Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

JK Minta Khatib Masjid Jangan Mengkritik dengan Provokasi

Jusuf Kalla berpidato di Muktamar DMI ke-7

Jusuf Kalla berpidato di Muktamar DMI ke-7. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Wakil Presiden Jusuf Kalla tak mempermasalahkan khatib masjid mengkritik tetapi sebaiknya menjaga isi ceramahnya agar tidak provokatif.

“Saya tidak bicara apa yang harus dikhotbahkan, tapi dengan menjaga moderasi dan jalan tengah maka akan baik. Jangan bicara tiba-tiba masjid itu menjadi radikal dan provokatif, bahwa masjid itu khatibnya mengkritik boleh saja. Tapi tidak mengkritik dengan cara memprovokasi orang,” kata JK dalam sambutannya saat membuka Muktamar ke VII Dewan Masjid Indonesia, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11/2017), dilansir anekainfounik.net dari detikcom.

JK mengatakan, pimpinan di daerah harus menjaga masjid-masjid di wilayahnya. JK menyebut total ada 800 ribu masjid di seluruh Indonesia,.

“Saudi saja bicara pengembangan Islam jalan tengah moderat. Karena apabila melenceng bisa radikal dan merusak seluruh Indonesia. Secara umum kita bersyukur di antara negara Islam di dunia, paling aman itu di Indonesia, Malaysia dan Asia Tenggara, yang lainya itu konflik internal, seperti konflik Afganistan. Kita bersyukur terhindar konflik itu,” ujarnya.

Selain itu, JK juga ingin masjid berperan membangun perekonomian di sekitar masjid. Dia memberikan contoh penyewaan sound system masjid yang hasilnya bisa masuk ke kas masjid.

“Misalnya ada acara dangdutan atau disewakan sound system tidak apa-apa itu kan memanfaatkan fasilitas kayak ceramah atau apa, tapi asalkan itu masuk kas mesjid,” ungkapnya.

JK menuturkan, banyaknya masjid pun jangan sampai mengganggu orang. Apalagi timbul konflik antar-umat beragama. Contohnya ketika subuh, menurutnya, tidak perlu sampai membangunkan orang pukul empat pagi, hanya lima menit sebelumnya.

Ia menambahkan, tidak perlu juga diputar pengajian tapi menggunakan pemutar rekaman. Apalagi berlama-lama sampai 30 menit. Menurutnya, mengaji ketika subuh itu hanya perlu lima menit lantaran jumlah masjid yang banyak dan berdekatan.

“Jarak terjauh antarmasjid itu setengah kilo. Itu dibutuhkan lima menit, kalau setengah jam sampai 4 kilo, orang berjalan cepat. Jadi itu aturan yang kita buat dan juga langsung mengajinya,” kata dia.

Begitu pula dengan pengajian-pengajian di masjid sehari-hari. Ia minta agar dilakukan dengan tenang dan syahdu. Sebab, hanya azanlah yang membangunkan orang bukan ngajinya itu sendiri.

“Begitu juga hari biasa pengajian itu syahdu. Jangan pengajian membangunkan orang, azan yang membangungkan orang,” tandasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: