//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Hibahkan Rp 40 M ke Himpaudi yang Beralamat Tak Jelas, Anies: Ini Keberpihakan!

Anies Baswedan dan  Sandiaga Uno di Gedung DPRD DKI

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Gedung DPRD DKI. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan hibah Rp 40,2 miliar untuk Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Pada akhirnya dana hibah itu memang tetap dianggarkan dalam R-APBD 2018.

Himpaudi DKI sebagai yayasan yang menerima hibah tidak mempunyai alamat kantor yang jelas dan masih menumpang di edung Graha Tegap, milik PT Tegap Mitra Nusantara yang merupakan perusahaan penyedia jasa penyaluran tenaga kerja. Ironisnya, di Graha Tegap, Himpaudi DKI menempati ruangan berukuran sekitar 3×4 meter di lantai paling atas. Ruang tersebut dilengkapi dengan sebuah meja kerja dan tiga buah kursi.

Meski kantor dan alamatnya tak jelas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut hibah ini adalah soal keberpihakan. Klaimnya, ini pertama kalinya Himpaudi mendapatkan hibah.

“Ini adalah pertama kali untuk pendidikan di PAUD, dan ini soal keberpihakan. Pendidik PAUD adalah pendidik yang jarang dapat perhatian. Bahkan tidak pernah dapat hibah pertama kali,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017), dilansir anekainfounik.net dari detikcom.

Anies mengatakan selama ini pendidik PAUD jarang mendapat perhatian dan tidak pernah mendapat hibah. Karena itu, Anies memberikan hibah kepada guru PAUD dengan nilai Rp 500 ribu per guru dengan total alokasi Rp 40,2 miliar, yang disalurkan lewat Himpaudi.

“Kini baru kita mulai diributin. Ini mau memberi pendidik-pendidik paling awal dan jalurnya kita coba lewat Himpaudi. Kita pertama kali nih, kita mau bagi satu-satu nggak mungkin. Jadi lewat himpunan, asosiasi guru, sama seperti yang lain,” terangnya.

Soal lokasi kantor Himpaudi, Anies tidak mempermasalahkannya apabila menumpang di kantor lain karena itu bukan hal yang aneh. Anies mengatakan PAUD kekurangan dana sehingga tidak mempunyai kantor yang layak. Meski begitu, tetap diperlukan verifikasi.

“Soal verifikasi, menurut saya, penting. Inilah contoh sebuah asosiasi para pejuang yang tidak pernah dapat perhatian. Ini bukan organisasi yang kelebihan uang yang punya kantor mapan yang punya uang banyak. Mereka itu selalu numpang jadi sekretariatnya selalu numpang, jadi bukan hal yang aneh-aneh,” papar Anies.

Baca juga: Sandi Tak Masalah Alamat Penerima Hibah PAUD Rp 40 M Tak Jelas

Anies mengingatkan dana hibah tersebut baru masuk perencanaan dalam APBD 2018. Dia mengatakan, bila ditemukan kesalahan, akan segera ditindaklanjuti.

“Satu lagi, belum ada transfer. Ini baru menuliskan rencana. Ketika rencana alamatnya salah, keliru, ya tinggal dikoreksi,” kata Anies.

“Kecuali kalau kita sudah mengirimkan dan salah, beda sekali, kenapa? Karena ini baru pertama kali, dulu nggak pernah dikasih karena itu saya merasa alhamdulillah ini adalah tangan Tuhan kepada bangsa Indonesia betapa guru PAUD tak pernah diperhatikan, bahkan kantornya lokasinya pinjam,” pungkasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: