//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Banding Ditolak PT, PKS Harus Bayar Rp 30M ke Fahri Hamzah

Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen

Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan gugatan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kepada PKS terkait pemecatannya dikuatkan di tingkat banding. Dengan dikuatkan putusan itu, Fahri tetap menjadi anggota PKS dan menghukum partainya membayar gugatan Rp 30 miliar.

“Amar putusan, menguatkan,” putus hakim tinggi Daming Sunusi, seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (14/12/2017).

Permohonan banding tersebut diajukan PKS. Putusan banding itu diketok pada 7 November 2017 dengan ketua majelis hakim tinggi Daming Sunusi, dibantu hakim tinggi M Yusuf dan M Hidayat.

“Mengadili, menghukum Pembanding/semula Tergugat I, II, III/Penggugat Rekonpensi membayar biaya perkara pada tingkat pertama dan tingkat banding, yang untuk tingkat banding sebesar Rp 150.000,” demikian bunyi amar putusan tersebut.

Pada 14 November 2016, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Fahri terkait pemecatannya dari PKS. Selain menyatakan pemecatannya tidak sah, majelis hakim menghukum PKS membayar Rp 30 miliar kepada Fahri.

Gugatan Rp 30 miliar itu dikabulkan karena majelis menganggap apa yang dialami Fahri setelah dipecat sangat berat. Majelis menganggap Fahri mengalami tekanan psikologis akibat pemecatan tersebut.

Tanggapan Fahri Hamzah

Fahri Hamzah menegaskan posisinya tak bisa diganggu, baik posisi dari keanggotaan DPR, anggota PKS maupun sebagai Wakil Ketua DPR RI.

“Tanpa ini (hasil PT DKI) pun sudah gugur karena keputusan sebelumnya (PN Jaksel) kan jelas. Enggak boleh ngapa-ngapain dan yang diminta untuk enggak boleh ngapa-ngapain itu semua (tergugat),” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

“Yang enggak punya potensi untuk mengganggu kedudukan saya sebagai kader partai, anggota DPR dan wakil ketua DPR,” sambung dia.

Ia berharap putusan tersebut membuka mata para pimpinan PKS untuk tak sembarang memecat kader. Sebab, menurutnya kader partai telah melalui serangkaian prosesi yang rumit untuk bisa masuk ke partai.

“Pernikahan saja tidak bisa sembarangan. Orang menceraikan istrinya tidak bisa sepihak. Ini (pemecatan kader partai) bisa digugat bahkan dikalahkan,” tuturnya.

Meski begitu, Fahri tidak berfikir untuk membelot dari PKS.

“Gini ya, saya kan sudah sering katakan saya ini orang setia. Saya tidak gampang itu jatuh cinta, dan saya tidak gampang berpindah hati,” kata Fahri.

PKS Tunggu Putusan Kasasi

PKS akan menunggu putusan kasasi inkrah sebelum bersikap membayar Rp 30 miliar kepada Fahri.

“Kan belum berkekuatan hukum tetap (inkrah),” ujar Kadept Bidang Hukum dan HAM PKS Zainudin Paru melalui pesan singkat, Kamis (14/12/2017).

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menghormati putusan banding terkait Fahri. Mardani mengatakan, PKS akan mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Baca juga: Fahri Kembali Menang, PKS: Kami akan Kasasi, Jangan Bahagia

“Semua keputusan pengadilan harus dilaksanakan. Dan kami masih akan melanjutkan proses hingga berkekuatan tetap,” terang Mardani.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: