Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Saat Kampanye Sebut Mudah, Kini Sandi Akui Sulit Bangun Rumah Tapak DP 0

Sandiaga Uno memamerkan jurus silat

Sandiaga Uno memamerkan jurus silat. (Foto: Detikcom)

Anekainfounik.net. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terus terang menyebut tak akan merealisasikan salah satu janjinya bersama Anies Baswedan saat masa kampanye Pilgub 2017 yang lalu. Janji tersebut adalah pembangunan rumah dengan down payment (DP) nol rupiah. Oleh karena itu, dia memprioritaskan pembangunan rumah itu secara vertikal atau rumah susun.

Padahal, saat kampanye, Sandi mengaku sudah menemukan lahan di sejumlah wilayah di Ibu Kota yang bisa digunakan untuk membangun rumah tersebut. Ia tak mau menyebut lokasi yang akan dibangun rumah seharga Rp 350 juta itu. Alasannya, dia khawatir akan ada spekulan yang akan bermain.

“Tempatnya sudah kami identifikasi, tapi tidak bisa kami rilis. Mohon maaf, karena banyak sekali spekulan yang akan bermain tanah. Kami sudah identifikasi. Percayalah, saya sudah pernah buat bisnis dari nol,” kata Sandiaga di Universitas BSI, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Dengan entengnya Sandi mengklaim ada 3 kunci untuk mewujudkan jaji tersebut yakni dengan kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

“Saya istikamah saya akan hadirkan rumah dengan DP nol rupiah itu angkanya Rp 300 juta sampai Rp 350 juta,” ujar Sandi.

Janji ini sempat dikritik oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat itu dengan menyebut “janganlah membohongi warga demi menang Pilkada”.

Ucapan Ahok itu ternyata benar. Sandi sendiri kini menyebut pihaknya akan memprioritaskan hunian vertikal atau rumah susun bukan rumah tapak karena sulitnya mencari lahan tapak.

“Kami sudah sampaikan berkali-kali diprioritaskan untuk vertikal karena lahan di Jakarta kan sulit, diprioritaskan untuk vertikal,” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11/2017).

Sandiaga mengungkapkan pembangunan rumah susun tersebut bukanlah kebijakan baru. Kebijakan tersebut sudah diputuskan semenjak masa sinkronisasi.

“Jadi teman-teman sudah tahu bahwa kebijakan itu bukan kebijakan yang baru, sudah diputusin waktu semasa kami lagi mempersiapkan, waktu sinkronisasi,” jelas Sandi.

Menurut Sandi, program dengan DP nol rupiah dibangun dalam dua fase, yakni dikerjakan pemerintah dan swasta.

Program yang dikerjakan oleh swasta, kata Sandi, sudah bisa dieksekusi. Sementara program yang dikerjakan pemerintah masih dalam tahap persiapan.

“Ada dua fase, satu yang fase pemerintah, satu fase swasta. Yang swasta sudah bisa tereksekusi,” ucap Sandi.

Sebelumnya, Sandi mengklaim mendapat lampu hijau dari Bank Indonesia (BI) soal program rumah down payment (DP) Rp 0. Menurut Sandi, BI menyatakan program itu bisa dijalankan.

“Belum bisa kami berikan update, masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Tapi intinya, alhamdulillah BI tadi menyatakan bahwa program ini bisa dilakukan, karena ada pengecualian, dan diharapkan program ini tetap mengacu pada prudential banking,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/11).

Iklan

Diskusi

Komentar ditutup.

Iklan
%d blogger menyukai ini: