Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Mundur dari Pengacara Novanto, Otto: Membela Klien dengan Menyuap Itu Salah

Otto Hasibuan mundur dari pengacara Novanto

Otto Hasibuan mundur dari pengacara Novanto. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Satu per satu pengacara tim yang awalnya membela Setya Novanto kini hengkang. Mereka adalah tim yang dikepalai Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi yang kini tak lagi menjadi kuasa hukum Ketua DPR itu.

Publik pun bertanya soal alasan mereka mundur. Padahal, minggu depan tepatnya Kamis, 13 Desember 2017, Novanto akan menghadapi sidang pokok perkaranya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain itu, praperadilan Novanto juga masih berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Lagipula, hampir di setiap urusan berkaitan dengan Novanto, Fredrich selalu muncul. Ia pun terkesan membela mati-matian Novanto.

Saat Novanto disinggung melalui meme, Fredrich tampak di kantor polisi dan berujung pada pelaporan akun-akun di media sosial. Bahkan ketika Novanto mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit, Fredrich selalu menjadi garda terdepan menjelaskan kondisi kliennya itu.

Fredrich sedikit bercerita terkait dengan mundurnya Otto dan dia dari tim kuasa hukum Novanto. Menurutnya, ada tim kuasa hukum lain yang masuk dan mereka memutuskan mundur.

“Sekarang yang masuk kan jadi kuasa hukum kan selain saya kan Pak Otto, saya yang ngajak, tahu-tahu sekarang kan masuk Maqdir. Kemarin kita bicara sama Pak SN (Setya Novanto) dengan adanya Maqdir. Kita memberitahukan, ‘Pak satu kapal kan nggak boleh 2 kapten, kalau 2 kapten, yang satu maunya kanan, yang satu maunya kiri, kapalnya tenggelam,’ kan gitu kan,” ucap Fredrich, Jumat (8/12/2017), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Baca juga: Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi Mundur Jadi Pengacara Novanto

Sedangkan, Otto menyampaikan keputusannya untuk mundur dari tim kuasa hukum Novanto dengan diplomatif. Ia menyebut terkait tidak ada kata sepakat antara dirinya dengan Novanto terkait penanganan kasus yang membelit Novanto.

“Dalam perjalanannya, di antara kami dengan Setya Novanto, saya melihat belum ada kesepakatan ya. Tidak ada kesepakatan yang jelas tentang tata cara penanganan satu perkara,” ucap Otto.

“Sehingga kalau tidak ada kesepakatan yang pasti dan jelas tentang suatu perkara, tata caranya, maka itu dapat menjadi kerugian bagi dia dan saya,” imbuh Otto.

Publik pun bertanya soal kesepakatan tersebut. Disinyalir, baik Otto dan Fredrich menolak cara-cara kotor untuk memenangkan Novanto seperti menyuap hakim. Hal ini terlihat dari komentar Otto di bawah ini.

Dilansir Liputan6.com, saat memutuskan untuk membela Setya Novanto, dia ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa menangani kasus korupsi bisa menggunakan cara yang baik. Sama seperti, ucap dia, menangani kasus hukum lainnya.

“Yang penting cara menangani perkaranya itu bagaimana. Cara menangani perkara ini yang paling penting. Jadi kita harus menegakkan hukum dengan hukum yang baik. Itu sebabnya saya katakan kalau memang ada orang yang baik,” kata Otto Hasibuan.

Dia mencontohkan seorang pendeta yang terjerat kasus hukum akan terlihat salah jika dibela dengan cara yang tidak baik. “Pendeta atau ulama dibela, tapi dengan cara-cara menyuap yang salah, itu salah juga.”

Dia pun ingin membuktikan, pengacara dan klien tidak ada hubungannya dengan tidak kejahatan. Dia ingin menghilangkan persepsi advokat koruptor juga melakukan korupsi.

Otto juga ingin memberi contoh kepada pengacara-pengacara baru bagaimana menegakkan integritas. Oleh karena itu, dulu, dia bersedia mengambil kasus Setya Novanto.

“Pengunduran diri ini harus menjaga independensi saya, integritas saya, kemandirian saya. Jadi demi kepentingan klien dan menjaga kemandirian dan integritas saya, maka saya harus mengundurkan diri,” ucap Otto Hasibuan.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: