Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Roy Suryo Sindir Kereta Cepat Jkt-Bdg sebagai ‘Proyek Kecebong’ Jokowi

Roy Suryo saat tertawa dalam mobil

Roy Suryo saat tertawa dalam mobil. (Foto: Antara)

Anekainfounik.net. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menyindir pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang digulirkan pemerintahan Jokowi sebagai proyek kecebong.

Hal ini diungkapkannya saat mengemukakan pendapatnya soal reklamasi Jakarta dalam seminar ‘Stop Proyek Reklamasi Teluk Jakarta’ bersama mantan Ketua MPR tahun 2004-2009 Amien Rais dan juga mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

“Saya mendukung statement Pak Amien. Ini reklamasi ini bukan sasaran utama, Pak Amien, tapi sasaran antara. Ada banyak. Saya ingin tambahkan ilustrasinya Pak Amien yang sudah terjadi. Beberapa waktu lalu kita lihat proyek yang saya sering menyebutnya bahkan saya katakan itu proyek kecebong,” kata Roy, seperti dilansir anekainfounik.net dari merdeka.com.

“Kecebong itu kereta cepat bohong-bohongan. Iya, ini bohong-bohongan karena sebenarnya tidak perlu membangun kereta cepat Jakarta-Bandung yang berhenti 4 kali,” imbuh Roy.

Roy menyebut proyek ‘kecebong’ hanya dijalankan demi kepentingan pengembang. Dia memberi suatu contoh berdasarkan pendapat pribadi.

“Karena sebenarnya satu pemberhentian yang namanya Kota Walini, itu adalah untuk pengembang. Kota Walini itu akan dibangun di salah satu PTPN, menggusur hutan. Waktu saya masih di Komisi VI beberapa waktu lalu, komisaris PTPN kita dorong untuk menolak itu. Dan sampai sekarang kecebong tetap menjadi kecebong,” sebut dia.

Tentu saja analogi kereta cepat sebagai proyek kecebong sangatlah berlebihan. Keesokan harinya, Roy Suryo menyebut hal itu adalah sebuah tanda sayang, agar pemerintahan Presiden Jokowi konkret dalam pembangunan infrastruktur.

“PD itu partai penyeimbang, justru kritik tajam dari kami membuat pemerintah tidak lebay dan terus mengkampanyekan pembangunan-pembangunan infrastruktur namun kenyataannya seperti keceb.. eh kereta cepat itu yang sampai sekarang dan diakui Presiden Jokowi sendiri belum apa-apa bahkan semenjak di groundbreaking beberapa waktu lalu terbukti pendanaan masih macet,” kata Roy Suryo kepada wartawan, Jumat (3/11/2017), dilansir dari Detikcom.

Kritik itu ditegaskan Roy dalam rangka menjalankan tugas sebagai anggota dewan. Ia mengaku pengalaman memantau BUMN semasa duduk di Komisi VI DPR.

“Justru kalau sebagai wakil rakyat kita abai terhadap hal-hal begini ya salah. Apalagi saya pernah ada di Komisi VI yang membawahi BUMN di mana pihak yang terkait ada di sana. Jadi apa-apa yang saya sampaikan kemarin, meski merupakan pendapat pribadi selaku anggota DPR, adalah fakta berdasarkan data faktual bukan sekedar opini,” katanya.

“Akan sangat salah kita selaku masyarakat Indonesia, apalagi tahu data yang benar selaku dulu pernah di Komisi yang membawahi BUMN jika melihat ada ketidakberesan yang dilakukan di negeri yang kita cintai ini. Justru ini bukti nasionalisme yang benar. Wajib hukumnya kita koreksi, meski itu terasa pedas tapi itu lebih baik dibandingkan kita hanya lamis (munafik) yang sekedar membeo saja pura-pura setuju tapi ujungnya tidak bertanggungjawab,” kata Roy.

Di penghujung penjelasannya, Roy bicara soal para ‘beo’ yang menjerumuskan pemerintahan Jokowi. Namun sayang dia tidak mengungkap siapa yang dia maksud dengan kata beo itu.

“Jadi intinya saya justru mempertanyakan kalau ada orang yang bersikap nasionalis dengan sangat care terhadap Nawacita Presiden Jokowi, meski harus dengan cara mengkritik tajam malah dipersoalkan. Bukankah justru yang pura-pura mendorong tetapi sebenarnya menjerumuskan pemerintah harusnya dipertanyakan nasionalisme-nya?,” pungkasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: