Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Anies-Sandi Akan Buat Aturan Larang Ornamen Natal di Pusat Keramaian

Sandiaga Uno saat menghadiri acara Maulid Nabi

Sandiaga Uno saat menghadiri acara Maulid Nabi. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Menjelang hari raya umat Kristen yang jatuh pada bulan Desember, pusat perbelanjaan dan gedung-gedung di Ibu Kota Jakarta biasanya dihias dengan ornamen dan atribut perayaan Natal. Hal ini tak disukai aktivis Front Pembela Islam (FPI).

Tak heran, setiap tahun, anggota FPI melakukan razia terhadap mall dan toko dalam pengunaan atribut natal tersebut. Sebagai contoh, pada akhir 2016 yang lalu, mereka mendatangi sejumlah mal di Kota Surabaya dengan dalih berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bak gayung bersambut, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang diketahui dekat dengan FPI, merespon hal ini dan akan menerapkan larangan ornamen natal di pusat keramaian.

Sang Wakil Gubernur, Sandiaga berjanji akan mengkaji aturan tersebut.

“Kita lihat (nanti),” kata Sandiaga singkat di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (3/12/2017), dilansir anekainfounik.net dari viva.co.id.

Sandiaga tak menjelaskan detail jikalau kebijakan Pemerintah Provinsi DKI nanti bakal mengeluarkan surat edaran atau instruksi Gubernur.

Dia hanya memastikan aturan dari Pemprov DKI itu akan dibuat sedemikian rupa agar tidak menimbulkan gejolak atau gesekan di masyarakat.

“Yang penting mempersatukan warga. Itu yang penting,” kata dia.

Sebagai gantinya, Sandi menyarankan warga mmembelinya di pedagang kaki lima (PKL).

“Kita harapkan penjualan ornamen-ornamen oleh PKL bisa juga meningkatkan pendapatan mereka dan bisa menampung lapangan kerja yang sekarang ini memang di beberapa wilayah Jakarta kita khawatirkan ada pelemahan,” kata Sandi.

MUI sendiri menyambut baik rencana tersebut.

“Wagub Sandi silakan katanya mau menata itu. Saya baca (beritanya) hari ini, dia mau menata itu,” kata Sekjen MUI, Anwar Abbas, Senin (4/12/2017), seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Anwar menyebut haram hukumnya bagi umat Muslim mengenakan atribut keagamaan umat agama lain.

“Imbauan ini sama seperti tahun 2016. Kami hanya mengingatkan karena tahun kemarin (penggunaan atribut natal) cukup diperhatikan,” ujar Anwar.

Anwar pun berharap pihak kepolisian dapat membantu sosialisasi larangan itu kepada pihak perusahaan agar tak memaksa karyawan menggunakan atribut natal. Dia meyakini, langkah ini merupakan cara yang tepat bagi semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Jangan karena hal yang tidak substansial sampai menganggu kerukunan umat beragama,” ucapnya.

Iklan

Diskusi

2 thoughts on “Anies-Sandi Akan Buat Aturan Larang Ornamen Natal di Pusat Keramaian

  1. bodok bodok,,,

    susah juga,,mw menonjol sx d stiap sisi,,,

    Posted by mr,yoh | Desember 7, 2017, 3:32 am
  2. Hadist sangat jelas melarang ummat islam supaya tidak bernyanyi dan mendengarkan musik , memajang photo di dinding rumah juga termasuk hal yg dilarang bagi ummat islam … tetapi MUI tidak pernah membuat fatwa larangan mendengarkan musik dan memajang photo di dinding rumah .
    ( Malah haji rhoma irama melakukan dakhwa lewat musik ) Aneh sekali ..?

    Posted by Edward | Desember 9, 2017, 2:34 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: