Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Korban KDRT, dr Letty Sultri Kerap Dipukuli dr Helmi Hingga Tubuhnya Lebam

Tampang dr. Lety Sultri yang ditembak suaminya

Tampang dr. Lety Sultri yang ditembak suaminya. (IDI)

Anekainfounik.net. Ada cerita tak sedap dibalik tewasnya dr Letty Sultri di tangan suaminya, dr Helmi. Wanita berusia 46 tahun tersebut disebut kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama menjadi istri Helmi. Bahkan, dokter Letty kerap menerima pukulan yang mengakibatkan sekujur tubuhnya lebam.

“Almarhumah dr Letty Sultri adalah korban KDRT. Yang bersangkutan sebelum melakukan gugatan cerai karena sering menghadapi kekerasan di rumah tangganya. Salah satu alasan yang mendorong almarhumah melakukan gugatan cerai adalah setelah dipukul oleh suaminya dan sekujur tubuhnya lebam,” ujar keluarga Letty, Gulfan Afero, lewat pesan singkat, Kamis (9/11/2017), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Baca juga: Ini Tampang dr Helmi, Penembak Mati Istrinya dr Lety Sultri di Klinik

Gulfan, yang bekerja sebagai konsuler KBRI London, mengatakan Letty sudah pernah melaporkan kasus KDRT itu ke ke Polres Metro Jakarta Timur pada Juni 2017 lalu. Namun kemudian kasus itu disetop karena keduanya berdamai. Dia menyebut Helmi tidak mau digugat cerai oleh Letty.

“Almarhumah telah melaporkan kasus pemukulan tersebut tersebut ke kepolisian setempat dan telah dilakukan visum. Setelah itu, dr Letty mengajukan proses gugatan cerai. Selama proses gugatan cerai, suami memang meminta tidak mau cerai,” katanya.

Sebelum melakukan aksi kejinya itu, Helmi rupanya sering mengancam akan membunuh Letty jika diceraikan.

“Selama proses (cerai) berlangsung, pelaku telah mengajukan beberapa kali ancaman kepada almarhumah akan membunuh almarhumah dan keluarga sehingga terjadilah kejadian seperti ini,” ujar Gufran.

Saat diperiksa polisi, Helmi mengakui melakukan KDRT terhadap istrinya.

dr Helmi saat diamankan polisi

dr Helmi saat diamankan polisi. (Detikcom)

Tak hanya kasus KDRT, Helmi juga pernah dilaporkan atas dugaan pemerkosaan terhadap karyawan Klinik Azzahra, tempat istrinya berpraktik.

“Dia pernah dilaporkan memperkosa karyawan Klinik Azzahra,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana.

“Perkosaan benar terjadi, tapi korban tidak melapor,” imbuh Sapta.

Helmi melepaskan tembakan sebanyak 6 kali ke Letty saat korban berpraktik di Klinik Azzahra Medical, Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, sekitar pukul 14.30 WIB tadi. Korban tewas seketika di lokasi kejadian akibat tembakan membabi buta pelaku itu.

Setelah melakukan penembakan, Helmi kemudian ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri. Di pintu masuk penjagaan, Helmi mengaku telah melakukan penembakan.

Polisi pun kemudian memeriksa pelaku di pintu masuk Polda Metro Jaya. Polisi menemukan dua pucuk senjata api yang dibawa di dalam tasnya saat itu.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: