//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

PKB dan PPP Rebutan Cawagub, Nasib Ridwan Kamil di Ujung Tanduk

Ridwan Kamil di Mapolresta Bandung

Ridwan Kamil di Mapolresta Bandung. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Kini, Ridwan Kamil dihadapkan dengan realitas politik. Dirinya bukan kader parpol, sementara partai-partai pendukung mendesak kadernya dipilih menjadi calon wakil gubernur pada Pilgub Jabar 2014.

Gerbong pendukung Ridwan Kamil semakin berkurang karena soal cawagub ini. Partai Golkar memutuskan keluar dari koalisi yang membuat Ridwan kini di ujung tanduk.

Golkar kesal Wali Kota Bandung itu tak kunjung memilih kadernya, Daniel Muttaqien, sebagai calon wakil gubernur pendamping. Menurut Golkar, pria yang akrab disapa Emil itu tidak konsisten dengan kesepakatan awal memilih Daniel.

Belakangan, Emil memilih jalur konvensi untuk memutuskan siapa calon wakil gubernur. Surat keputusan dukungan terhadap Ridwan Kamil kemudian dicabut DPP Golkar. Kini, Golkar kembali membahas siapa cagub yang akan diusung.

Nama Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi kembali diperhitungkan.

Di DPRD Jabar, Fraksi Golkar memiliki 17 kursi. Meski demikian, dukungan menyisakan 21 kursi milik Partai Nasdem, PKB, dan PPP, Emil masih bisa mencalonkan diri dalam Pilkada Jabar. Syarat mengusung pasangan calon di Pilkada Jabar adalah 20 persen jumlah kursi di DPRD Jabar atau 25 persen perolehan suara parpol atau gabungan parpol.

Namun, beredar kabar PPP dan PKB mengancam menarik dukungannya. Alasan keduanya sama, gonjang-ganjing masalah cawagub.

Kini, nasib Ridwan di ujung tanduk karena Nasdem, yang selama ini tak mempersoalkan cawagub, hanya memiliki lima kursi di DPRD Jabar.

Lalu, siapa sosok wakil gubernur yang paling realistis diambil Ridwan Kamil sebagai pasangannya agar koalisi tetap utuh dan berpihak kepadanya?

“Fakta di lapangan, peluang Uu yang paling besar. Suara terbanyak (sembilan kursi) jadi pertimbangan. Bagaimanapun dari sisi elektabilitas, beliau paling tinggi,” kata pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung, Firman Manan, di Bandung, Senin (18/12/2017), dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Selain itu, Firman juga menilai karakteristik Uu Ruzhanul Ulum yang dekat dengan unsur religius mampu melengkapi Ridwan Kamil yang identik dengan sosok nasionalis.

“Nasionalis religius. Uu juga kuat di Priangan timur. PKB mengaku kuat di pantura, padahal di pantura yang kuat PDI-P,” tuturnya.

Jika pria yang akrab disapa Emil itu harus memilih Uu Ruzhanul Ulum sebagai pasangannya, otomatis Emil harus memberikan insentif kepada partai pengusung lainnya.

“Kompromi (dengan partai) ini tidak hanya di kursi cawagub. Akan dicari bentuk-bentuk insentif lainnya. Kalau hanya mengejar kursi cawagub, enggak akan selesai-selesai,” tuturnya.

Bentuk insentif yang diberikan kepada partai pengusung selain PPP bisa dalam bentuk pengaturan koalisi di 16 pemilu bupati/wali kota pada pilkada serentak 2018 di Jawa Barat.

Dengan demikian, Nasdem, PKB, dan PPP yang mengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018 bisa kembali berkoalisi di pemilu bupati/wali kota untuk membagi kandidat-kandidat yang akan diusung.

Tidak hanya itu, insentif paling ideal yakni dengan cara memasukkan platform partai ke dalam program kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Ini pilihan paling pragmatis dan realistis,” ujarnya.

Dalam rilis hasil survei Instrat, popularitas dan elektabilitas Uu Ruzhanul Ulum sebagai pendamping Ridwan Kamil paling tinggi dibanding pesaingnya.

Saat disimulasikan berpasangan, tingkat keterpilihan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berada di peringkat pertama dengan 21 persen, disusul Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu 14 persen, dan Dedi Mulyadi-Anton Charliyan 9 persen.

Adapun responden yang tidak akan memilih 3 persen dan belum menentukan jawaban 53 persen.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: