//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Demo di Balai Kota, Buruh: Anies Santun Tapi Pembohong, Ahok Kasar Tapi Jujur

Buruh berdemo di Balai Kota soal UMP

Buruh berdemo di Balai Kota soal UMP. (Jitunews.com)

Anekainfounik.net. Massa buruh membandingkan kinerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta saat menggelar aksi menuntut revisi UMP 2018 di Balai Kota, Jumat (10/11).

Para buruh menggelar aksi demo lantaran tidak terima dengan keputusan Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno terkait upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2018 sebesar Rp 3,6 Juta. Padahal mereka menuntut UMP sebesar Rp 3,9 Juta.

Sementara penetapan itu didasarkan pada PP No. 78 Tahun 2015. Hal itu, kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, tidak sesuai dengan kontrak politik yang dilakukan Anies-Sandi kepada para buruh.

“Dia (Anies-Sandi) adalah pendusta, pembohong, dan ingkar janji!” ucap Iqbal di atas mobil komando, seperti dilansir anekainfounik.net dari jitunews.com.

Said juga mengkritisi pernyataan Sandi yang menggratiskan TransJakarta bagi para buruh.

“Sandi mengatakan bahwa ada gratis Transjakarta, itu mah omongan Ahok. Itu Ahok. Dia ulangi omongannya Ahok. Kepada buruh Ahok mengatakan, setiap penerima upah minimum DKI akan diberikan gratis Transjakarta,” lanjutnya.

Bahkan, Iqbal juga membandingkan kepemimpinan Ahok dengan Anies Baswedan karena merasa begitu kecewa. Dia mengatakan bahwa Ahok lebih mending dibandingkan Anies karena Ahok jujur meski ucapannya kasar.

“Mau ganti Ahok tapi kelakuannya lebih bejat daripada Ahok. Ahok masih mending nggak berbohong, meski kata-katanya kasar. Tapi ini santun, cerdas, tapi pembohong, pendusta, ingkar janji,” tegasnya.

Lantas, massa menjadi panas setelah Said berujar meminta cabut mandat Anies-Sandi hari ini juga.

“Kita mulai dari Balai Kota ini kita nyatakan cabut mandat Anies-Sandi, gubernur pembohong,” ujar Said saat berorasi.

Aksi tersebut menyuarakan tiga tuntutan. Pertama, permintaan untuk mencabut PP 78 tentang Upah Murah. Kedua, permintaan untuk revisi UMP DKI menjadi Rp3.917.000. Ketiga, permintaan untuk menurunkan harga listrik dan kebutuhan pokok.

Berbeda dengan aksi demo sebelum UMP DKI diumumkan, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno saat itu menemui massa buruh. Namun kali ini baik Sandiaga maupun Gubernur DKI Anies Baswedan tak ada yang keluar untuk menemui massa buruh.

Hingga Jumat (10/10/2017), sekitar pukul 19.15 WIB, massa buruh masih bertahan di depan IRTI Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Polisi tampak menyiapkan dua mobil anti huru hara.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: