//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Curhat Soal Kelakuan Suaminya, Ini Surat Sales Cantik Sebelum Dimutilasi

Nindy bersama Muhammad Kholili dan anaknya

Nindy bersama Muhammad Kholili dan anaknya. (Facebook/Sinok Sizuka)

Anekainfounik.net. Polisi menemukan sepucuk surat yang ditulis Siti Saidah atau Nindy alias Nindya, korban mutilasi di Karawang. Surat itu ditulis sales cantik Meikarta tersebut saat masih hidup, berisi keluh kesah dan kekecewaan mengenai kelakuan suaminya, Muhammad Kholili alias MK.

Surat tersebut ditemukan polisi usai melakukan olah TKP terakhir di kontrakan pasutri tersebut di Grand Orland, Jalan Syech Quro, Dusun Ciranggon 3 RT 011 RW 003, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Surat itu ditemukan terselip dalam lemari di ruang depan kontrakan korban,” ujar Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng, Jumat (15/12/2017), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Maradona mengungkapkan, surat itu dibuat Nindy untuk suaminya. Menggunakan pulpen hitam di selembar kertas polio, surat itu ditulis cukup rapi. Maradona mengungkapkan, Nindy tak mencantumkan keterangan waktu saat menulis surat itu.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, surat itu sudah dibaca oleh pelaku,” kata Maradona.

Dalam surat itu, terlihat Nindy ingin pulang ke kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah.

“Pengen pulang ke rumah tapi malu sama keluarga, malu juga sama tetangga,” tulis Nindy.

Ibu satu anak itu juga mengungkapkan kekecewaan kepada Kholili.

“Punya suami tapi nggak tinggal bareng pikirannya pasti banyak yang negatif,” ujar Nindy.

Surat Nindy soal kelakuan suaminya

Surat Nindy soal kelakuan suaminya. (Detik.com)

Terakhir, Nindy mengutarakan niat untuk meninggalkan kontrakan mereka di kontrakan mereka di RT05 RW02, Dusun Sukamulya, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur.

“Yah, Bunda pamit saja ya. Sudah capek ngadepin sifat kamu, kamu lebih sayang mereka ketimbang aku,” tulis Nindy.

Dengan demikian, alibi sang suami soal permintaan Nindy dibelikan mobil yang menjadi alasan pembunuhan tersebut diragukan karena pasutri tersebut memang kerap cekcok.

“Jadi alibi meminta mobil itu ternyata bukan. Ini indikasinya karena memang mereka ini sering cekcok akibat sikap dari suaminya,” ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus, Jumat (15/12/2017).

Baca juga: Gara-Gara Minta Mobil, Sales Cantik di Karawang Dimutilasi Suaminya

“Intinya surat itu bahwa istrinya sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan suaminya. Suaminya ini jarang pulang ke rumah,” tuturnya.

Disinggung soal adanya wanita idaman lain, pihaknya belum bisa menjawab. Menurut Yusri, saat ini polisi tengah mendalami dan mengembangkan kasus tersebut hingga menemukan motif utama pelaku menghabisi dan memutilasi istrinya.

“Jadi ini masih akan kita kembangkan untuk memperdalam lagi dan mencari tahu motif utama dari pelaku,” tandasnya.

Potongan tubuh Nindya pertama kali ditemukan oleh warga di Ciranggon, Kabupaten Karawang. Potongan tubuh tersebut ditemukan dalam kondisi hangus terbakar.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengungkap pelaku adalah suami korban. Aksi keji suami terhadap istri ini dilakukan atas dasar percekcokan. Kholil, yang naik pitam, memukul Nindya hingga nyawanya melayang. Pelaku kemudian memotong-motong tubuh korban dan dibuang ke beberapa tempat di Karawang.

Pengakuan Suami

Ditemui di Mapolres Karawang, MK mengakui telah menghabisi nyawa istrinya sendiri. Aksi sadisnya itu dipicu sakit hati. Menurut pengakuannya, semasa hidupnya sang istri kerap‎ meminta barang-barang mewah. Kekesalannya pun dipicu karena korban kerap menghina orang tua MK.

“Sakit hati saja Pak. Pertama, karena banyak permintaan. Selain itu, dia kerap menghina orang tua saya,” ujar MK saat diwawancarai awak media di Mapolres Karawang, Kamis (14/12/2017), dilansir dari Okezone.

Ke‎kesalannya memuncak tak kala SA (21), korban mutilasi yang tak lain istrinya sendiri itu meminta dibelikan mobil ‎sambil mengancam akan ‎menggugat cerai jika permintaannya tak dipenuhi. ‎Mendengar permintaan tersebut, pelaku yang kesal akhirnya membunuh k‎orban. P‎eristiwa keji ini dilakukannya pada Senin 4 Desember 2017. Saat itu, korban dan pelaku sempat terlibat cekcok mulut.

“Saat cekcok mulut pun, dia sempat melontarkan hinaan terhadap orang tua saya. Katanya, ibu saya tak bisa jaga cucu dengan baik,” jelas dia.

Saat itu, dirinya sempat dua kali memukul korban menggunakan sisi samping telapak tangannya. Korban kemudian tersungkur ke lantai. Setelah terjadi benturan kepala ke lantai, korban pun tewas. Panik, pelaku kemudian menyembunyikan jasad istrinya itu di ruang tengah kontrakan yang selama ini mereka diami.‎

MK mengaku sempat ingat wajah anak semata wayang yang ia titipkan di rumah ibunya di Bogor, usai memukul korban hingga tewas. Namun karena kalap dan bingung, dia nekat memutilasi korban dan membuang mayat istrinya tersebut di beberapa tempat berbeda.

“Kebayang wajah anak saat saya cek dia udah enggak bernapas, jantungnya enggak ada detaknya. Saya bingung mau dibawa ke mana mayatnya, jadi saya mutilasi,” katanya.

Menurut pelaku, sejak menikah Tahun 2015, ia kerap mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari istrinya. Bahkan, dirinya harus mengerjakan pekerjaan rumah karena istrinya sering berpergian dan terlalu asik memainkan handphone di rumah.

“Jarang ngerjain pekerjaan rumah, enggak tahu ngapain di luar. Tapi dia keliatan sering kontak-kontakan sama orang, enggak tahu siapa,” kata dia menambahkan.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: