Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Mengenal Putra Mahkota yang Pimpin ‘KPK Saudi’ dan Reformasi Kerajaan

Mohammed bin Salman, putra mahkota Saudi

Mohammed bin Salman, putra mahkota Saudi

Anekainfounik.net. Sejak diangkat sebagai putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman banyak melakukan gebrakan. Ia sudah dianggap sebagai penguasa de facto Arab Saudi. Dia berwenang mengendalikan sejumlah kebijakan pemerintah. Heboh penangkapan 11 pangeran Arab Saudi dan empat anggota kabinet tak lepas dari Komite Anti-Korupsi yang dipimpinnya.

Seperti apa sosok putra mahkota berusia 32 tahun yang disebut-sebut sedang melakukan reformasi total di Kerajaan Saudi ini?

Dikutip dari BBC, Detikcom, Aljazeera dan Al Arabiya, Minggu (6/11/2017), Mohammed merupakan putra sulung Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari istri ketiga Fahda binti Falah. Dia diangkat menjadi putra mahkota lewat dekrit kerajaan dan menggantikan Pangeran Muhammad bin Nayef yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Putra mahkota yang hanya memiliki seorang istri tersebut itu lahir di Jeddah, 31 Agustus 1985. Mohammed menikah dengan Sarah binti Pangeran Masyhur bin Abdul Aziz al-Saud, dan memiliki empat anak yaitu Pangeran Salman, Pangeran Masyhur, Putri Fahdah, dan Putri Noura.

Mohammed merupakan lulusan sarjana bidang hukum di Universitas King Saud. Pada 2009 dia ditunjuk menjadi penasihat ayahnya Raja Salman, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Riyadh.

Dia mulai menduduki jabatan strategis pada 2013 sebagai konsultan paruh waktu ahli komisi kabinet Saudi. Kemudian pada Desember 2015, mengikuti pelantikan ayahnya menjadi Raja Saudi, dia dilantik menjadi wakil putra mahkota.

Dia pernah menjabat sebagai menteri pertahanan termuda di dunia saat berusia 31 tahun. Kiprahnya sebagai menteri pertahanan paling menonjol saat memimpin manajemen operasi militer Saudi di Yaman.

Mohammed juga aktif di kegiatan sosial dan amal. Dia membentuk yayasan sosial bernama King Salman Youth Center atau MiSK Foundation dan menjadi Ketua Direksi yayasan tersebut. Dia juga dinobatkan sebagai ‘Personality of the Year’ dari Forbes Timur Tengah pada 2013 atas perannya sebagai Ketua Direksi King Salman Youth Center, atas pengakuan, dukungan dan pengembangannya bagi pemuda Saudi.

Meski baru putra mahkota, Pangeran Mohammed sudah dianggap sebagai penguasa de facto Arab Saudi. Dia berwenang mengendalikan sejumlah kebijakan pemerintah.

Beberapa pemikirannya tentang masa depan Arab Saudi juga sudah dimasukkan dalam visi Arab Saudi 2030 (vision 2030). Tujuannya ialah menjadikan kerajaan Arab sebagai jantung dan pusat Islam dunia, pusat investasi dan penghubung tiga benua.

Dia juga menargetkan pada 2030, Saudi menerapkan sistem e-government. Pemikiran sang Pangeran tersebut antara lain: membawa Arab Saudi menjadi lebih moderat, mengizinkan perempuan mengemudikan mobil dan menonton konser, hingga membangun kota ‘NEOM’ (Neo Mostaqbal) yang akan menjadi pusat bisnis.

Kota pusat bisnis akan dibangun di pinggir kota Riyadh di pesisir Laut Merah dekat dengan Yordania dan Mesir. Di NEOM, nantinya pelaku bisnis baik dari Arab Saudi mapun asing bisa menanamkan modalnya.

Di kota ini juga akan disediakan berbagai pusat hiburan. Mimpi Pangeran Mohammed akan menjadikan kota ini sebagai pusat bisnis seperti di Dubai dan Qatar.

Pangeran ini juga kerap mewakili ayahnya dalam hubungan diplomatik. Beberapa negara yang sudah dikunjunginya ialah Beijing, Moskow, dan Washington. Dia pun bertemu Presiden AS Donal Trump pada Maret saat kunjungannya ke Washington itu.

Dalam wawancara dengan Al Arabiya Mei lalu, putra mahkota ini menyatakan keseriusannya untuk memberantas korupsi. Dia pun menegaskan siapapun yang bersalah akan dihukum.

“Kami semakin khawatir dengan kasus korupsi, siapapun yang bersalah akan dihukum,” kata Mohammed saat itu.

“Tidak ada yang bebas dari hukuman, baik itu pangeran ataupun menteri sekalipun,” tegasnya.

Dia kemudian membuktikan ucapannya pada Sabtu (4/11) malam. Dia memimpin Komite Anti-Korupsi baru Saudi yang baru saja dibentuk di hari yang sama dan langsung menangkap 11 pangeran dan 4 menteri Arab Saudi atas tuduhan korupsi termasuk Pangeran Miteb, menteri utama kerajaan yang mengepalai Garda Nasional dan Alwaleed bin Talal, pangerang yang termasuk daftar orang terkaya dunia.

Upaya Reformasi Radikal

Pengamat Timur Tengah LIPI, Smith Alhaidar, seperti diberitakan Republika.co.id, Minggu (5/11), menyebut tindakan yang dilakukan Mohammed bin Salman ini, juga dimaksudkan untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak sejalan dengan upaya reformasi secara radikal yang sedang dilaksanakannya. Sehingga, pembersihan yang dilakukan Mohammed bin Salman juga memiliki motif politik.

Menurutnya, gebrakan yang dilakukan oleh Mohammed bin Salman ini, baru permulaan. Sehingga, akan ada gebrakan lain lagi kedepannya. Alhaidar mengatakan, visi Saudi 2030 yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada minyak memerlukan reformasi di semua bidang baik agama, budaya, sosial, dan politik. Beberapa oposisi keras dari dalam negeri, baik dari ulama maupun kelompok-kelompok konservatif mengangap reformasi yang dilakukan Mohammed bin Salman terlalu radikal dan mendadak.

“Jadi, Mohammad bin Salman melakukan tindakandan pembersihan bagi orang-orang yang tidak sejalan dengan visi Saudi modern,” ujarnya.

Miteb bin Abdullah disingkirkan karena garda revolusi itu sangat penting bagi militer Arab Saudi. Ini karena siapa yang menguasai itu, maka mengusai seluruh Al Saud dan keamanan dalam negeri. Jadi, Mohammd bin Salman membuthkan garda nasional ini yang mendukung kebijakannya.

“Jadi, haruslah orang yang sejalan dengan dia. Embel-embel korupsi itu memang benar, tapi korupsi terjadi di semua lini bukan hanya orang-orang itu saja,” tambahnya.

Menurut dia, langkah yang diambil Putra Mahkota berusia 32 tahun ini, juga menimbulkan beberapa kekhawatiran di negara sekutu Arab Saudi. Mereka khawatir keputusan Mohammed bin Salman akan menimbulkan instabilitas di dalam negeri.

“Dan ini menjadi ketakutan semua pihak yang berkaitandengan Arab Saudi apakah langkah-langkah Mohammad bin Salman ini bisa menjamin kemajuan Saudiatau malah berdampak terhadap keamanan dalam negeri,” katanya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: