Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Sempat Membantah, Sandi Kini Akui Ombudsman Soal Permainan di Tanah Abang

Sandiaga Uno di Jakarta Creative Hub

Sandiaga Uno di Jakarta Creative Hub. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Pihak Ombudsman RI membeberkan hasil investigasinya soal dugaan ‘permainan’ oknum Satpol PP dengan PKL Pasar Tanah Abang di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2017). Paparan dari hasil investigasi ini sudah disampaikan Ombudsman pada Kamis, 2 November kepada pihak Pemprov DKI, yang diwakili Kepala Bagian Biro Hukum Saut Purba, Inspektur Pembantu Bidang Investigasi Provinsi DKI Nirwani Budiati, dan Kasubag Umum Satpol PP Lusi A.

Walaupun terbukti ada temuan kongkalikong anggota Satpol PP dengan preman, pihak Satpol PP membantah hal tersebut.

“Kami telah melakukan pengecekan dan tanya semua anggota di lapangan bahwa kami sampai saat ini belum menemukan adanya permainan yang dikatakan antara Satpol dengan oknum preman,” ujar Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Rahmat E Lubis dalam jumpa pers di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Tanah Abang, Senin (27/11).

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno juga sempat membantah hal tersebut. dan mengatakan temuan Ombudsman tersebut terjadi di masa pemerintahan sebelumnya.

“Kejadiannya Agustus, sebelum kami (Anies-Sandi) bertugas,” ujar Sandiaga di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (26/11), dilansir anekainfounik.net dari Tempo.co.

Bahkan, Sandi menyebut, jika mereka tidak bersalah, Sandi akan membela.

“Kalau misalnya ini adalah penyamaran atau tidak benar, kami angkat. Yang benar itu harus benar, yang salah itu yang salah,” kata Sandi.

Ia meminta Satpol PP tetap semangat walaupun disorot.

“Teman-teman (Satpol PP) lagi disorot tetapi jangan down ya. Kalian harus tetap siap-siap, siap enggak?” ujarnya.

Bahkan sehari sebelumnya, Sandi menyebut adanya praktik pungutan liar ( pungli) yang dilakukan oknum Satpol PP masih bersifat dugaan.

“Belum ada namanya, belum ada (penyebutan) by name, by address. Jadi, (pungli oleh Satpol PP) masih dugaan-dugaan, walaupun ada videonya,” ujar Sandi di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017), dilansir dari Tribunnews.com.

Kini setelah masalah ini menjadi polemik dan viral di media sosial terutama setelah Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Haji Lulung) dan pihak Ombudsman ‘berbalas pantun’ di media, Sandi kini menyebut tak mau beradu argumen dengan pihak Ombudsman. Dia pun sependapat dengan Ombudsman bahwa Satpol PP tidak menjalankan perda sehingga banyak PKL menjamur di Tanah Abang.

“Setuju banget, setuju banget. Perda, setuju banget. Jadi itu (temuan Ombudsman jadi) masukan. Kita akhiri polemik. Jadi Satpol PP punya poin, Ombudsman juga poin, ada. Kita buat lebih baik ke depan. Kalau cuma bersilang pendapat di media, nggak ada pembelajaran,” papar Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).

Temuan Ombudsman dianggap sebagai masukan yang berharga untuk perbaikan kinerja Satpol PP ke depan. Sandiaga pun mengingatkan, temuan itu tidak tertuju pada satu orang saja.

“Baik sekali masukannya. (Pemprov DKI Jakarta) pastikan ke depan kinerjanya (Satpol PP) lebih baik. Juga untuk Satpol PP jangan down, karena ini mungkin tujuannya adalah memperbaiki secara keseluruhan, bukan person to person,” terang dia.

Sandiaga mengatakan akan mengevaluasi kinerja Kasatpol PP Yani Wahyu. Namun bukan dalam bentuk peringatan atau pemecatan (mutasi). Sebagai bentuk evaluasi, Yani hanya diminta memberikan laporannya terkait pengelolaan PKL di Pasar Tanah Abang.

“Ada (evaluasi Kasatpol PP). Nanti Pak Yani bisa membuat laporan tersendiri. Kita harapkan ke depan Satpol PP bisa membangun citra untuk betul-betul menjadi pamong praja, menjadi pelayan masyarakat,” jelas Sandiaga.

Sebagai informasi, Ombudsman pernah memutar dua video investigasi yang dilakukan di Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, dan kawasan sekitar Mal Ambasador pada 9-10 Agustus 2017.

Di video yang diputar di kantor Ombudsman, Jumat (24/11/2017), tampak PKL memenuhi badan jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan mengganggu pejalan kaki di trotoar.

Ada juga video perbincangan investigator Ombudsman dengan preman dan oknum Satpol PP. Saat berbincang, investigator Ombudsman mengaku berencana membuka lapak berdagang.

“Semua jadwal kan ada sama saya, jadwal razia. Ini tanggalnya…Jadwal razia udah buat saya, entar gw kasih tahu, jam berapa entar ditelepon,” kata seseorang yang diduga preman saat berbincang dengan investigator Ombudsman yang melakukan penyamaran.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: