Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Tanpa Jejak Rekam Negatif, Hakim Kusno Pimpin Praperadilan Novanto

Hakim Kusno, Wakil Ketua PN Jaksel

Hakim Kusno, Wakil Ketua PN Jaksel. (pn-jakartaselatan.go.id)

Anekainfounik.net. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menunjuk wakil ketuanya, Kusno sebagai hakim tunggal yang akan memeriksa dan mengadili perkara praperadilan Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Sidang pertama praperadilan Novanto akan dimulai pada 30 November mendatang.

PN Jaksel mempertimbangkan kasus Novanto menjadi atensi publik sehingga diambil unsur pimpinan untuk mengadili perkara tersebut.

“Mungkin pertimbangannya bahwa ini adalah kasus yang menjadi perhatian masyarakat sehingga mungkin pimpinan, mengangggap agar lebih, gimana ya, artinya lebih teliti dalam periksaaannya gitu,” kata Humas PN Jaksel, Made Sutrisna, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (21/11/2017), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

“Artinya seperti itu ya, artinya kasus yang manarik perhatian masyarakat seringnya diambil alih oleh langsung pimpinan. Wakil maupun ketua, seperti yang sudah berjalan,” imbuhnya.

Made mengatakan Kusno telah berpengalaman 26 tahun menjadi hakim di beberapa daerah. Kusno pernah menjadi Ketua Pengadilan Pontianak pada tahun 2016. Sebelumnya Kusno juga pernah menjadi hakim anggota di PN Jaksel.

“Wakil PN, Pak Kusno ini adalah hakim yang telah berpengalaman 26 tahun kurang lebih menjadi hakim dan melanglang buana ke daerah sampai masuk ke kota besar. Kemudian ke daerah lagi dan yang terakhir beliau adalah ketua PN Pontianak. Kemudian dari situ lah beliau dipromosi menjadi Wakil PN Jakarta Selatan,” imbuh Made.

Lalu bagaimana rekam jejak hakim Kusno? Made menyebut Kusno tidak memiliki catatan negatif selama menangani perkara.

“Jadi pengalamannya sudah cukup lah dan dalam pengetahuan kami catatan beliau tidak ada negatif tentang penanganaan perkara,” ujar Made.

Dilansir detikcom, Kusno pernah menjadi hakim tunggal yang memeriksa dan mengadili gugatan praperadilan Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri (DJM) Irfan Kurnia Saleh dalam kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter AW-101. Dalam putusan yang diketok pada (10/11) lalu, Kusno menolak seluruh permohonan pemohon.

Pada 2010, Kusno menolak permohonan praperadilan kasus mafia pajak. Saat itu, yang menjadi pemohon adalah tersangka Haposan Hutagalung.

Di tahun 2012, Kusno juga menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh John Kei. Saat itu, Kusno menjadi Ketua Majelis Hakim yang menangani perkara pembunuhan tersebut.

Di tahun yang sama, Kusno pernah memvonis adik ipar Malinda Dee, Ismail bin Janim, dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang.

Perlu diingat, praperadilan tak membahas perkara inti tetapi soal pengujian terhadap sah atau tidaknya penetapan seseorang sebagai tersangka kasus tertentu, tidak peduli seberapa banyak dan kuat alat bukti jadi dasar penetapan tersebut. Jadi, peluang Novanto untuk bebas masih terbuka lebar.

Yang pasti, bola panas kini berada di tangan Kusno. Komisi Yudisial (KY) pun pasti mengawasi ketat sidang yang akan mendapatkan perhatian publik.

Kusno mungkin akan jadi pembeda jalannya kasus Novanto, setidaknya ia tidak punya catatan kontroversial sepanjang karirnya seperti hakim tunggal pengabul praperadilan Novanto, Cepi Iskandar, yang sudah empat kali dilaporkan ke KY sebelum kasus praperadilan Novanto.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: