//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Tutup Jalan Demi PKL Tanah Abang, Anies Disebut Langgar UU Lalu Lintas

PKL memadati Jalan Kota Bambu, depan Stasiun Tanah Abang

PKL memadati Jalan Kota Bambu, depan Stasiun Tanah Abang. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) dengan konsep yang disebut wakilnya, Sandiaga Uno sebagai solusi out of the box. Mlai besok, Jumat (22/12/2017), ruas jalan di depan Stasiun Tanah Abang akan ditutup pukul 08.00-18.00.

Salah satu ruas jalan itu akan ditutup sehingga pedagang kaki lima (PKL) bebas berjualan. Jalan yang ditutup untuk PKL berjualan adalah yang mengarah ke Pasar Tanah Abang. Anies berdalih dengan konsep memindahkan PKL ke jalan di depan stasiun merupakan solusi yang tepat, baik pejalan kaki maupun PKL akan merasa nyaman.

“Bagi yang berdagang tetap memudahkan. Baik yang berdagang di kaki lima maupun di toko. Baik yang melintasi bisa melintasi lintasan-lintasan dengan leluasa,” tuturnya, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017), dilansir anekainfounik.net dari detikcom.

Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala pernah mengkritisi wacana penutupan jalan di Tanah Abang untuk mengakomodasi 400 pedagang kaki lima. Jika penutupan tersebut dilakukan, kata Adrianus, Pemprov wajib mengubah peraturan perundang-undangan terkait yang ada karena melanggar Undang-Undang No:22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Jalan ada UU (undang-undang)-nya, jalur pedestrian ada UU-nya. Kalau sekarang (jalur) pedestrian dipakai untuk PKL dan jalan juga mau ditutup untuk PKL, ya berarti UU mesti diubah, dong,” kata Adrianus setelah menjadi narasumber acara ‘Refleksi Tahunan Unit Pemberantasan Pungutan Liar DKI Jakarta’ di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2017), dilansir Detikcom..

Adrianus menjelaskan jalur pedestrian diperuntukkan bagi pejalan kaki. Ia pun mempertanyakan konsep penutupan yang rencananya untuk mengintegrasikan PKL, pejalan kaki, dan komuter itu.

“Tapi kalau sekarang konsepnya adalah jalur pedestrian untuk PKL dan jalan untuk PKL, ya teori dari mana?” ujarnya.

Hal yang sama juga dinyatakan Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga yang mempertanyakan apakah jalan yang akan ditutup di Tanah Abang akan di tutup secara permanen dan akan dijadikan lahan bagi pedagang kaki lima (PKL), atau jalan tersebut hanya akan ditutup sementara dan akan dikembalikan peruntukannya. Hal tersebut berhubungan dengan Undang-Undang Jalan dan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Nah itu mesti ditinjau ulang soal aturan hukumnya. Status jalan yang ditutup akan berubah menjadi pedestrian mall atau tetap sebagai jalan. Kalau dia tetap sebagai jalan maka dia enggak bisa ditutup secara permanen. Berarti nanti terkait UU Jalan dan Angkutan Lalu Lintas. Kalau itu mau diubah peruntukannya harus dijelaskan status jalannya,” ujar Nirwono, Kamis (21/12/2017), seperti dilansir dari Kompas.com.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: