//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Beda Cerita SMAN 3 Lamongan dengan Siswi yang Kirim Surat ke Ahok

Rochima, kakak siswi yang mengirim surat ke Ahok

Rochima, kakak siswi yang mengirim surat ke Ahok. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Belakangan ini tulisan surat siswi bernama Fadila Marreta (18) asal Lamongan untuk Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang ditahan di Mako Brimob, Depok telah menjadi viral.

Ada pihak yang meragukan keaslian surat tersebut lantaran tercatat SMAN 30 yang tidak pernah ada di Lamongan bahkan di Jatim. Apalagi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim, lewat akun Twitter miliknya @saifulrachman32 sempat berkicau SMAN 30 tak ada di Lamongan.

Alhasil, para akun Twitter yang selama ini menyerang Ahok pun lalu memfitnah Ahok dan orang kepercayaannya, Natanael Ompusunggu melakukan kebohongan publik. Namun hal ini terbantahkan karena Kepala SMA Negeri 3 Lamongan Wiyono mengakui, siswi tersebut merupakan siswinya, 2016/2017.

Klaim Wiyono, FM sebelumnya pernah ke sekolah untuk menanyakan ijazahnya, Wiyono mengatakan, hanya satu kali selepas Ujian Nasional (UN) dilaksanakan.

“Setelah ujian, baru pertama kali datang saat itu aja, tanggal 28 (Desember). Dia datang bersama walinya (kakak), dan bilang menang lomba puisi Ahok,” jelas Wiyono di kantor UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jatim cabang Lamongan, Jalan Kombes Pol M Duryat, Selasa (2/1/2018), dilansir anekainfounik.net dari kompas.com.

Setelah melakukan investigasi, pihak Disdik Jatim memberikan klarifikasi. Sayangnya, investigasi ini hanya dilakukan berdasarkan pengakuan pihak sekolah, SMAN 3 Lamongan.

Baca juga: Saat Ahok Difitnah Karena Bantu Siswi SMA di Lamongan Tebus Ijazah

Lewat akun Twitter @saifulrachman32, Saiful membeberkan hasil investigasi berdasarkan keterangan pihak sekolah saja.

Menurut pihak sekolah, FM tidak pernah datang ke sekolah sejak kelulusan dan baru datang 28 Desember 2017 Jam 08:30 WIB bersama seorang wanita yang disebut waliny. FM disebut meminta nomor rekening bank milik sekolah tersebut dan rincian tunggakan sekolah dengan alasan, katanya, menang lomba puisi untuk Ahok.

Klaim pihak sekolah, mereka langsung memberikan langsung ijazah tanpa ada biaya dan tak perlu meminta nomor rekening sekolah. FM bahkan tak diwajibkan melunasi tunggakan sebesar Rp 2 juta.

Pihak sekolah bahkan mengklaim tidak pernah menelepon atau pun ditelepon orang kepercayaan Ahok.

Namun klaim pihak sekolah ini sangat berbeda dengan pengakuan kakak siswi tersebut. Rochima (36), kakak FM, tidak menyangkal bahwa adiknya memang masih memiliki tunggakan kepada pihak sekolah. Hal ini membuat FM menulis surat kepada Ahok untuk minta bantuan dalam mengambil ijazahnya.

“Memang kami ada tunggakan uang gedung sebesar Rp 2 juta yang belum bisa dibayarkan mulai dia kelas 1,” ujarnya, seperti dilansir Kompas.com.

Rochima menjelaskan mengapa adiknya tak datang ke sekolah untuk melakukan cap tiga jari.

“Setelah diwisuda dan teman-teman FM cap tiga jari, saya sempat WA (WhatsApp) kepada wali kelasnya. Pak, apakah bisa adik saya ikut cap tiga jari?” kata Rochima.

“Malah dia jawab, sampean (Anda) punya uang berapa, terus kira-kira bisa diangsur sampai kapan, karena ini uang buat operasional sekolah,” lanjutnya.

Berbekal surat kiriman dari Ahok melalui staf pribadinya, Natanael Ompusunggu, Rochima lantas memberanikan diri mendampingi FM mengambil ijazah ke SMA Negeri 3 Lamongan.

“Memang ambil ijazah itu gratis, tapi kenapa kok setelah saya bawa surat dari Pak Ahok itu baru bilangnya begitu. Kemudian ijazah diberikan secara gratis, tanpa dipungut biaya apa pun,” tutur Rochima.

Pihak keluarga, sambung Rochima, menyatakan berterima kasih kepada Ahok karena akhirnya ijazah tersebut diberikan oleh pihak sekolah secara gratis.

“Bahkan sebelum kami pulang, Pak Wiyono (Kepala SMAN 3 Lamongan) sempat bilang, weslah gak usah ngene-ngenean aku percoyo (sudahlah nggak pakai surat dari Ahok, saya percaya). Ijazahnya kemudian diberikan gratis dan meminta bila dikasih uang oleh Ahok disarankan untuk modal FM buka usaha atau melanjutkan kuliah,” ujarnya.

Rochima menambahkan, hingga kini keluarganya belum pernah menerima bantuan berupa dana dari pihak Ahok. Hanya ia tetap berterima kasih kepada Ahok atas perhatian yang telah diberikan kepada FM.

Saat ditanya apa yang mendasari adiknya menulis surat kepada Ahok? Rochima mengakui, bila FM sudah lama mengidolakan Ahok.

“Yang saya tahu, dia memang nge-fans ama Ahok dari dulu. Bahkan saat tahu Ahok ditahan, FM sering kirim puisi dan dukungan buat Ahok. Jadi bukan menang lomba puisi, tapi memang sering kirim puisi dan dukungan buat Pak Ahok,” beber Rochima.

Rochima menyebut FM kini dilanda stres karena dianggap perbincangan di dunia maya menyudutkannya.

“Ini adik saya sedang keluar sama temannya, mungkin stres setelah baca banyak komentar yang macam-macam. Masak kita dibilang cari keuntungan lah, ini lah, itu lah, kasihan adik,” tutur Rochima.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: