//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Al-Khaththath: Rizieq Minta Politisasi Agama DKI Di-Copas ke Pilgub Lain

Al-Khaththath (paling kanan) dalam jumpa pers La Nyalla

Al-Khaththath (paling kanan) dalam jumpa pers La Nyalla. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath menyatakan imam besar FPI Habib Rizieq, yang saat ini berada di Arab Saudi, berpesan agar politisasi agama yang terjadi di Pilgub DKI ditularkan ke daerah lain pada Pilkada Serentak 2018.

Rizieq menitipkan pesan kepada tiga ketum partai itu agar mengusung lima calon yang direkomendasikan oleh para ulama namun hal tersebut tak dikabulkan ketiga parpol tersebut yakni PKS-Gerindra-PAN.

“Kami prihatin kasus yang dihadapi oleh La Nyalla dan beberapa nama yang kami ajukan kepada pimpinan partai agar kader dari Aksi 212 itu. Dari 171 (pilkada), kita hanya minta lima agar bisa diberi rekom khusus, jalur khusus. Kalau diperlakukan seperti yang lain, buat apa kita bikin rekom,” kata Al-Khaththath, dilansir anekainfounik.net dari Detikcom

Hal tersebut disampaikan saat dia menghadiri jumpa pers La Nyalla terkait Pilgub Jatim di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2018).

“Kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi dengan semangat 212, semangat Al-Maidah 51. Kita berharap hal itu terjadi di tempat-tempat lain,” imbuhnya.

Al-Khaththath pun mengungkap isi pertemuan dengan tiga ketum partai yang terjadi di rumah dinas salah satu ketum partai. Alumni 212, kata Al-Khaththath, membuat surat yang diantarnya langsung ke pertemuan tersebut. Surat rekomendasi calon kepala daerah itu diteken oleh KH Abdul Rosyid Abdullah Syafii.

“Jadi, dari lima nama, salah satunya Mas La Nyalla, itu tidak satu pun yang diberi rekom. Kita kan menganggap para ulama sudah memperjuangkan dengan pengerahan Aksi Bela Islam 212 yang sangat fenomenal dan kita di Jakarta sudah berhasil memunculkan Gubernur Anies-Sandi,” ujar Al-Khaththath.

Al-Khaththath mempertanyakan saat calon-calon itu tak diusung.

“Pesan Habib Rizieq ketika saya pergi ke Mekah, meminta kepada tiga pimpinan partai supaya meng-copas (copy-paste) yang ada di Jakarta supaya mendapatkan kemenangan di provinsi-provinsi lain. Nah, tentunya saya nggak tahu apakah ada mispersepsi seolah-olah kita mendukung dengan cek kosong. Mungkin pemahaman mereka seperti itu,” tutur Al-Khaththath.

Para ketum itu mengatakan ada provinsi-provinsi tertentu yang tidak bisa menggunakan metode seperti pada Pilgub DKI, terutama provinsi yang masyarakat Islamnya tidak dominan.

“(Kata tiga ketum itu) ‘Kita tidak mungkin lakukan itu misalnya di Sulut, di Papua, di NTT.’ Kita (Alumni 212) maklumi tapi kalau itu terjadi di Jawa Timur, pusing. Banyak komplain dari bawah nyampai ke saya,” ungkap Al-Khaththath.

“Ditunjukkan di berbagai provinsi, ditunjukkan gambar-gambar yang koalisi tidak sesuai dengan apa yang kita dukung. Termasuk keluhan-keluhannya,” tambah dia.

Para simpatisan Alumni 212, disebut Al-Khaththath, meminta agar ulama menegur tiga partai tersebut. Sebelum masalah ramai, Alumni 212 lalu menawar kepada pimpinan partai-partai itu dengan meminta lima daerah saja yang hanya perlu dikabulkan.

“Jangankan yang lain-lain, yang lima saja kita minta tidak direspons dengan baik. Bahkan saya tungguin agar rekom itu keluar sampai jam 2 malam di Cilandak, Ragunan. Tidak keluar juga seadanya, jadi ada apa?” tutup Al-Khaththath.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: