//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Tak Terima Ditahan, Fredrich Ingin Benturkan KPK dengan Organisasi Advokat

Fredrich Yunadi mengenakan rompi oranye tahanan KPK

Fredrich Yunadi mengenakan rompi oranye tahanan KPK. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Mantan pengacara Setya Novanto tak terima ditahan KPK atas dugaan menghalangi penyidikan kliennya. Dia pun ingin membenturkan lembaga anti-rasuah tersebut dengan organisasi advokat di Indonesia. Dia menuding KPK ingin menghabisi profesi advokat.

“Ini adalah suatu pekerjaan yang ingin menghabiskan profesi advokat,” kata Fredrich yang memakai rompi tahanan warna oranye saat keluar dari Gedung KPK , Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (13/12/2017), dilansir dari anekainfounik.net dari Detikcom .

“Hari ini saya bisa diperlakukan oleh KPK, berarti semua advokat akan diperlakukan hal yang sama dan ini akan diikuti jejak oleh kepolisian dan jaksa. Jadi advokat dikit-dikit menghalangi. Kalau saya praperadilan, saya menang ‘oh menghalangi, gara-gara kamu praperadilan kasusnya nggak bisa jalan’. Dijerat juga nanti,” sambungnya.

Fredrich mengatakan, dirinya sebagai advokat hanya melakukan tugas dan kewajiban membela Setya Novanto sebagai kliennya. Dia berdalih Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 mengatur bahwa advokat tidak bisa dituntut secara perdata maupun pidana.

“Saya difitnah katanya melakukan pelanggaran, sedangkan pasal 16 UU 18 Tahun 2003 tentang advokat, sangat jelas megatakan advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana,” ujarnya. Menurutnya hal itu juga diperkuat dengan putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Fredrich tidak terima dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia menegaskan tidak ada menghalangi penyidikan, apalagi bersekongkol dengan dr Bimanesh Sutarjo berkoordinasi menyiapkan skenario saat Novanto masuk Rumah Sakit Medika Permata Hijau akibat kecelakaan.

“Sama sekali tidak ada, buktikan. Itu permainan. Nggak ada itu. Sesuatu hal rangkaian itu namanya skenario ingin membumihanguskan,” tegasnya.

Fredrich sebelumnya tidak memenuhi panggilan penyidik KPK dengan alasan tengah mengajukan sidang kode etik advokat ke Peradi. KPK menghormati proses itu, tapi meminta Fredrich tidak menghambat proses hukum.

Saat Fredrich berkilah tak melanggar kode etik advokat, Ppengacara Todung Mulya Lubis mengatakan sebaliknya. Ia menyebut imunitas profesi seorang advokat dapat gugur jika terbukti menghalangi proses penegakan hukum atau obstruction of justice.

“Imunitas profesi tidak mutlak. Ketika disalahgunakan ya sudah batal,” kata Todung ketika dihubungi, Kamis, dilansir dari Tempo.co.

Todung membenarkan bahwa seorang advokat mendapatkan imunitas profesi saat bekerja baik di dalam maupun di luar pengadilan. Namun, ia juga tak menampik mengenai adanya wilayah abu-abu dalam pengertian imunitas profesi itu.

Akhirnya Fredrich dijemput paksa oleh KPK pada Sabtu (13/1/2018) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Ia pun ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 10 jam.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: