//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Mirip Pidato Anies, Rizieq di Reuni 212: NKRI Bersyariah, Pribumi Jadi Tuan Rumah

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab

Anekainfounik.net. Imam besar Front Pembela Islam Muhammad (FPI) Rizieq Shihab menyampaikan pidato dalam acara Reuni Aksi 212 melalui sambungan telepon dari tempatnya bermukim di Arab Saudi.

Kepada ratusan pendukungnya itu, ia berpesan untuk memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah.

“Banyak yang menganggap NKRI bersyariah ingin mengganti pancasila, ingin membubarkan NKRI. Itu semua fitnah, dusta bohong yang dibuat oleh mereka yang anti syariat islam,” ucapnya melalui sambungan telepon yang diperdengarkan di Monumen NasionaL, Jakarta, Sabtu (2/11).

Ia pun turut menjelaskan apa yang ia maksud sebagai “bersyariah” tersebut.

“NKRI bersyariah adalah NKRI yang beragama, bukan atheis, komunis atau tanpa agama. NKRI bersyariah adalah NKRI yang berketuhanan Yang Maha Esa, NKRI bersyariah NKRI menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa, yang sujud dan patuh pada Ketuanan Yang Maha Esa,” ujar Rizieq.

Rizieq menegaskan, NKRI bersyariah adalah NKRI yang melindungi rakyat dari segala produk yang haram. Tak lupa, NKRI bersyariah tidak mengkriminalisasi ulama.

“NKRI bersyariah adalah NKRI yang melindungi umat Islam dari segala produk yang haram, baik makanan dan minuman serta obat-obatan terlarang. NKRI bersyariah adalah NKRI yang mencintai ulama, bukan mengkriminalisasi atau menterorisasi mereka,” papar Rizieq.

Rizieq juga menekankan pula, ‘NKRI Bersyariah’ itu berdasarkan UUD 1945 yang asli dan berdasarkan Piagam Jakarta. “‘NKRI Bersyariah’ adalah yang berdasarkan Pancasila dan (UUD 45 yang disahkan pada) 18 agustus 1945 asli yang dibuat Piagam Jakarta.”

Diketahui, Piagam Jakarta ini dibuat pada 22 Juni 1945. Perbedaannya dengan Pancasila adalah adalah pada sila pertama, “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

Tak hanya itu, Rizieq turut menyampaikan bahwa pribumi adalah tuan rumah di negeri sendiri dalam konsep NKRI bersyariah. Praktik korupsi hingga LGBT juga harus dilenyapkan dalam NKRI bersyariah.

“NKRI bersyariah adalah NKRI yang menjadikan pribumi sebagai tuan di negeri sendiri. NKRI bersyariah menjauhi dari ekonomi riba, NKRI bersyariah anti-korupsi, anti-judi dan narkoba, anti-pornografi, anti-prostitusi, anti-LGBT, anti-fitnah, anti-kebohongan, anti-kezaliman,” kata Rizieq.

Pidato soal pribumi ini sama persis dengan pidato Anies saat berpidato untuk pertama kalinya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 di kawasan Balai Kota Jakarta, Senin (16/10/2017) malam.

Saat itu, Anies Baswedan menyatakan, Jakarta jadi sedikit tempat di Indonesia yang merasakan penjajahan selama berabad-abad.

“Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini setelah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar dia.

Anies menambahkan, pihaknya akan melanjutkan kebaikan yang telah diletakkan para pemimpin Jakarta sebelumnya.

“Jakarta adalah ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka selayaknya ia menjadi cermin dan etalase dari semangat NKRI, semangat Pancasila dan semangat tegaknya konstitusi,” terangnya dia.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: