//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Seperti Tito, Jokowi Sudah Lama Siapkan Marsekal Hadi Jadi Panglima?

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Presiden Joko Widodo memilih Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Proses pemilihan sosok KSAU ini dianggap mirip saat Jokowi memilih Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Setelah Tito, Hadi menjadi contoh lanjutan dari gaya Jokowi yang mempromosikan jenderal muda menjadi pemimpin. Lihat saja, usianya keduanya relatif muda untuk memegang tampuk kekuasaan di kesatuannya. Marsekal Hadi merupakan perwira TNI AU angkatan 1986. Pria kelahiran 8 November 1963 itu masih lama untuk menuju pensiun. Sementara, Tito setahun lebih muda, ia lahir pada 26 Oktober 1964 dan merupakan lulusan AKABRI angkatan 1987.

Proses kenaikan jabatannya sejak Jokowi menjadi presiden pun hampir sama. Keduanya seolah-olah sudah dipersiapkan menjadi pemimpin di TNI dan Polri. Ya, karir keduanya semakin moncer saat Jokowi menjadi presiden. Walaupun demikian, Tito juga mempunyai karir cemerlang sebelum Jokowi menjabat dan mendapat kenaikan pangkat luar biasa usai melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Kota Batu, Jawa Timur, 9 November 2005.

Sementara, karir Hadi mulai meroket setelah didapuk sebagai Sekretaris Militer (Sesmil) Presiden tak lama setelah Jokowi resmi menjadi RI-1. Hadi setia mendampingi Jokowi pergi dalam setiap tugas dinasnya. Pada penugasannya ini, pangkat Hadi naik menjadi marsekal muda (marsda).

Tak lama menjadi Sesmil, Hadi lalu mendapat promosi sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertahanan. Dia langsung menyandang bintang tiga di pundaknya, yakni marsekal madya (marsdya). Tercatat, dalam kurun waktu 3 tahun, Hadi dua kali mendapat promosi.

Sejumlah kasus korupsi di Kemenhan terkuak di era Hadi menjabat sebagai Irjen Kemenhan. Sebut saja soal kasus penyelewengan dana pembelian pesawat tempur F-16 dan helikopter Apache yang melibatkan pejabat Kemenhan bernama Brigjen Teddy Hernayadi.

Hanya tiga bulan menjabat sebagai Irjen Kemenhan, Hadi pun kemudian dipilih menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) hingga saat ini. Hadi dilantik sebagai KSAU pada Rabu, 18 Januari 2017 menggantikan Marsekal (Purn) Agus Supriatna.

Sama seperti Tito, banyak pihak menilai Marsekal Hadi memiliki rekam jejak yang bagus.

“Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kalau dilihat masa dinasnya di antara kepala staf angkatan, termasuk yang masih lama. Rekam jejak beliau sebagai KSAU juga bagus, seperti keberhasilannya merevitalisasi alutsista TNI AU lebih modern dan tangguh sesuai zamannya,” ucap Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari dalam keterangan tertulis, Senin (4/12/2017), seperti dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Sejumlah kasus korupsi di Kemenhan memang terkuak di era Hadi menjabat sebagai Irjen Kemenhan. Sebut saja soal kasus penyelewengan dana pembelian pesawat tempur F-16 dan helikopter Apache yang melibatkan pejabat Kemenhan bernama Brigjen Teddy Hernayadi.

“Kasus ini jadi pintu masuk kita (bongkar dugaan korupsi di Kemenhan),” ujar Hadi pada 2016.

Selain itu, baik Tito dan Hadi mampu menjawab kepercayaan Jokowi dengan baik. Keduanya disebut-sebut mampu dan tanggap membaca sejumlah kode dari Jokowi. Lihat saja saat Tito menjalankan tugas sebagai Kapolri di saat aksi demo anti Basuki Tjahaja Purnama berjilid-jilid yang dikhawatirkan menjurus ke arah makar.

Di saat menjadi Kapolda Metro Jaya, Tito meminta jajarannya untuk blusukan mengurai kemacetan setiap Senin pagi dibandingkan melakukan Apel Pagi. Dengan pengalamannya yang mendalam soal terorisme, tak kurang dari 5 jam Ibukota sudah kembali dikuasai dan kondusif saat teror bom dan penembakan di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat yang terjadi pada awal Januari 2016.

Sementara, Hadi dengan sigap menangkap sinyal dari Presiden Jokowi saat ada anak SD yang sakit ketika peresmian pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia dimulai pada Jumat (10/11) lalu.

Presiden Jokowi melihat sang anak muntah dan lemas saat dia berpidato. Dia langsung memberi kode kepada para ajudannya. Namun dengan sigap, justru Hadi yang maju ke depan dan membantu anak perempuan itu.

Baca juga: Profil KSAU Marsekal Hadi, Calon Tunggal Panglima TNI Pilihan Jokowi

Dari barisan paling belakang, Hadi langsung berlari kecil dan menggendong anak itu. Hadi kemudian membawanya ke bagian belakang.

“Takut keburu jatuh, kasihan,” ujar Hadi usai acara.

Saat dimintai konfirmasi bahwa dia yang paling sigap dan langsung mengerti kode Jokowi, Hadi punya jawaban sendiri. Dia mengaku sudah biasa membaca gerakan Jokowi.

“Saya biasa mendampingi Presiden, dan selalu membaca gerakan Bapak Presiden,” tutur Hadi.

Lalu apakah Hadi memang sudah lama disiapkan Jokowi untuk jadi Panglima TNI?

Menanggapi hal ini, juru bicara Presiden, Johan Budi SP, mengatakan penunjukan Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal Panglima TNI sudah dipertimbangkan dengan matang oleh Presiden Jokowi.

“Tentu Presiden punya pertimbangan-pertimbangan kenapa Pak Hadi yang dipilih,” kata Johan Budi saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Pusat, Senin.

Sementara, Jokowi menilai Hadi sosok yang kepemimpinannya kuat.

“Saya meyakini Beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya, yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” ujar Jokowi usai peresmian jalan Tol Soreang – Pasir Koja di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: