//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Meski PDIP Tak Persoalkan Foto Paha Mulus, Azwar Anas Tetap Nyatakan Mundur

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mundur dan mengembalikan mandat penugasannya sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ke PDIP. Hal ini dia lakukan setelah beredarnya foto dirinya dengan paha mulus di pangkuannya di mobil dan tanpa celana dalam di sebuah kamar hotel. Padahal partai pengusung, PDIP tak mempersoalkan soal foto tersebut.

Anas selama ini dikenal sangat dekat dengan banyak perempuan, termasuk artis. Dari artis lokal hingga artis ibu kota. Ketika melakukan berbagai kegiatan penting di Banyuwangi, Bupati ini sering mengundang artis ibu kota hadir di sana.

Karena kedekatannya dengan artis tersebut pula, Anas pernah diisukan nikah siri dengan artis senior, Ayu Azhari. Berita tentang nikah siri Anas dengan Ayu Azhari sudah merebak sejak 2015 lalu.

Namun kali ini serangan itu membuat Anas sangat terpukul. Anas dalam keterangan tertulisnya menyebutkan serangan foto tersebut sebagai perbuatan pihak-pihak yang menggunakan segala cara untuk menyerang karakternya.

Padahal, sebelumnya, Sekjen Hasto Kristiyanto memastikan akan tetap mengusung Abdullah Azwar Anas dan tak mempermasalahkan ada serangan foto mirip Anas yang beredar luas di media sosial.

“Ya kan masih diduga. Kan foto itu dibuat. Saya berapa kali menerima masukan. Ketika dikonfirmasi pak Anas juga sering menerima foto tersebut. Dimungkinkan abad modern ini,” kata Hasto.

Kalau pun foto tersebut memang benar, lanjut Hasto, maka hal tersebut merupakan bagian dari masa lalu dan tidak berkaitan dengan niat Anas untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018.

“Ini yang harus kita lihat juga. Bahwa setiap manusia ada berbagai hal persoalan di masa lalu. Ya kita persoalan tidak sempurna,” kata Hasto.

Hasto tidak khawatir elektabilitas Anas akan menurun karena foto tersebut. Ia menegaskan, PDI-P mengusung calon kepala daerah tak hanya dari elektabilitasnya.

“Kami mencalonkan demi masa depan. Masyarakat. Itu yang kami lakukan sebagai partai politik. Kalau dikit-dikit elektoral dan menampilkan pencitraan dirinya sebagai manusia yang hebat dan suci, itu kan tidak menjawab,” ucap Hasto.

Anas tetap tak bergeming dan memutuskan mundur. Kini, semua tergantung kepada PDIP untuk memutuskan siapa calon pengganti Anas. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai rekan koalisi PDIP di Pilgub Jawa Timur itu menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada partai berlambang Banteng tersebut.

Berikut isi lengkap penjelasan tentang pengembalian mandat tersebut dari keterangan tertulis, Sabtu (6/1/2018), dilansir Detikcom:

Yth. Para Kiai, tokoh masyarakat, kawan-kawan seperjuangan, dan seluruh masyarakat Jawa Timur, teristimewa masyarakat Banyuwangi yang sangat saya cintai.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Melalui perenungan mendalam usai salat Subuh hari ini, dengan memohon pencerahan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala dinamika yang terjadi, dengan ini saya menyampaikan beberapa hal.

Berbagai cobaan, godaan kekuasaan, penyuapan, bahkan cara-cara yang tidak manusiawi telah saya lalui dalam hampir dua periode memimpin Banyuwangi, dan Alhamdulillah, saya bisa atasi dan masyarakat Banyuwangi memberi apresiasi atas kerja pelayanan saya dengan berbagai indikator perbaikan yang rigid dan terukur, seperti penurunan kemiskinan dan peningkatan pesat pendapatan per kapita rakyat.

Namun ketika saya berproses dalam pencalonan sebagai wakil gubernur, ada pihak-pihak yang menggunakan segala cara yang mengorbankan kehormatan keluarga saya, rakyat Banyuwangi dan Jawa Timur, serta para ulama dan sesepuh yang selama ini membimbing saya.

Untuk itu, demi tanggung jawab saya kepada masyarakat, bahwa menjadi pemimpin itu harus amanah, juga demi terwujudnya program-program kerakyatan partai dalam pembangunan untuk menyejahterakan rakyat Jatim, maka saya memberikan kembali mandat penugasan sebagai cawagub Jatim ke partai.

Saya sungguh mengucapkan terima kasih, kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, keluarga besar PDI Perjuangan dan Nahdliyin yang telah memberi kepercayaan kepada saya. Ibu Megawati telah mengajarkan kepada kami semua untuk memegang teguh komitmen terhadap aspek-aspek kepemimpinan.

Akhir kata, saya tetap percaya bahwa mereka yang menggunakan politik segala cara akan diberikan keadilan oleh Allah SWT. Saya percaya ada nur-keadilan yang akan menerangi hamba Allah yang tidak sempurna ini.

Untuk selanjutnya, saya akan berjuang dengan segenap daya dan upaya, bersama-sama rakyat Banyuwangi, untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua sebagaimana telah berhasil kita jalankan dalam hampir delapan tahun terakhir.

Wassalamualaikum Wr Wb

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: