//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Anggota DPRD DKI: OK OCE Ini Pelatihan Paling Aneh, Hanya Cuap-cuap

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi Demokrat, Nur Afni Sajim

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi Demokrat, Nur Afni Sajim. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengalokasikan anggaran untuk program OK OCE dalam RAPBD 2018 sebesar Rp 82 miliar. Anggaran sebanyak itu bukan ditujukan untuk bantuan permodalan tetapi akan dipakai untuk pendampingan serta pelatigan anggota OK OCE dan pembangunan tempat kumpul kreatif (co-working space) di tiap kecamatan.

Anies-Sandi mengklaim pelatihan tersebut akan mendorong terbentuknya semakin banyak pengusaha baru.

“(Pemerintah) membantu mendorong lebih dari 4 ribu per bulan jumlah pengusaha baru dan 40 ribu per tahun lapangan kerja baru. Total 200.000 ribu entrepreneur baru selama lima tahun ke depan. Per hari ini tadi laporannya, saya baru agregasi yang PGO (perkumpulan gerakan OK OCE) itu sekitar 50-100 per kecamatan,” terang Sandi di Jakarta Creative Hub, Jl Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/2017), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Namun, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrat, Nur Afni Sajim mengkritik pelatihan tersebut karena pelatih hanya memberikan pelatihan secara lisan tanpa praktik. Afni mengetahui hal itu karena mengaku selalu menghadiri pelatihan OK OCE yang digelar di Jakarta Barat.

“Saya bingung, ini aneh, ini pelatihan paling aneh yang pernah saya datangi. (OK OCE) ini pelatihan cuap-cuap, Pak. Saya kontrol betul di Jakarta Barat,” ujar Afni saat rapat Komisi B bersama Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI di Gedung DPRD DKI, Selasa (9/1/2018), dilansir dari Kompas.com.

Afni menjelaskan, pelatihan yang digelar di tiap kecamatan itu juga dinilai tidak siap. Dia menyebut, peserta pelatihan direkrut secara asal-asalan oleh lurah. Akibatnya, banyak peserta yang tidak mengerti pelatihan yang mereka ikuti.

“Jangan dipaksakan kalau memang itu tidak siap. Akhirnya, pelatihan itu memalukan kalau kata saya. Masih bagus anggota Dewan reses daripada pelatihan itu,” kata Afni.

Afni juga mempertanyakan apa yang dilakukan Pemprov DKI kepada para calon wirausaha setelah memberikan pelatihan. Sebab, Pemprov DKI tidak menyediakan lokasi sementara (loksem) ataupun lokasi binaan (lokbin) untuk mereka berwirausaha.

Lagi pula, selain Dinas UMKM, ada Dinas Perindustrian dan Energi serta Dinas Tenaga Kerja yang juga memberikan pelatihan dengan praktik. Menurut Afni, Dinas UMKM lebih baik mengalokasikan anggaran tersebut untuk kebutuhan lain.

“Anggaran segitu banyak pelatihan, Dinas Energi (mengadakan) pelatihan, buat apa? Kenapa Bapak (Kepala Dinas UMKM Irwandi) enggak bikin loksem yang banyak, tampung semua (pedagang),” ucap anggota fraksi Demokrat-PAN itu.

Sementara itu, Kepala Dinas UMKM DKI Jakarta Irwandi mengakui bahwa pelatihan yang dilakukan Suku Dinas UMKM setiap wilayah memang hanya pelatihan lisan. Sebab, pelatihan yang lebih teknis dilakukan Dinas Perindustrian dan Energi serta Dinas Tenaga Kerja.

“Pelatihan teknis ada di Dinas Perindustrian dan Energi, Dinas Tenaga Kerja. Kalau di kami, Dinas kami, ya, cuap-cuap, memberikan motivasi bagaimana orang bisa berdagang, bagaimana orang bisa berusaha, bagaimana jadi pengusaha, pasti ada cuap-cuap,” kata Irwandi seusai rapat.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: