Iklan
//
Anda membaca...
Bisnis

Buntut Aksi WO Ananda Sukarlan, Pendukung Anies Serukan Boikot Traveloka

Aksi #uninstallTraveloka di Twitter

Aksi #uninstallTraveloka di Twitter. (Twitter @frz_diplo)

Anekainfounik.net. Aksi walk out Ananda Sukarlan saat pidato Anies Baswedan dalam perhelatan acara 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di Hall D JIExpo Kemayoran pada 11 November lalu ternyata berbuntut aksi pemboikotan seperti yang terjadi pada Sari Roti beberapa waktu yang lalu.

Kini, pendukung Anies Baswedan melakukan aksi balasan dengan menyerukan upaya boikot Traveloka yang ditandai dengan tagar #uninstallTraveloka di media sosial. Tagar ini bahkan sempat menjadi trending topic teratas di twitter.

Yang menjadi alasan mereka adalah walk out yang dilakukan oleh Ananda Sukarlan itu disebut juga diikuti salah satunya oleh Derianto Kusuma yang juga alumni Kanisius. Derianto bahkan disebut ikut menyalami Ananda sebagai tanda ikut mendukung aksi yang dianggap melecehkan Gubernur DKI Anies Baswedan itu.

Aksi Derianto itu kemudian memicu amarah netizen, utamanya pendukung Anies Baswedan dan kemudian ikut menyeret nama Traveloka yang berujung pada upaya boikot dalam bentuk #uninstallTraveloka yakni melakukan uninstall aplikasi Traveloka di ponsel.

Hal tersebut dikarenakan Derianto Kusuma merupakan salah satu dari tiga pendiri Traveloka (selain Ferry Unardi dan Albert Zhang). Derianto Kusuma pun kini juga menjadi Chief Technology Officer di Traveloka.

Entah siapa yang memulai dan menyebarkan ajakan boikot Traveloka tersebut, tapi yang jelas, upaya boikot itu agaknya salah sasaran, karena menurut PR Manager Traveloka Busyra Oryza, Derian Kusuma sebenarnya tidak hadir dalam acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius tersebut kendati ia menjadi salah satu penerima penghargaan di acara tersebut.

“Sebenarnya pak Deri (Derianto) tidak hadir. Beliau sedang melakukan perjalanan dinas di hari itu. Jadi kalau dibilang ada pak Deri di sana dan disebut memberikan dukungan (kepada Ananda), beliau tidak ada di situ,” ujar Busyra, seperti dilansir anekainfounik.net dari mojok.co.

Tentu saat ini belum bisa dilihat apa efek signifikan dari aksi boikot ini. Tapi yang jelas, jika berkaca pada aksi boikot Sariroti beberapa waktu yang lalu, agaknya boikot Traveloka kali ini tak akan terlalu berpengaruh pada perusahaan. Hal ini karena di aksi boikot produk oleh sejumlah orang terutama karena sentimen tertentu biasanya biasanya bersifat impulsif dan tidak jangka panjang. Hanya efek sesaat saja.

Nyatanya, tahun kemarin, Sariroti, yang mendapat upaya boikot pembelian produk pasca aksi 212 tetap beringas kok. Bahkan, di kuartal keempat, alias di masa saat boikot berlangsung, Sari Roti mencatatkan penjualan Rp 684,7 miliar, meningkat 13 persen dibanding dengan penjualan kuartal tahun sebelumnya.

Sementara itu, Anies Baswedan mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi boikot tersebut.

“Kalau, menurut saya begini, kita hormati orang berpandangan berbeda, tidak perlu uninstall dan lain-lain karena Traveloka juga memberikan manfaat bagi warga banyak,” kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, seperti dilansir dari Republika.

Menurutnya, Traveloka punya jasa. Banyak faedah yang besar bagi masyarakat banyak.

“Jadi, mari kita biasakan untuk beda pandangan. Banyak hal saling menghormati, menghargai tanpa harus melakukan penghukuman seperti itu,” kata Anies. ”Jadi, tak perlu ada uninstall.”

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: