Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Saat Anies Mencoba Menyerang Jokowi dengan Isu Amdal Lalu Lintas

Anies Baswedan dan Jokowi berdiskusi saat peresmian Tol Becakayu

Anies Baswedan dan Jokowi berdiskusi saat peresmian Tol Becakayu. (Foto: Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Setelah menjabat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencoba memainkan beberapa isu penting untuk mendongkrak popularitasnya sekaligus menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan membuktikan dirinya lebih baik dari gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sedikitnya dengan dua isu penting, yakni proyek infrastruktur yang molor dan Alexis.

Apa tujuannya? Sudah jadi rahasia umum, Anies sangat berambisi menjadi presiden. Jejaknya mulai terendus sejak mengikuti Konvensi Partai Demokrat pada 2014 dan menjadi Mendikbud. Bahkan Harian terkemuka Singapura, The Straits Times, Rabu (18/10/2017), mengulas, walau Anies tidak pernah menyatakan secara terbuka rencananya untuk menjagokan dirinya sebagai calon presiden, diri namun ia juga tidak pernah membantah jika ditanya.

“Kita lihat apakah Anies akan menyelesaikan lima tahun masa jabatannya sebagai gubernur, namun saya meragukannya, saya rasa godaan untuk mencalonkan diri sebagai capres di 2019 sangat tinggi,” ucap sumber Istana Presiden yang menolak disebut namanya, seperti diberitakan media terkemuka Singapura tersebut.

Jadi tak heran, baru sejak ditetapkan menjadi gubernur, Anies langsung mencoba memainkan isu pribumi yang disebut berbagai pihak sebagai test the water untuk mengkonfirmasi ulang siapa kawan dan siapa lawan sekaligus menggiring opini dirinya merupakan simbol kebangkitan pribumi.

Tak berhenti di situ, Anies mencoba memainkan isu, sedikit terlihat lebih agresif menyerang Jokowi. Mulai dari isu reklamasi yang direspon Menko Maritim Luhut Pandjaitan hingga isu soal proyek infrastruktur di DKI Jakarta yang menyebabkan macet.

Pada awalnya, Anies menyebut enam proyek pembangunan infrastruktur underpass dan fly over yang dibangun secara bersamaan, hanya satu yang dapat diselesaikan tepat waktu. Proyek itu dibangun di era Ahok dan Djarot menjadi DKI 1. Dengan kata lain, Anies mencoba menyalahkan Ahok dan tentu saja Jokowi atas kemacetan di Ibu Kota akhir-akhir ini. Ya, sebagian proyek tersebut melibatkan BUMN.

Namun, isu ini tak mendapat respon dari pihak Istana. Langkah Anies terakhir adalah menyebut menyebut ada 10 proyek pembangunan infrastruktur yang menimbulkan kemacetan luar biasa di Jakarta karena tidak memiliki kajian analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas (amdal lalin).

Pihak Istana pun tak terpancing dengan manuver ini. Hanya pihak terkait yang meresponnya, seperti PT Adhi Karya yang menjadi kontraktor di proyek pembangunan light rapid transit (LRT) dan underpass Mampang.

Terakhir, Anies mencoba menanyakan hal tersebut langsung kepada Jokowi saat Jokowi meresmikan jalan Tol Becakayu di Bekasi, Jumat (3/11/2017) pagi. Disaksikan pewarta, Anies memang terlihat berbincang serius dengan Jokowi sebelum peresmian proyek tersebut.

Jokowi sendiri akhirnya terpancing juga memberikan statement soal Amdal Lalu Lintas ini. Jokowi menyebut tol Becakayu sudah bisa dioperasikan. Karena hal itu Jokowi menilai amdalnya sudah diselesaikan.

“Lah wong sudah dipakai, gimana sih,” ujar Jokowi di tol Becakayu, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Saat dikonfirmasi wartawan, Anies terus terang mengatakan salah satu yang dibicarakan adalah soal proyek Jalan Tol Becakayu sekaligus mengkonfirmasi secara tersirat kepada media bahwa masalah Amdal menjadi penyebab kemacetan akibat pembangunan 6 proyek di Jakarta.

“Jadi saya sampaikan pada Presiden, kita nanti atur supaya penjadwalannya bisa lebih baik, amdalnya harus dilakukan. Tadi kesimpulannya kita berharap sebagian dimulai sesudah 6 proyek yang sekarang sedang berjalan itu tuntas, dan ditergetkan awal tahun,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).

Cara Anies sebenarnya dianggap kurang etis saat gubernur menanyakan kelengkapan suatu proyek nasional. Namun cara ini harus dilakukannya untuk menggiring opini sekaligus menyalahkan Jokowi akibat kemacetan ekstrim akhir-akhir ini di Ibu Kota.

Isu Amdal hanyalah satu dari berbagai isu yang akan dimainkan Anies selama menjadi gubernur. Diprediksi, isu lain akan terus digoreng Anies selama memimpin DKI Jakarta ini dengan tujuan menyerang Jokowi yang dibungkus dengan kata-kata yang tertata sebagai salah satu kelebihan Anies. Salah satu isu yang diyakini banyak pihak akan terus dimainkan adalah penolakan terhadap reklamasi.

The Straits Times memberitakan pengamat politik dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga menyebut kegigihan Anies menolak proyek reklamasi dapat menjadi pintu masuk bagi Anies ke pertarungan capres 2019.

Anies telah berkali-kali menolak reklamasi yang menurutnya menganggu kehidupan nelayan yang berpenghidupan di area itu.

“Jika Anies ingin memenuhi janji moratorium reklamasi, dia dapat memberitahu warga bahwa untuk merealisasikan janji kampanye itu, dia harus menjadi presiden, karena dengan menjadi presidenlah dia dapat mencabut Keppres Reklamasi.”

Yang menjadi permasalahan adalah langkah-langkah yang diambil Anies saat menjadi gubernur cenderung berbau pencitraan bukan mencari solusi nyata demi kepentingan warga DKI.

Sebagai contoh, Anies lebih mementingkan meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) daripada berusaha membangun infrastruktur dengan dana non-APBD, yakni CSR (corporate social responsibility) dan KLB (Koefisien Luas Bangunan).

Baca juga: Anies Anggap WTP BPK Lebih Penting daripada Bangun DKI Pakai Dana CSR & KLB?

Jadi, warga DKI akan terbiasa akan menyaksikan gubernurnya melakukan akrobat politik demi meraih simpati mayoritas warga Indonesia bukan fokus mencari solusi untuk mengatasi masalah yang nyata di Jakarta.

Iklan

Diskusi

One thought on “Saat Anies Mencoba Menyerang Jokowi dengan Isu Amdal Lalu Lintas

  1. tadinya saya begitu bangga dgn anis wktu jabat mendikbud, tp begitu dia di copot katena terlalu “bermanufer” politik maka hati saya berkata lain bahwa dia ambisi kekuasaan dengan bersilat lidah menyalahkan orang lain dengan kata lain lempar batu sembunyi tangan.

    Posted by dindin | November 4, 2017, 3:17 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: