//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Sodomi 41 Anak dan Suruh Telan Gotri, Babeh Pantas Dihukum Mati

Babeh, pelaku sodomi anak saat digelandang ke kantor polisi

Babeh, pelaku sodomi anak saat digelandang ke kantor polisi. (viva.co.id)

Anekainfounik.net. Tingkah laku WS alias Rio Sugiarto alias Babeh (49) sungguh biadab. Tindakan biadab Babeh antara lain menyodomi 41 bocah dengan iming-iming ajian semar mesem dan menyuruh korban menelan gotri (biji logam) sebagai syarat mendapatkan ilmu kebal.

Babeh diketahui pertama kali menyodomi anak-anak di gubuk yang terletak di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang. Namun dia terpaksa pindah lapak setelah ada warga yang membakar gubuk dia. Setelah itu Babeh membangun gubuk di Desa Sukamanah pada Oktober 2017. Di situ dia kembali menyodomi anak-anak.

Sejauh ini, polisi menyebut korban sodomi Babeh menembus angka 41 orang dengan rentang usia korban 10-15 tahun. Angka itu masih ada kemungkinan bertambah.

“Sampai hari ini, yang sudah melaporkan ditambah yang kemarin sudah 41 orang,” kata Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo di Polresta Tangerang, Tigaraksa, Tangerang Banten, Jumat (5/1).

Babeh juga menjanjikan memberi ilmu kebal dengan menyuruh korbannya menelan gotri. Namun akhirnya para korban mengetahui tipu muslihat Babeh.

“Dia mempercayakan pada salah satu korbannya untuk memperkenalkan kawan-kawannya, kemudian dijanjikan kalau kamu punya ilmu kebal, kamu harus diberikan gotri untuk memperlancar supaya ilmu cepat masuk,” terang Listyo.

Babeh pun mengakui apa yang dilakukan sejauh ini hanya akal-akalan. Babeh ternyata tak memiliki ajian semar mesem dan menipu korbannya dengan menyuruh menelan gotri.

“Akal-akalan saya saja,” ujar Babeh.

Babeh terancam hukuman pidana 15 tahun penjara. Polisi mengatakan bisa saja Babeh dikenai hukuman kebiri kimia.

“Hukuman tambah iya, kalau perlu kebiri kimia,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Arif, Jumat (5/1/2018).

Sabilul mengatakan polisi terlebih dahulu akan mempelajari rencana penerapan hukuman kebiri kimia dan pemasangan alat deteksi. Namun, menurut Sabilul, unsur pendukung penerapan hukuman kebiri kimia sudah ada.

“Pertimbangannya ada bujuk rayu dan ancaman serta korban sangat banyak,” jelas Sabilul.

Polisi menaruh atensi terkait kasus Babeh. Polisi mewajibkan warga memberikan perlindungan bagi anak-anak dalam bentuk maklumat.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa 1 kaus lengan pendek, 1 celana pendek berwarna biru-ungu, dan ponsel. Tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: