Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Rustam Effendi yang Mundur di Era Ahok Kini Jadi Staf Khusus Sandi

Rustam Effendi dan Sandiaga Uno di Balai Kota

Rustam Effendi dan Sandiaga Uno di Balai Kota. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Masih ingat dengan Rustam Effendi yang pernah mundur pada April 2016 dari jabatan Wali Kota Jakarta Utara setelah disindir Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bermain politik? Pria kelahiran Jakarta, 13 Oktober 1960 ini kini diangkat Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjadi staf khusus untuk mendampinginya.

“Jadi pertama-tama saya ingin perkenalkan Pak Rustam yang mulai Senin ini akan aktif mendampingi saya sebagai staf khusus. Untuk membidangi banyak sekali pengaduan masyarakat,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2017), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Sandiaga mengatakan Rustam menjadi staf yang membantunya melayani pengaduan masyarakat. Dia yakin dengan pengalaman Rustam yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara, akan membantu percepatan pembangunan di Jakarta.

“Beliau dulu (Wali Kota) di Jakarta Utara. Jadi seperti tadi lokbin, itu Jakarta Utara ya? Yang Cengkeh Jakarta Barat, tapi yang Marunda Jakarta Utara dan ada beberapa. Jadi nanti, karena ini kita lihat temen-temen ini berulang kali ke sini, sampe 3-4 kali. Jadi memang penanganan ini makan waktu dan butuh kepamongan dalam mengolah ini,” terang Sandiaga.

Sandiaga yakin Rustam akan mampu menangani permasalahan yang ada di Jakarta. Dirinya yakin karir Rustam di lingkungan Pemprov DKI akan sangat membantu kinerjanya.

“Pak Rustam sangat berpengalaman, sudah meniti karirnya dari awal di DKI dan butuh percepatan untuk penanganan layanan masyarakat, pengaduan seperti ini,” sebutnya.

Sebagai informasi, mundurnya Rustam bermula saat rapat penanganan pascabanjir di Ruang Smart City Balai Kota, Jumat (22/4/2016), Ahok menuding Rustam sebagai kompatriot bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra.

Awalnya, Ahok mengemukakan ide agar saluran air dari Ancol diteruskan sehingga menyambung sampai Pasar Ikan. Dengan demikian, diharapkan kawasan pintu air Ancol tak bakal banjir.

Ahok kesal lantaran Rustam tidak segera menindaklanjuti usulan penertiban saluran air dari Ancol untuk diteruskan menyambung ke Pasar Ikan. Ahok menduga, Rustam sekubu dengan Yusril.

“Aduh, ini Pak Wali kota ini saya selalu bilang begini Pak Wali, Pak Wali kalau saya suruh usir orang itu wah ngeyelnya ngeles,” kata Ahok kesal kepada Rustam.

“Jangan-jangan satu pihak sama Yusril ini, supaya…,” tuding Ahok namun tak melanjutkan kalimatnya.

Mendengar itu, Rustam terlihat menggerakkan tangannya ke arah Ahok, gestur menolak tudingan tersebut. Belakangan, Ahok menyebut apa yang dikatakannya hanya candaan saja.

Namun Rustam kemudian curhat dalam sebuah tulisan panjang berjudul ‘Bekerja dengan Hati, Suatu Ironi’ di akun Facebook pribadinya.

Rustam menegaskan dia sudah bekerja sepenuh hati untuk warga Jakarta Utara. Kecurigaan Ahok terasa sangat menyakitkan baginya. Apalagi kecurigaan itu diumbar di muka publik.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya kepada atasan, yakni Ahok. “Berbeda dengan tuduhan yg menjurus fitnah apalagi keluar dari mulut pimpinan adalah sesuatu yg SANGAT MENYAKITKAN,” demikian tulisnya seperti dikutip detikcom pada Sabtu (23/4).

Setelah masalah candaan tentang kubu Yusril selesai, Ahok kembali melempar peluru yaitu tentang geng golf Pemprov DKI Jakarta.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: