Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Kini Jendela Balai Kota DKI Tertutup dan Wartawan Dilarang ke Lantai 2

Jendela Balai Kota DKI ditutup gorden

Jendela Balai Kota DKI ditutup gorden. (Suara Pembaruan/Deti Mega Purnamasari)

Anekainfounik.net. Tidak seperti di era Basuki Thajaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, balai kota DKI Jakarta kini tertutup untuk wartawan dan warga. Sejak Kamis (23/11/2017), jendela pintu kaca di pendopo Balai Kota DKI Jakarta ditutupi gorden berwarna putih.

Dilansir anekainfounik.net dari Suara Pembaharuan, gorden tersebut menjuntai menutupi seluruh jendela pintu kaca di pendopo yang berjumlah enam sejak kemarin pagi. Namun hingga Sabtu (25/11/2017) ini, gorden itu masih terpasang.

Salah seorang pegawai mengatakan, gorden tersebut dipasang supaya tidak ada warga yang mengintip aktivitas di dalam. Pasalnya setiap hari kerap datang warga ke Balai Kota untuk menyampaikan aduannya.

“Supaya warga tidak ngintip-ngintip,” ujarnya.

Dari pendopo Balai Kota, melalui jendela pintu kaca itu memang bisa langsung terlihat area ruang tunggu tamu Gubernur. Namun area tersebut baru terlihat jelas apabila dilihat dengan jarak yang dekat dari jendela kacanya.

Tidak hanya itu, di ruang tunggu juga jarang dilakukan aktivitas penting. Biasanya yang berada di sana hanya ada dua orang petugas pengamanan dalam (pamdal) yang berjaga. Namun belakangan, di era Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat ia menjamu tamu kerap dilakukan di ruang tunggu tersebut.

Pemandangan itu tentu saja berbeda dengan periode kepemimpinan sebelumnya, bahkan jauh sebelum itu. Terutama di era Jokowi-Basuki-Djarot, jumlah warga setiap harinya yang datang ke Balai Kota selalu melimpah. Namun ruangan jendela pintu kaca tersebut sama sekali tak pernah ditutupi sehelai benang pun, meski terkadang ada warga yang mengintip.

Apabila menjamu tamu dan bersifat internal, Jokowi-Basuki-Djarot kerap melakukannya di ruangan seberang Ruang TPUT. Namun jika jumlahnya banyak dan bersifat terbuka mereka biasa menjamunya di Balai Agung.

Tak hanya itu, seperti dilaporkan beritasatu.com, sejak Kamis (26/10/2017), wartawan yang meliput berita di Balai Kota tidak diperbolehkan lagi mewawancarai narasumber, terutama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di depan ruangannya di Gedung Blok B, Lantai 2, Balai Kota DKI Jakarta.

Kini wartawan yang akan doorstop Wagub hanya diperbolehkan di lantai bawah atau di Balairung. Tidak hanya dilarang wawancara di depan ruangan wagub, wartawan juga dilarang sekedar duduk menunggu di depan ruangan tersebut. Padahal biasanya, para wartawan yang hendak mewawancarai wagub, di era Ahok-Djarot diperbolehkan menunggu dan wawancara di sana.

Kebijakan tertutup Anies dan Sandi ini memang patut dipertanyakan karena saat kampanye, keduanya mengumbar janji transparansi atau keterbukaan dalam menjalankan semua program kerja mereka. Pada saat itu, Maret 2017 lalu, Anies menyebut sistem pemerintahan terbuka (open governance) yang akan dianutnya mencakup soal keterbukaan informasi dan partisipasi warga dalam membangun ibu kota.

Sejak awal menjabat pemimpin di DKI, keterbukaan Anies-Sandi dalam menjalankan programnya mulai dipertanyakan. Mulai dari sikap keduanya menghadapi kelanjutan proyek reklamasi Teluk Jakarta yang hingga kini masih belum jelas.

Anies bahkan sering menolak mengomentari pertanyaan jurnalis. Ia meminta media sabar menunggu aksinya, ketimbang bicara konsep.

Selain itu, rapat tertentu yang biasanya terbuka untuk media, sejak kepemimpinan Anies-Sandi, kini diselenggarakan secara tertutup. Awak media diperintahkan menunggu di luar ruang rapat. Rapat itu menjadi ‘haram’ untuk diliput.

Tak hanya itu, beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pun kini mulai sulit dimintai keterangan atas isu tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominfotik DKI Dian Ekowati menyebutkan bahwa kini aturannya adalah wawancara atau doorstop memang dikonsentrasikan berkumpul di Balairung.

“Itu hanya semata-mata lebih tertib dan tertata rapi. Sekarang memang di Balairung,” ujar Dian ketika dihubungi wartawan, Kamis (2/11/2017), seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: