//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polisi Duga Pemeran Film Mesum Wanita-Bocah: PSK dan Anak Jalanan

Penampakan wanita dan bocah di video mesum

Penampakan wanita dan bocah di video mesum. (Youtube)

Anekainfounik.net. Polisi masih terus menyelidiki film porno bocah dan perempuan dewasa yang bikin heboh masyarakat. Diduga wanita dalam film itu ialah PSK. Sementara, tiga bocah dalam dua video tersebut merupakan anak jalanan.

“Saya tidak yakin dia (profesional), tapi kalau disebut PSK bisa jadi. Kalau dibilang bintang blue film enggak juga kayaknya,” ucap Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar S Fana, Minggu (7/1/2017), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Umar menegaskan, wanita di film itu juga bukan anak jalanan. Dia menilai, fisik wanita itu beda dengan pemeran anak.

“Kalau dibilang anak jalanan kayaknya tidak, mungkun karean di video terlihat terawat secara fisik,” ujarnya.

Polisi juga memastikan anak jalanan tersebut berasal dari Kota Bandung. Hal itu, sambung Umar, terlihat dari logat bahasa yang diucapkan anak dalam video.

“Dari kalimat yang dimunculkan dalam video menunjukan anak jalanan yang bisa dibilang uneducated atau tidak begitu berpendidikan. Dari cara ngomongnya dengan gaya bahasa Sunda. Memang banyak versinya, tapi ini sudah kita pastikan bahasa Sunda anak-anak Bandung,” katanya.

Dari segi usia, kata Umar, rata-rata bocah tersebut masih di bawah umur. Dua bocah yang ada dalam video hotel tak berbalkon disinyalir berusia tujuh dan sepuluh tahun. Sementara dalam video di hotel berbalkon, usia anak diduga 13 tahun.

“Jadi ketiga anak itu masih di bawah umur,” tutur Umar.

Ibu Kandung Bocah diduga terlibat

Lebih mirisnya lagi, orang tua bocah lelaki diduga terlibat dalam pembuatan video tak bermoral itu. “Dalam video yang direkam di hotel tak berbalkon di menit sekian itu ada terdengar suara perempuan lain. Itu ibu kandungnya sendiri,” kata Umar.

Umar menuturkan dalam video di hotel tak berbalkon, ibu dari bocah tersebut ikut masuk ke dalam kamar hotel. Bahkan, sang ibu turut menyaksikan adegan seks yang dilakukan anaknya.

“Jadi di satu TKP, ibunya menyaksikan malah mengarahkan sendiri (adegannya),” tutur Umar.

Sementara dalam video lain yang direkam di hotel berbalkon, kata Umar, ibu dari bocah yang terlibat pembuatan video juga turut hadir. Namun, sang ibu memang tidak ikut ke dalam kamar.

“Diduga ibu dari anak di video yang lain itu berada di luar kamar, di lobi. Jadi hanya mengantarkan. Itu bisa dilihat dari CCTV yang kita dapat,” ucapnya.

Ia memastikan bocah dalam dua video porno itu berbeda. Umar juga menegaskan jika ibu yang ada di dua kamar hotel di Bandung itu juga berbeda.

“Iya, anaknya berbeda ibunya juga berbeda,” kata Umar.

Kendati demikian, Umar belum bisa memastikan apakah bocah tersebut sengaja diikutsertakan atau tidak. Sejauh ini polisi masih mendalami dan mencari keberadaan anak beserta orang tuanya itu.

Diperjualbelikan ke kelompok pedofilia

Kendati sudah memastikan video tak bermoral itu dibuat pada bulan Agustus, dan November, polisi belum memastikan tanggal pasti perekaman video tersebut. Saat ini pihaknya masih terus menganalisa video dan rekaman CCTV tersebut.

Polisi menduga perekaman video tidak hanya dilakukan sekali. Tidak menutup kemungkinan terjadi berkali-kali.

Umar mengatakan, dilihat dari teknik pengambilan gambar video porno bocah dengan perempuan tersebut, biasanya memang untuk diperjualbelikan.

“Ada beberapa take video yang kerekam semua jelas sekali mereka mengarahkan. Modus seperti ini biasanya yang sudah ditangani penyidik Polri ya untuk dijual,” kata Umar menambahkan.

Bahkan, Umar menduga video tersebut dijual ke kelompok-kelompok yang memiliki perilaku seks menyimpang.

“Kalau bicara senang-senang, apa puasnya perempuan dengan anak kecil. Makanya ini komoditas yang menurut norma agama maupun sosial untuk komunitas orang tidak normal,” katanya.

Sementara, Komnas Perlindungan Anak (PA) menduga film porno tersebut dibuat oleh sindikat pedofilia profesional. Motif pembuatan film porno itu tak lain untuk meraup pundi-pundi uang.

“Dari gambar-gambar yang saya amati, ini bukan amatiran. Ini adalah hasil kejahatan profesional yang dibuat sindikat pedofilia,” ucap Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Minggu (7/1/2017).

Arist mengatakan, sindikat ini nantinya akan menjual video porno tersebut ke para pelaku seks menyimpang. Dia menegaskan, motif pembuatan video ini adalah untuk mencari uang.

“Nantinya video itu dijual ke pelaku pedofilia dan pelaku seks menyimpang untuk mendapatkan uang,” tegasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: