//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Demi Revolusi Putih Prabowo, Anies Anggarkan Rp 885 M Subsidi Susu

Prabowo menyalami Anies Baswedan usai pelantikan Gubernur DKI Jakarta

Prabowo menyalami Anies Baswedan usai pelantikan Gubernur DKI Jakarta. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Gubernur DKI Jakarta menganggarkan Rp 885 miliar untuk subsidi susu dan ikan beku di APBD 2018. Hal ini mengingatkan kembali ide Revolusi Putih yang dilontarkan Prabowo Subianto sejak Pilpres 2014 dan sempat menjadi perdebatan.

Subsidi susu ini terdengar ketika Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Darjamuni diwawancara wartawan terkait keluhan PD Dharma Jaya yang tidak mendapat dana penyertaan modal daerah untuk membeli daging. Selain susu, juga ada pembagian ikan beku. Darjamuni menegaskan Pemprov DKI menjamin penerima KJP tetap akan menerima daging bersubsidi.

“Kami sudah menganggarkan itu 2018 untuk daging bersubsidi. Bahkan tahun 2018 kita tambah produknya, ada dua produk lagi, yaitu susu dan ikan beku,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Darjamuni di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).

Darjamuni mengatakan telah tersedia anggaran Rp 885 miliar. Anggaran tersebut akan dibagikan kepada 700 ribu warga.

“(Penerima) bukan hanya KJP. Jadi penerima KJP, penghuni rumah susun, lansia, dan buruh yang UMP nanti, disabilitas juga. Datanya sedang kita collect semua. Insyaallah kita bisa mulai di bulan Januari 2018,” terangnya.

Untuk diketahui, Revolusi Putih menjadi salah satu program unggulan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sejak 2009. Program itu kini kembali digaungkan dan diusulkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Usulan itu disampaikan oleh Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo yang mendatangi langsung Anies di Balai Kota pada Kamis 26 Oktober 2017. Dia menyebut Anies bahkan sudah setuju dengan program tersebut.

“Kami tadi sempat ketemu Pak Anies. Kami bicara cukup lama. Saya sampaikan beberapa hal dan beliau sudah setuju. Pertama adalah program tambahan makanan untuk pelajar sekolah,” kata Hashim setelah bertemu dengan Anies saat itu.

Ia menjelaskan semua pelajar di DKI Jakarta baik dari sekolah negeri maupun swasta yang tidak mampu akan dapat makanan gratis melalui gerakan Revolusi Putih ini.

Pada Jumat, 24 November 2017 pagi ini di SD Negeri 12 Pagi Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan, Anies datang untuk menyerahkan secara simbolis susu dan telur gratis kepada masyarakat tidak mampu.

Pemberian subsidi idahului dengan pidato dari Kepala Sekolah SDN 12 Cilandak Barat Saimin dan Ketua Umum Bidadari Indonesia Monica Haryanto. Acara penyerahan subsidi Revolusi Putih tersebut memang digelar oleh Bidadari Indonesia, kelompok pendukung Anies Baswedan dalam Pilkada 2017.

Menurut Anies Baswedan, pemberian susu kegiatan ini “Ini adalah kegiatan pemberian asupan karena kita perlu pastikan anak-anak kuat secara fisik, dengan begitu tumbuh fisiknya, intelektualnya, dan karakternya,” kata Anies Baswedan dalam pidatonya.

Kontroversi Revolusi Putih

Anies Baswedan juga pernah menerapkan Revolusi Putih saat dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Program itu kini hendak dibawa lagi ke Jakarta. Anies pun setuju karena menurutnya Revolusi Putih sesuai dengan slogan ‘Maju Kotanya, Bahagia Warganya’.

“Itu pernah jadi program di pemerintah pusat, waktu saya jadi Menteri Pendidikan, salah satunya program kami membuat yang namanya program makanan sehat untuk anak-anak. Ada yang bentuknya sarapan. Itu tadi usulan. Kita terima usulannya. Nanti kita lihat di Jakarta implementasinya seperti apa, bertahap,” kata Anies di Balai Kota.

Rupanya program Revolusi Putih gagasan Prabowo tersebut mendapat pertentangan dari Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Nila menyarankan agar susu yang berasal dari sapi bisa substitusi dengan ikan.

“Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dapat dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana?” kata Menkes di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, pada Kamis 26 Oktober 2017.

Kandungan susu, kata Nila, tak hanya protein saja. Selain itu ada lemak dan juga glukosa (gula). Menurut Nila, susu bisa digantikan dengan ikan yang juga kaya akan protein. Jumlah ikan di Indonesia lebih banyak ketimbang sapi perah.

“Jadi kalian harus mau makan ikan. Bu Susi (Menteri Perikanan dan Kelautan) sudah capek-capek nenggelamin kapal (pencuri ikan), masa kalian tidak mau makan ikan?” ujar Nila.

Pernyataan Nila sempat disanggah Waketum Gerindra Fadli Zon. Fadli Zon membalas kritik Menkes Nila F Moeloek serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal gerakan ‘Revolusi Putih’ gagasan Prabowo Subianto. Fadli menilai semestinya Menkes dan Susi tak membenturkan gerakan minum susu dengan konsumsi ikan.

“Seharusnya Menteri Kesehatan atau Menteri Kelautan dan Perikanan tidak membenturkan konsumsi susu dengan konsumsi ikan. Apalagi usulan gagasan Revolusi Putih kepada Gubernur DKI Jakarta itu ditujukan untuk perbaikan gizi anak-anak di DKI, bukan untuk 250 juta penduduk Indonesia,” ujar Fadli melalui keterangan tertulis, Senin (30/10/2017).

Atas kritik dari Menkes Nila, Hashim yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra menemui Nila untuk menjelaskan soal konsep Revolusi Putih. Ia didampingi salah satu anggota Komisi IX dari fraksi Gerindra Suir Syam.

“Saya memang meminta waktu bertemu Menkes, untuk menjelaskan mengenai Revolusi Putih ini,” kata Hashim dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (3/11/2017).

Hashim mengatakan gagasan revolusi putih muncul atas keinginan untuk pemerataan gizi anak-anak Indonesia. Dengan gizi yang cukup Hashim yakin anak-anak Indonesia tumbuh sehat, menjadi insan berprestasi, dan berdaya saing tinggi.

“Itulah yang melatar-belakangi gagasan Revolusi Putih, sebagai solusi tingkatkan kesehatan dan prestasi bangsa yang pernah disampaikan dan dilaksanakan oleh Prabowo Subianto dan Partai Gerindra sejak tahun 2008,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) juga sempat mengkritik soal revolusi putih. Ia meminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto kembali menjelaskan definisi revolusi putih yang digagasnya. Sebab, frasa ‘revolusi putih’ gagasan Prabowo bisa multitafsir.

“Perlu juga mendapatkan penjelasan lebih detail dari beliau (Prabowo Subianto) ‘revolusi putih’ yang beliau maksudkan bagaimana, karena ini juga satu ungkapkan yang bisa punya multitafsir dan yang beragam-beragam. Menurut saya, biarlah beliau jelaskan dulu,” ujar Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Penjelasan terkait revolusi itu akhirnya dijawab oleh Prabowo. Dikutip dari akun Facebook resmi Prabowo Subianto, Kamis (26/10/2017), Revolusi Putih adalah pemikiran Prabowo dan Partai Gerindra untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat.

Salah satu caranya menjadikan susu sebagai konsumsi rakyat Indonesia setiap hari. Kata ‘putih’ dalam Revolusi Putih identik dengan warna susu.

Dengan gerakan ini, diharapkan anak-anak Indonesia dapat menjadi generasi penerus yang kuat dan cerdas dalam mengemban amanat-amanat kebangsaan pada masa-masa berikutnya.

“Kita jangan melihat hasilnya sekarang. Tunggu 10 sampai 15 tahun mendatang, jika gerakan ini simultan, yakinlah generasi kita akan menjadi generasi yang mumpuni. Hal itu juga sudah dilakukan India dan China,” kata Prabowo dalam posting akun FB-nya pada 21 Oktober 2012.

Setelah itu, muncul isu yang mengaitkan gerakan itu dengan PT Susu Nusantara yang disebut-sebut milik. Benarkah Waketum Gerindra Fadli Zon duduk sebagai komisaris perusahaan milik Prabowo dan adiknya Hashim.

“Oh dulu itu,” kata Fadli Zon menjawab pertanyaan apakah dirinya merupakan komisaris PT Susu Nusantara. Wawancara dengan Fadli Zon terjadi di Gedung Nusantara III, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Fadli membenarkan pernah menjadi bagian dari PT Susu Nusantara. Namun dia menegaskan perusahaan itu tak ada kaitannya dengan Partai Gerindra.

“Tidak ada aktivitas, waktu itu aktivitasnya setahun apa dua tahun ya, belum ada Partai Gerindra lah,” kata Fadli.

Lalu apakah Revolusi Putih memang bertujuan untuk memperbaiki gizi warga terutama anak-anak sekolah? Atau ada udang di balik batu seperti pembagian ‘kue’ di APBD 2018?

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: