Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Benar Kata Fahri, Novanto Orang Sakti, Licin dan Bisa Menghilang

Setya Novanto saat bersaksi di Pengadilan Tipikor

Setya Novanto saat bersaksi di Pengadilan Tipikor. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Ketua DPR yang juga tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto, menghilang saat penyidik KPK menyambangi kediamannya untuk melakukan jemput paksa. Menurut koleganya, Fahri Hamzah, Novanto yang merupakan Ketua DPR ini adalah orang sakti!

Walaupun dia tak memerinci apa yang dimaksud sakti tersebut, Menurut Wakil Ketua DPR ini, Novanto tidak perlu dibela di kasus e-KTP ini.

“Siapa yang mau bela Novanto, silakan saja, itu orang sakti juga kok, silakan saja,” ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/11/2017), dilansir anekainfounik.net dari detikcom.

“Nggak perlu dibela orang itu, orang itu sudah tahu cara hidup, kok. Kok bela-bela,” imbuh dia.

Kesaktian Novanto seakan ditunjukkan pada Rabu (15/11) kemarin. Belasan penyidik KPK dengan dikawal anggota Brimob mendatangi rumah Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penyidik mencari keberadaan Novanto yang sudah 8 kali mangkir dari panggilan KPK. Penyidik datang dengan membawa surat penangkapan Novanto dan surat penggeledahan rumah.

Namun, Novanto menghilang. Meski pagi harinya membuka rapat paripurna DPR, Novanto tidak ada lagi di rumah pada malam hari. Pengurus Golkar maupun pengacara mengaku tidak tahu keberadaan Ketum Golkar itu.

Kesaktian Novanto juga terlihat dari posisinya sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar yang aman meski sekarang diburu KPK.

Fahri menegaskan, meski Novanto hilang, ia tetap menjadi Ketua DPR.

“Sementara terkait kabar bahwa KPK telah mengeluarkan surat penahanan terhadap saudara Ketua DPR yang surat tersebut belum kami lihat, maka pimpinan DPR tetap akan mengacu pada hak-hak konstitusional Pimpinan dan anggota DPR RI sesuai ketentuan yang diatur di dalam perundang undangan yang berlaku,” ujar Fahri.

“Perlu ditegaskan di sini bahwa status tersangka dan penahanan tidak memiliki konsekuensi hukum apapun terhadap status dan jabatan seorang pimpinan DPR RI,” lanjutnya.

Menurut Fahri, pemberhentian Novanto, kata Fahri, tak bisa sembarangan, meskipun diberhentikan sementara oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RO. Karena, menurut Fahri, keputusan tersebut harus dilaporkan ke paripurna untuk mendapatkan penetapan melalui mekanisme pengambilan keputusan. Jika sebaliknya, Fahri menyebut Novanto tetap ketua DPR.

“Bahkan pemberhentian sementara pun terkait status terdakwa seorang pimpinan akan dilakukan dengan verifikasi yang sangat ketat oleh Mahkamah Kehormatan Dewan. Mahkamah Kehormatan Dewan akan melakukan kajian mendalam atas status hukum terdakwa tersebut,” ucap Fahri.

“Sehubungan dengan status tersangka, penahanan dan terdakwa terhadap salah seorang pimpinan DPR RI, maka tidak akan berimbas pada pergantian sampai memiliki keputusan yang berkekuatan hukum tetap dan atau jika fraksi yang bersangkutan memilih mekanisme lain sesuai yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan,” pungkas Fahri.

Lalu bagaimana dengan posisi Novanto sebagai Ketum Golkar?

Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan fraksinya akan tetap menjaga soliditasnya meski Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto kini yang tengah terjerat kasus hukum oleh KPK menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

“Fraksi Partai Golkar DPR RI tetap menjalankan tugas kenegaraannya dengan baik sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan tetap solid, serta menjaga kekompakannya untuk bekerja sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat,” ujar Agus melalui keterangan tertulis, Kamis (16/11/2017), seperti dilansir Kompas.com.

Sinyal kesolidan Golkar ini juga disampaikan oleh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Endang Srikarti Handayani. Ia bahkan menyebut Novanto dizalimi.

“Terzalimi seperti ini tidak hanya sekali, dua kali, saya tegaskan Golkar tetep solid, kompak,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Banyak kasus korupsi yang menjeratnya (bahkan kasus di Orde Baru), namun Novanto mampu meloloskan diri dari jeratan hukum bak pesulap Harry Houdini.

Baca juga: Novanto Diduga Terlibat Korupsi dalam Bisnis SIM dan KTP Era Orde Baru

Bahkan, dia bisa kabur melewati pintu yang biasa digunakan oleh majelis hakim keluar dari ruang sidang setelah bersaksi pada sidang Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Kini, dia menghilang dan jabatannya sebagai Ketua DPR dan Ketum Golkar aman-aman saja. Tak ada yang berani menggoyang. Novanto benar-benar licin dan sakti, bukan?

Iklan

Diskusi

One thought on “Benar Kata Fahri, Novanto Orang Sakti, Licin dan Bisa Menghilang

  1. Benar2 licin, btul itu, 😂😂

    Posted by Desfortin | November 16, 2017, 7:31 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: