//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Sandi Tolak Mentah-mentah Usulan Polda Metro Soal Tanah Abang

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menolak mentah-mentah usulan dari sejumlah pihak yang meminta para pedagang kaki lima direlokasi ke Blok G Tanah Abang, termasuk usulan dari Polda Metro Jaya.

“Nah, ini kan banyak yang bilang kenapa (PKL) enggak dibalikin ke Blok G. Loh kami tata ini, karena sudah tahu Blok G ini bisa dirobohkan dalam hitungan minggu,” ujar Sandiaga saat memaparkan hasil evaluasi penataan Tanah Abang di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/12/2017), dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Revitalisasi Blok G Tanah Abang segera dilakukan, jika PD Pasar Jaya telah mendapatkan tanah pengganti untuk merelokasi pedagang di Blok G.

“Jadi begitu Pak Arif (Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin) menemukan lahan pengganti untuk para pedagang yang ada, Blok G sekarang itu mereka akan runtuhkan. Tahun 2018 (rencana revitalisasi),” katanya.

Sandiaga mengatakan, saat ini kondisi gedung Blok G sudah tak layak lagi dijadikan pusat perbelanjaan.

“Dan memang rencana PD Pasar Jaya dari 2016 adalah membangun ulang (Blok G Tanah Abang) dan itu akan menjadi bagian building block,” ujar Sandiaga.

Penjelasan ini sekaligus menjawab masukan yang disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra. Halim meminta Pemprov DKI Jakarta mengembalikan fungsi Jalan Jatibaru itu, termasuk fungsi trotoar yang masih digunakan sebagai tempat berdagang PKL.

“Segala fungsi trotoar dan badan jalan saya sampaikan saran kepada pemerintah daerah untuk dikaji ulang,” kata Halim saat dikonfirmasi, Jumat (29/12/2017).

Sementara itu, pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan Jatibaru, menurut dia, bisa dipindahkan ke Pasar Blok G yang sepi. Halim menilai, hal tersebut lebih baik daripada PKL disuruh berjualan di jalan.

“Karena waktu yang lalu saya lihat lebih tertib ditempatkan di (Blok) G karena kosong, jadi lebih bagus di sana dari pada dicarikan tempat yang kira-kira mengganggu lalu lintas,” ujar Halim.

Tidak hanya itu, kini muncul petisi yang mengkritik konsep penataan Tanah Abang tersebut.

Petisi itu muncul dalam situs change.com oleh pemilik akun Iwan M. Dalam petisi itu, Iwan menulis bahwa penutupan Jalan Jatibaru bertentangan dengan undang-undang.

“Dengan dalih melakukan penataan, gubernur memfasilitasi para PKL dengan memberikan tenda gratis bagi para pedagang tersebut di atas jalan yang peruntukannya jauh lebih besar daripada para PKL tersebut,” tulis Iwan.

Baca juga: Sandi Minta Warga yang Kritik Tanah Abang Lewat Petisi Kasih Solusi

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan