//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Di Era Anies, Kini RT Pungut Rp 100 Ribu Per Rumah untuk Biaya Keruk Got

Surat edaran pungutan RT di Sunter Jaya

Surat edaran pungutan RT di Sunter Jaya. (_Outsidiq)

Anekainfounik.net. Saat tak memperpanjang izin operasional Alexis, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mempermasalahkan hilangnya perolehan pajak daerah sekitar Rp 30 miliar per tahun dari tempat hiburan tersebut. Anies berdalih pemerintahannya menginginkan uang halal.

“Kami ingin uang halal, dari kerja halal. Enggak berkah kalau seperti itu,” ujar Anies di Balai Kota DKI, Selasa (31/10) malam.

Pernyataan Anies di atas terlihat begitu ironis tatkala di eranya menjadi DKI 1, pungli atau pungutan liar malah menjadi sering ditemukan, berbeda saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pemimpin DKI.

Setelah trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang diperjualbelikan dan adanya pungutan liar, kini para RT melakukan pungli dengan dalih untuk uang kebersihan mengeruk got, yang selama ini menjadi tugas pasukan oranye atau PPSU dan digaji oleh Pemprov DKI.

Baca juga: Era Ahok Berakhir, Trotoar Tanah Abang Kembali Diam-diam Disewakan

Padahal Anies sendiri telah menaikkan dana operasional RT RW se-DKI sebesar Rp 500.000 per bulan sehingga sebesar Rp 2 juta yang akan berlaku pada 2018.

Baca juga: Naikkan Dana RT RW, Anies Minta Jangan Berpandangan Negatif

Surat edaran pungli tersebut diunggah oleh akun jejaring sosial Twitter @_Outsidiq pada Minggu (19/11/2017) pagi.

“Setelah sekian lama, akhirnya surat cinta itu datang lagi.. (emoticon senyum),” kicau akun @_Outsidiq.

Di kepala surat tersebut, tertera tulisan ‘Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara.’

Dituliskan di badan surat tersebut, pengurus RT ingin membersihkan dan mengeruk saluran got secara keseluruhan di wilayah itu.

Tertulis, pengerjaannya dilakukan secara borongan dengan biaya terlampir serta ditangani oleh seorang pemborong. Dituliskan, karena biaya besar dan kondisi kas RT minim, pengurus memungut uang bantuan Rp100 ribu per rumah.

Di lampiran kedua, dibubuhkan pula anggaran pembersihkan dan pengerukan saluran got wilayah setempat. Tertulis total biaya senilai Rp12.130.00.

Ironis bukan, Anies menyerukan pendapatan halal tapi membiarkan praktek pungli yang dilakukan RT. Semakin ironis saat kita mengingat slogan Anies-Sandi setiap berkampanye, yakni “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: