Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Saat Ahok Difitnah Karena Bantu Siswi SMA di Lamongan Tebus Ijazah

Ahok dan stafnya difitnah bikin berita hoax

Ahok dan stafnya difitnah bikin berita hoax

Anekainfounik.net. Cerita siswa SMA di Lamongan yang akan dibantu mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lantaran ijazahnya ditahan pihak sekolah karena belum melunasi tunggakan uang sekolah menjadi perbicangan hangat di dunia maya.

Ahok disebut akan memberikan bantuan melalui salah satu staf pribadinya, Natanael Ompusunggu. Hal tersebut sempat diunggah melalui akun Facebook pribadinya dan sempat diwawancarai Kompas.com.

Baca juga: Kisah Ahok Bantu Anak Lamongan yang Tulis Surat Minta Ijazahnya Ditebus

Namun, para pembenci Ahok menyebut hal tersebut sebagai berita bohong atau hoax lantaran Natanael melakukan typo atau salah pengetikan dengan menulis siswi berasal dari SMAN 30 Lamongan, yang tak ada di wilayah tersebut.

Natanael dan Ahok semakin difitnah setelah Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman, lewat akun Twitter-nya menyebut tak ada SMAN 30 di Lamongan pada 31 Desember 2017 yang lalu.

Tak hanya Ahok dan Natanael, salah satu pendukung Ahok di Twitter @takviri juga mengalami ‘bully’ di dunia maya lantaran berkicau soal berita tersebut.

“#AHOKTetapAHOK Ada siswa dr SMAN 30 Lamongan tdk pny biaya tebus ijazah, nulis surat ke Ahok minta pertolongan. Dari balik jeruji mako brimob, Ahok balas surat dan siap bantu via orang dekatnya,” tulisnya membagikan tautan https://t.co/g9lsIPLKAi, sebuah portal yang memberitakan kabar tersebut pada Sabtu (30/12/2017).

Salah satu akun Twitter yang memfitnah adalah @EkoBudi31886226 yang mengimbau agara masyarakat tidak larut dalam kebohongan para cebong, sebutan pendukung Jokowi-Ahok.

“Jgn mau dikibulin cebong bah iq 200 sekolam,” tulis Eko Budi dibalas Hendrikus Wawann Utama lewat akun @ww_one3, ‘Ahok sdh menjadi tujuan. Meminta bantuan ketika yg lain sdh mulai tidak peduli. Salut buat mba nya, yg tetap punya pengharapan untuk mencari bantuan. Walaupun kepada seorang mantan Gubernur yg di narapidanakan. Harapan adek ini lah yg menjawab masalahnya’.

Begitu juga dengan akun ini.

Belakangan, Kepala SMA Negeri 3 Lamongan Wiyono mengakui, penulis surat untuk Ahok adalah siswinya, Fadila Marreta atau FM (18), warga Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Kota Lamongan, Lamongan, Jawa Timur (Jatim).

“Memang siswi saya, angkatan (alumni) 2016/2017,” ujar Wiyono saat ditemui di kantor UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jatim cabang Lamongan, Jalan Kombes Pol M Duryat, Selasa (2/1/2018), seperti diberitakan anekainfounik.net dari Kompas.com.

Saat dikonfirmasi apakah FM sebelumnya pernah ke sekolah untuk menanyakan ijazahnya, Wiyono mengatakan, hanya satu kali selepas Ujian Nasional (UN) dilaksanakan.

“Setelah ujian, baru pertama kali datang saat itu aja, tanggal 28 (Desember). Dia datang bersama walinya (kakak), dan bilang menang lomba puisi Ahok,” jelasnya.

Natanael pun tak ketinggalan membuktikan kabar itu bukanlah hoax dengan mengunggah ijazah siswi tersebut di akun Facebook miliknya.

Lewat akun Twitter miliknya, Saiful Rachman kembali membeberkan hasil investigasi tim soal kabar ini. FM disebut tak pernah datang ke sekolah sejak kelulusan dan baru datang 28 Desember 2017 Jam 08:30 WIB.

Saiful menyebut FM berbohong kepada pihak sekolah’bahwa dirinya adalah pelembang lomba menulis puisi untuk Ahok. Klaim pihak sekolah, FM meminta Kepala Sekolah untuk memberikan nomor rekening sekolah untuk menerima hadiah lomba tersebut. Dan tidak pernah menyatakan bahwa dirinya menulis surat ke Ahok.

Pihak sekolah juga mengklaim tidak pernah merasa di telpon atau berbicara melalui telpon dengan seseorang yang mengatasnamakan kepercayaan Ahok bernama Natanael Omposunggu sebagaimana pengakuan dia di media massa dan media sosial.

Walaupun demikian, pihak Dinas Pendidikan Jatim tak melakukan klarifikasi langsung ke siswa, hanya melalui pihak sekolah saja. Dari hasil investigasi pihak Disdik Jatim, pihak sekolah terkesan menyalah siswi dan Ahok.

Pernyataan pihak sekolah berbeda dengan pengakuan sang kakak FM, Rochima (36) yang menyebut pihak sekolah menyebut biaya pengambilan ijazah gratis setelah pihak menunjukkan surat dari Ahok.

“Memang ambil ijazah itu gratis, tapi kenapa kok setelah saya bawa surat dari Pak Ahok itu baru bilangnya begitu. Kemudian ijazah diberikan secara gratis, tanpa dipungut biaya apapun,” tutur Rochima, Selasa (2/1/2018), dilansir dari Kompas.com.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: