Iklan
//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Anies Minta Menteri Agraria Cabut HGB Pulau Reklamasi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Kumparan.com)

Anekainfounik.net. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diketahui telah mengirimkan surat permohonan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk mencabut Hak Guna Bangunan atas Pulau C, D, dan G hasil reklamasi di pesisir Utara Jakarata.

Dalam surat tertanggal 29 Desember 2017 itu, Anies meminta agar BPN sejalan dengan Pemprov DKI menarik surat-surat terkait penerbitan HGB dari seluruh Pulau Reklamasi.

Anies juga meminta kepada BPN untuk tidak menerbitkan atau bahkan membatalkan segala hak guna bangunan untuk pengembang di tiga Pulau hasil reklamasi itu.

“Meminta kepada Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia untuk tidak menerbitkan dan/atau membatalkan segala Hak Guna Bangunan untuk pihak ketiga atas pulau reklamasi antara lain Pulau C, Pulau D, dan Pulau G,” bunyi poin kedua dalam surat tersebut yang ditandatangani Anies Baswedan, dilansir anekainfounik.net dari CNN Indonesia.

Anies juga menjelaskan alasan permohonan tersebut. Dalam suratnya kepada ATR/BPN, ia menyampaikan, pihaknya sedang mengkaji ulang terkait reklamasi di pesisir Utara Jakarta itu.

“Dengan hormat saya sampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif mengenai kebijakan dan pelaksanaan reklamasi di Pantai Utara Jakarta,” tulis Anies.

Anies juga menyampaikan perihal dua Raperda terkait reklamasi yang kini telah dia cabut dari pembahasan di DPRD DKI. Anies menyebut, dia juga telah menyiapkan rancangan baru untuk mengganti Raperda yang telah dia cabut tersebut.

Raperda itu antara lain, Rancangan Peraturan Daerah Tentang Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta dan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Zonasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Hak Guna Bangunan untuk Pulau Reklamasi baru dikeluarkan untuk Pulau D hasil reklamasi pada Agustus lalu. HGB itu diberikan kepada PT Kapuk Naga Indah (KNI) yang telah membayar kewajiban Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai kurang lebih Rp 400 miliar kepada Pemprov DKI. Dengan nilai NJOP tanah di Pulau D yang ditetapkan saat itu adalah Rp3,1 juta per meter.

Anies mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI telah mengkaji hal tersebut sebelum mengirim surat.

“Begini, jadi kita sudah banyak lakukan kajian soal ini,” ujar Anies saat ditemui di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2018).

Anies menuturkan, selama ini ia hanya fokus pada penyusunan kebijakan serta langkah-langkah yang diambil agar sesuai dnengan konstruksi hukum.

“Memang saya tidak banyak berbicara, yang kita lakukan adalah menyusun kebijakan, menyusun langkah-langkah dan semuanya memiliki konstruksi hukum yang solid,” jelas Anies.

Sehingga setelah melakukan sejumlah pertimbangan, kata Anies, Pemprov DKI pun akhirnya memutuskan untuk menyurati Kepala BPN RI, Sofyan Djalil.

“Jadi semua pertimbangan legal, itu ada di dalam setiap langkah kita, termasuk ketika kita memutuskan untuk mengirimkan surat kepada Kepala BPN, karena ini kaitannya beliau sebagai Kepala BPN,” tegas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI itu kemudian meminta agar seluruh surat yang pernah dikirimkan Pemprov DKI mengacu pada HGB 3 pulau reklamasi itu, ditarik.

“Nah di dalam surat itu, kita meminta semua dokumen yang pernah kita kirimkan itu ditarik kembali, jadi apapun yang dikerjakan, baik yang sudah dikeluarkan maupun yang sedang dalam proses, kita minta untuk di stop,” kata Anies.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Iklan
%d blogger menyukai ini: