangunan jalan tol ini sudah diinisiasi sejak 1995 dengan tujuan mengurangi kemacetan di jalur Bekasi-Jakarta. Setahun kemudian, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga yang merupakan patungan empat perusahaan yang menjadi investor jalan tol Becakayu mendapatkan konsesi pengelolaan ruas tol ini.

Dua tahun berselang atau pada 1998, Indonesia didera krisis moneter yang memporak-porandakan berbagai aspek ekonomi di tanah air. Proyek jalan tol ini menjadi salah satu yang terkena imbasnya hingga akhirnya mangkrak.

Di 2013 kementerian yang waktu itu masih bernama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menggelontorkan dana Rp 350 miliar untuk membantu proses pembebasan lahan jalan tol ini. Tujuannya menstimulus dilanjutkannya kembali pembangunan jalan tol ini.

Tapi ternyata imbas krisis ekonomi 1998 ditambah krisis ekonomi 2008 ke Investor Jalan tol Becakayu masih terasa. Sehingga proses pembangunan pun masih tersendat.

Akhirnya, pada Oktober 2014, Waskita Karya lewat anak usahanya PT Waskita Toll Road mengambil alih sebagian besar saham Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

Lewat akuisisi saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 240 miliar itu, BUMN konstruksi tersebut langsung menguasai kepemilikan sebesar 60% atas PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

Surat Izin Mulai Kerja (SIMK) pun dikeluarkan pada 5 Februari 2015 untuk pengerjaan seksi 1B dan 1C sepanjang 8 km. Secara keseluruhan, tol ini ditarget bisa beroperasi secara penuh pada 2019 mendatang. Tol ini diharapkan menjadi solusi kemacetan untuk jalur Jakarta-Bekasi.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: