//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Toko Kue di Makassar Tolak Pesanan Bikin Ucapan Selamat Natal

drg Fika Kurniawaty, owner Chocolicious Makassar

drg Fika Kurniawaty, owner Chocolicious Makassar. (Youtube)

Anekainfounik.net. Toko kue bernama Chocolicious yang berada di Makassar mendadak viral di media sosial karena menolak untuk menuliskan ucapan selamat Natal di atas kue pesanannya. Padahal, Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin, mengatakan bahwa sampai saat ini, tidak ada larangan bagi seorang muslim mengucapkan selamat hari raya Natal kepada umat Nasrani.

Viralnya toko kue ini karena foto diunggah oleh akun Twitter @P3nj3l4j4h. Dalam cuitannya, akun Twitter tersebut mengungkapkan kekesalannya karena masih saja terjadi hal seperti ini, bahkan untuk kue Natal sekalipun.

Tak lupa ia memosting foto yang menampilkan potongan gambar (screenshot) percakapan antara pelanggan dengan toko kue Chocolicious. Di situ terlihat seseorang bernama Lanny Serestyen-Fransiska yang ingin memesan kue untuk merayakan Natal.

Toko kue Chocolicious tolak ucapan natal

Toko kue Chocolicious tolak ucapan natal. (Istimewa)

Sebagai pemanis, Lanny pun meminta toko kue untuk menuliskan ‘Selamat hari natal keluargaku’. Namun, apa yang terjadi adalah toko kue tersebut menolak untuk menuliskan ucapan natal

Lanny kecewa dan membatalkan pesanannya ketika toko kue tersebut menolak untuk menuliskan ucapan natal.

“Hari ini kue pun sudah diradikal #namatokopakaibahasainggris,” tulis Lanny dalam postingan Facebook-nya.

Tak lama berselang, pihak Chocolicious memberikan klarifikasi lewat akun media sosial. Dalam status yang diunggah Sabtu (23/12) malam, toko kue tersebut beralasan tidak menyediakan tulisan ucapan selamat natal lantaran prinsip agama yang harus dijalankan.

Dengan segala kerendahan hati dan segala hormat. Sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami dari Chocolicious Indonesia belum bisa memberikan atau menyediakan tulisan ucapan selamat Natal dan semisalnya. 慤 Bukan berarti kami tidak menghargai agama mas/mba. Akan tetapi dengan segala hormat inilah yang harus kami jalankan dari prinsip agama kami. Sekali lagi kami mohon maaf dari hati kami yang paling tulus dan rasa saling menghormati dan menghargai sebagai anak bangsa Indonesia. 慤 Kami tetap menyediakan kartu ucapan dan papan cokelat sebagai kelengkapan pesanan mas/mba. Silakan diberikan ucapan sendiri. Sekali lagi, kami mohon perkenaannya. 慤 We love you, Chocolovers šŸ˜Š 慤 Hormat kami, Chocolicious Indonesia

A post shared by CHOCOLICIOUS INDONESIA (@chocoliciousindonesia) on

Pemilik toko, Rafika atau drg. Fika Kurniawaty menolak dengan alasan sudah menjadi komitmen perusahaannya sejak berdiri.

Rafika menjelaskan banyak permintaan kue dengan ucapan hari Natal, namun pihaknya meminta karyawanya untuk menjelaskan dengan baik dengan alasan hanya sebatas menjual kue dan tak menerima ucapan Natal.

“Kami memang sudah komitmen dari awal ya, perusahaan berdiri. Toko kue dan roti kami memang tidak menerima pembuatan ucapan Natal. Sampai di sini saja kemampuan kami,” kata Rafika saat ditemui di Toko Kue Chocholicious Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar, Minggu (24/12/2017).

Namun ibu dua anak ini tidak mempersulit bagi pelangganya yang memang membutuhkan kue Natal, asalkan ucapannya dibawa sendiri. Termasuk jika ingin menuliskan sendiri.

“Kami tak pernah mempersulit pelanggan kami. Kalaupun ada mau, silakan bawa sendiri ucapanya, boleh juga di tuliskan sendiri, asal bukan dari kami,” ujar Rafika, seperti dilansir anekainfounik.net dari detikcom.

Tak hanya ucapan Natal, di tempat ini juga tak menjual lilin untuk perayaan ulang tahun.

“Kalau mau beli kue atau cakenya ada di sini, tapi untuk lilinnya silakan cari di tempat lain,” tutur Alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin ini.

Toko kue dan Roti Chocholicious ini sendiri berdiri sejak tahun 2012 silam, toko ini awalnya melayani pelanggan melalui media sosial. Namun 2013 hingga sekarang Chocholicious telah memiliki tempat dan pembuatan kue sendiri.

Tanggapan Wali Kota dan MUI Makassar

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto angkat bicara terkait adanya toko kue yang menolak melayani pesanan kue dengan tulisan Natal. Menurut Danny semua warga negara memiliki hak kebebasan, namun aturan ini tak boleh dijadikan hukum positif.

“Semua warga memiliki hak kebebasan, namun aturan ini tak boleh dijadikan hukum positif,” kata Danny, Sabtu (24/12/2017).

Danny menambahkan, komitmen toko kue ini tak boleh diskriminatif. Meski, pemilik toko juga memiliki hak sesuai keinginannya.

“Tak boleh juga diskriminatif,” ujar Danny.

Wali Kota Makassar ahli tata ruang ini menyarankan agar konsumen yang ingin membeli kue natal lengkap dengan tulisan agar mencari toko lain.

“Kan banyak toko kue juga yang menyediakan kue natal. Silakan dicari kalau memang ia tak mau,” tutup ujar Danny.

Sementara, Ketua MUI Makassar Baharuddin mendukung langkah toko tersebut. Menurutnya kebijakam ini sebagai landasan mereka yang beragama muslim.

“Kalau seperti ini, kami dukung kebijakanya. Sebagai muslim ini contoh yang baik. Kita juga ada kebijakan, kita sudah imbau agar tak ada pemaksaan pengunaan atribut Natal,” kata Baharuddin.

Menurut Baharuddin, seharusnya tidak mengunakan atribut Natal, apalagi membuat kue Natal.

“Kita muslim, harusnya memang tak seperti itu, kan banyak toko lain yang menyediakan kue natal lengkap dengan tulisanya,” ujar Baharuddin.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: