Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Tak Tayangkan Video Rapat di Youtube, Anies Harus Ubah Pergub Buatan Ahok

Anies Baswedan yang tak lagi mengunggah video di Youtube

Anies Baswedan yang tak lagi mengunggah video di Youtube. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menyebut tidak mengunggah video rapat pimpinan dan kedinasan ke Youtube. Alasannya, pembahasan yang ada di dalam rapat pimpinan seringkali belum matang. Dengan demikian belum bisa diakses publik.

Padahal sejak masa kampanye Pilgub DKI 2017, Anies-Sandi berjanji akan mengelola pemerintahan secara terbuka atau transparan. Bahkan Anies sempat mengkritik Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dia nilai belum menerapkan open government.

Namun, Sandi tidak ingin Pemprov DKI disebut tertutup. Ia menganalogikan pemerintahan yang transparan itu dengan istilah open kimono.

“Kami open kimono. Open kimono itu istilah, enggak ada yang kami tutup-tutupi, kami buka semuanya. Kalau di Indonesia open kebaya-lah,” ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (8/12/2017) malam, dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Sandi mengatakan, mengunggah video rapat ke akun YouTube lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Menurutnya, banyak pihak yang bakal menjadikan video itu sebagai meme, baik yang mendukung maupun tidak mendukung Anies dan dirinya pada Pilgub DKI yang lalu sehingga mereka saling memprovokasi.

“Kami melihat manfaat dan mudaratnya. Kemarin, mengunggah (video rapim) pertama itu jelas sekali mudaratnya lebih banyak daripada manfaatnya,” ujar Sandi.

Kata Sandi, warga masih boleh melihat rapat-rapat pimpinan, syaratnya harus mengajukan surat. Dia mempersilakan warga mengirim surat ke Diskominfo DKI jika ingin melihat video-video itu.

“Saya sudah bilang sama Bu Dian (Kadis Kominfotik), kami enggak ada yang nutup-nutupin, siapa yang mau datang silakan tulis surat, kami kasih, we’re open kimono, open kebaya, enggak ada yang ditutup-tutupin,” kata Sandi.

Jika ada masyarakat yang menyalahgunakan informasi dari video itu, Pemprov DKI bisa mengetahui siapa yang menyalahgunakan. Sandi yakin masyarakat akan terus terpecah jika video rapat diunggah ke Youtube.

“Kalau sekarang semuanya bisa, bisa dipermainkan begitu, enggak akan habis-habisnya ini, akan terpecah belah,” kata dia.

Hal itu bertentangan dengan keinginannya untuk menyatukan warga Jakarta.

“Kita cool down, kita jangan memanaskan, malah kita harus meredam, menyejukkan dan meneduhkan suasana mulai dari Balai Kota sampai ke seluruh wilayah Jakarta,” ujar Sandi.

Walaupun demikian, Anies harus membatalkan atau mengubah peraturan gubernur (Pergub) yang ditandatangani Ahok pada 16 Agustus 2016.

Pergub yang dimaksud adalah Pergub Nomor 159 Tahun 2016 tentang Penayangan Rapat Pimpinan dan Rapat Kedinasan Pengambilan Keputusan Terkait Pelaksanaan Kebijakan pada Media Berbagi Video.

Pergub itu bisa diakses melalui laman jdih.jakarta.go.id milik Pemprov DKI Jakarta.

Media berbagi video yang biasa digunakan Pemprov DKI Jakarta saat itu adalah YouTube. Pemprov DKI Jakarta memiliki akun YouTube resmi bernama Pemprov DKI Jakarta.

Pada Pasal 2 poin kedua pergub tersebut tertulis tujuan penayangan video untuk menjamin hak warga agar bisa mengetahui proses kebijakan publik, pengambilan keputusan, dan alasannya.

Selain itu, untuk mendorong partisipasi masyarakat dan pengambilan keputusan kebijakan publik. Penayangan video rapat juga bertujuan menciptakan pemerintahan yang transparan, efektif, efisien, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada Pasal 4 pergub itu, diatur mekanisme penayangannya. Penayangan video dilaksanakan paling lama tiga hari setelah pelaksanaan rapat pimpinan dan rapat kedinasan. Pergub soal aturan penayangan video ini akan menjadi Pergub yang kesekian kali diubah Anies yang membuat kebijakannya berbeda dengan Ahok.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: