Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Rian Ernest: Pak Anies, Kami Dulu Dibayar Dana Operasional Gubernur

Rian Ernest saat mendampingi Ahok di Sidang MK

Rian Ernest saat mendampingi Ahok di Sidang MK. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Rian Ernest, salah seorang staf khusus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di bidang hukum kala menjabat Gubernur DKI Jakarta membantah tudingan Anies Baswedan yang menyebut orang-orang yang bekerja di belakang Ahok digaji dengan dana perusahaan swasta.

Rian menyebut Anies mispersepsi jika mengatakan dirinya dan staf lainnya digaji perusahaan swasta.

“Pak Anies ini mispersepsi kalau menyebutkan kami, staf gubernur terdahulu, dibayar atau digaji perusahaan swasta. Enggak ada itu,” kata Rian yang kini menjadi Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia, Selasa (21/11/2017), seperti dilansir anekainfounik.net dari detikcom.

Rian menyayangkan ucapan tersebut karena semestinya hal itu tidak keluar dari mulut seorang gubernur yang ketika kampanye mengedepankan dialog.

“Saya menyayangkan sikap Pak Anies yang langsung menuduh seperti itu, padahal ketika kampanye dia mengedepankan dialog, tetapi ini enggak ada dialog, enggak ada konfirmasi apa-apa, tiba-tiba bilang begitu,” ujarnya.

Rian yang bekerja sebagai staf Ahok selama dua tahun dengan tegas mengatakan, dirinya dan staf lain dibayar Ahok dari uang operasional gubernur DKI, bukan oleh perusahaan swasta seperti yang disebut Anies.

“Kami (staf) ini digaji setiap bulan langsung ditransfer ke Bank DKI dari uang APBD yang masuk dalam biaya penunjang operasional gubernur yang jumlahnya gede itu. Saya sendiri waktu itu digaji Rp 20 juta per bulan,” ujarnya.

Menurut Rian, ketika pertama kali resmi menjadi staf Ahok, dirinya langsung diminta membuat rekening Bank DKI agar segala macam proses transfer bisa lebih mudah karena langsung dari biaya penunjang operasional gubernur yang ada di dalam APBD.

“Awalnya itu saya ikut daftar seleksi yang dibuka sama Pak Ahok, setelah itu diwawancara dan kemudian magang selama lebih kurang enam bulan. Ketika magang selesai dan kinerjanya bagus juga tenaganya dibutuhkan gubernur, langsung bisa jadi stafnya,” ujar Rian.

Lewat akun Twitter miliknya, Rian sendiri meminta Anies berhenti beretorika dan bekerja sebaik mungkin menjalankan tugasnya sebagai gubernur DKI.

“Masa ber retorika udah jauh lewat… Kampanye sudah lama selesai. Lebih baik KERJA KERJA KERJA, Pak @aniesbaswedan. Mendingan fokus jagain anggaran kita dan cegah koruptor kuasai proyek2 di @DKIJakarta,” cuit Rian di akun @rianernesto, Selasa (21/11/2017), pukul 16.26 WIB.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ingin Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) digaji APBD, bukan dari perusahaan swasta.

Baca juga: Kesal Dikritik Soal APBD 2018, Anies Tuding TGUPP Ahok Dibiayai Swasta

Oleh karena itu, dalam R-APBD DKI Jakarta 2018, Anies memasukkan anggaran honor untuk anggota TGUPP Rp 28 miliar. Padahal, pada rancangan draf yang belum dibahas di DPRD DKI Jakarta angka tersebut hanya Rp 2,3 miliar.

“Sekarang Anda cek saja di berita-berita dulu, dulu dibiayai siapa? Anda bandingkan saja. Lebih baik Anda bandingkan dan lihat dulu dibiayai dengan siapa, sekarang dengan siapa,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (21/11/2017).

Anies tidak menjelaskan apakah yang dia maksud adalah staf pribadi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Anies hanya menegaskan penggunaan dana APBD untuk gaji timnya membuat mereka 100 persen kerja untuk Pemprov DKI Jakarta.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

%d blogger menyukai ini: