Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Kritik Jumlah Tamu Pernikahan Kahiyang, Fahri: Cukup Diumumkan Pakai Vlog

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen. (Foto: Kompas)

Anekainfounik.net. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pesta pernikahan putri Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution karena jumlah undangan yang mencapai lebih dari seribu tamu.

“Dulu katanya nggak boleh ngundang pejabat lebih dari 400. Ada katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Kalau sekarang itu kayak lebih, gitu loh,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/11/2017), dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Fahri tidak merinci surat edaran Kemenpan RB yang dimaksudnya. Namun, Kemenpan RB di era Menteri Yuddy Chrisnandi pernah mengeluarkan SE Nomor 13 Tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana.

Surat yang keluar pada 20 November 2014 itu, merupakan tindak lanjut perintah Presiden pada Sidang Kabinet kedua tanggal 3 November 2014, soal kesederhanaan hidup bagi seluruh penyelenggara negara guna mewujudkan good governance.

Pada poin pertama dalam surat edaran itu tertulis: membatasi jumlah undangan resepsi penyelenggaraan acara seperti pernikahan, tasyakuran dan acara sejenis lainnya maksimal 400 undangan dan membatasi jumlah peserta yang hadir tidak lebih dari 1.000 orang.

Menurut Fahri, pesta tersebut lebih baik dilangsungkan dengan sederhana. Jokowi, kata Fahri, dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk membuat pesta yang sederhana itu. Dia menyarankan Jokowi mengumumkan pernikahan tersebut lewat Twitter dan video blog atau vlog saja.

“Saya mohon maaf ya, saya bukan tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya mbok ya sederhana sajalah. Sederhanalah, bikin pesta kecil di rumah, (undang) teman-teman. Sekarang kan ada Twitter, ada vlog, pakai itu ajalah. ‘Anak gua lagi kawin nih’,” sebut Fahri.

“Itu asyik aja. Make it fun, gitu loh. Bikin asyiklah yang begini-begini,” imbuh dia.

Menurut Fahri, pesta pernikahan memang sebaiknya sederhana. Pesta pernikahan, kata Fahri, hanyalah sesi mengumumkan bahwa sejoli telah jadi muhrim agar tak menjadi fitnah di kemudian hari.

“Sunah itu kan syiarnya memberi tahu orang bahwa kita sudah ada menikah. Supaya, kalau anak kita nanti jalan berdua sama orang gitu kan (disebut) bukan muhrim, kita bilang dia udah nikah, nggak apa-apa dia jalan. Pengumumannya di Twitter aja. Ya… atau vlog, kan bagus. Asyik kan zaman sekarang,” terang Fahri.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: