//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Jurus ‘Bisu’ Novanto Tak Ampuh, Surat Dakwaan Tetap Dibacakan, Praperadilan Pun Batal

Setya Novanto memasuki ruang sidang

Setya Novanto memasuki ruang sidang. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Terdakwa kasus dugaan korupsi e- KTP, Setya Novanto, terus terdiam saat ditanya majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017). Sidang Novanto akhirnya diskors untuk kedua kalinya.

Majelis hakim akhirnya menyatakan agar surat dakwaan terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP Setya Novanto dibacakan. Dengan demikian, permohonan praperadilan Novanto langsung gugur begitu majelis hakim membacakan dakwaan.

“Saya kira kalo proses praperadilan berjalan, sementara perkara pokok sudah dimulai, secara hukum sebenarnya sudah harus gugur kalau mengacu pada pasal 82 (KUHAP),” ujar Febri saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017).

“Pasal 82 KUHAP sudah jelas mengatur,” tambahnya.

Pasal 82 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyatakan bahwa dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh pengadilan negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur.

Pasal tersebut, lanjut Febri, sudah ditafsirkan lebih jelas oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan nomor 102/PUU-XIII/2015.

MK memutuskan batas waktu perkara praperadilan dinyatakan gugur saat telah digelar sidang pertama terhadap perkara pokok atas nama terdakwa/pemohon praperadilan.

“Kemudian ditafsirkan secara lebih tegas oleh MK dengan perkara yang diregister tahun 2015. Sederhana, MK menafsirkan bahwa pelimpahan perkara pokok tersebut yang kemudian membuat praperadilan gugur itu dihitung sejak persidangan pertama dilakukan atau diselenggarakan,” kata Febri.

Dilansir anekainounik.net dari Kompas.com, sejumlah adegan menarik terekam dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat. Drama sidang dakwaan itu diakibatkan Novanto yang terus mengeluarkan jurus dan mencoba untuk membatalkan sidang agar tak melewati waktu pembacaan putusan praperadilan yang dijadwalkan dibacakan besok, Kamis (14/12/2017). Ia bahkan mengaku sakit.

Sejak tiba di pengadilan tipikor sekitar pukul 09.40 WIB, wajah Novanto memang terlihat datar. Tidak ada senyum atau ekspresi apa pun yang terlihat di wajahnya.

Tidak hanya itu, Setya Novanto juga hanya diam dan menunduk setelah hakim mengetuk palu, yang menjadi penanda dimulainya sidang.

Bahkan, Ketua Umum Partai Golkar itu tidak menjawab pertanyaan hakim mengenai nama dan umurnya. Tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibir Novanto saat ditanya hakim.

Menurut pengacara Novanto, Maqdir Ismail, kliennya itu memang sakit sehinga tidak mampu menjawab. Hal berbeda disampaikan jaksa KPK, Irene Putrie. Menurut Irene, Novanto mengaku diare yang menyebabkannya ke toilet hingga 20 kali sejak Selasa (12/12/201) malam.

Namun, Irene menyatakan bahwa berdasarkan pengakuan pengawal di Rumah Tahanan KPK, Novanto hanya ke toilet sebanyak dua kali. Irene juga menyatakan bahwa Novanto sehat dan siap disidang.

Hakim sempat menunda sidang saat Novanto izin ke toilet. Setelah Novanto kembali duduk di bangku pesakitan, hakim pun kembali menanyakan nama dan umur Novanto untuk memulai sidang.

Lagi-lagi Novanto tidak menjawab. Melihat respons yang diberikan Setya Novanto, hakim sempat heran karena dia melihat Novanto dapat berkomunikasi dengan penasihat hukumnya seperti terlihat dalam foto ini.

Novanto berbicara dengan pengacaranya, Maqdir Ismail

Novanto berbicara dengan pengacaranya, Maqdir Ismail. (Kompas.com)

Akhirnya, terjadi perdebatan panjang terkait kondisi kesehatan Novanto. Ketua Majelis Hakim Yanto pun memutuskan menskors sidang untuk memberi kesempatan dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kesehatan Novanto.

Hasilnya, tiga dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang dihadirikan KPK menyatakan bahwa Novanto dalam kondisi sehat.

Hakim akhirnya mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum KPK Irene Putri membacakan surat dakwaan.

“Jadi kami majelis sudah musyawarah. Majelis ingin saudara mendengar dan memperhatikan surat dakwaan,” kata Hakim Yanto.

Pembacaan surat dakwaan akhirnya dimulai pukul 17.13 WIB. Padahal, sidang pembaca dakwaan ini sudah dimulai sejak pukul 10.00 WIB.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: