Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ini Kata Dosen Teknik Sipil ITB soal Penyebab Ambruknya Selasar BEI

Selasar Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia BEI roboh

Selasar Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia BEI roboh. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Selasar Tower II gedung BEI ambruk pada pukul 11.56 WIB Senin (15/1/2018) tadi dan menelan sedikitnya 77 korban luka. Kebanyakan korban merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, yang sedang melakukan kunjungan.

Tower II dibangun pada 1997-1998 dan belum pernah direnovasi. Namun pemeriksaan bangunan diklaim dilakukan berkala setiap tahunnya. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada Mei 2017. Ada 20 penyewa (tenant) pada Tower II.

Bagaimana analisis dari ambruknya selasar di gedung tersebut?

Teknik Sipil ITB Prof.Ir. Iswandi Imran MA.Sc.,Ph.D mengatakan, untuk mengetahui pasti penyebab ambruknya selasar, harus dilakukan analisis lebih jauh. Analisis bisa dilakukan dalam kurun satu bulan ke depan.

“Paling sebulanlah. Materialnya diambil, dikumpulkan, dikaji secara mikroskopis. Ada luka lama apa nggak. Material (bangunan) juga sama kayak manusia, bisa mengalami luka lama. Lukanya itu tidak terjadi sekaligus, tapi bertahap,” kata Iswandi saat dihubungi, Senin (15/1/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Iswandi, yang di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB masuk Kelompok Keahlian Rekayasa Struktur, menjelaskan setiap bahan bangunan sudah seharusnya dirawat secara rutin. Apabila perawatan konsisten dilakukan, umur bangunan bisa lebih panjang.

“Dari video, dari foto-foto (BEI), kesannya runtuhnya tiba-tiba. Kalau tiba-tiba tanpa tanda-tanda, langsung bruk gitu. Kalau keberatan, menurut saya, nggak juga. Kalau ngeliat di video beban yang bekerja standar saja ya,” ujar lulusan University of Toronto, Kanada, itu.

“Beban itu mestinya sudah diperhitungkan dalam desain dalam perencanaan. Itu biasanya di area publik, bebannya sampai 500 kg/m2, artinya dalam 1 m2 bisa dalam 8 orang. Tadi kan kurang dari 8. Kecuali kalau ada kesalahan desain ya,” bebernya.

Baca juga: Before-After Selasar Gedung BEI yang Ambruk

Menurut Iswandi, analisis bisa dilakukan dengan melakukan forensik studi dan forensik analisis melalui pengumpulan fakta-fakta di lapangan.

“Tapi misal ada baut atau angkur yang lepas, entah patah atau apa. Itu yang harus dipelajari. Penyebabnya bisa perilaku yang degradasi pada sistem akibat umur, lingkungan, beban berulang. Atau apa pun,” jelas Iswandi.

Selain perawatan, hal yang harus diperhatikan adalah kemungkinan adanya fatigue (kelelahan) dari bangunan tersebut.

“Bisa juga karena fatigue (kelelahan). Karena beban berulang dan ekstrem. Kita juga kalau terus kerja lama-lama fatigue juga. Kalau kita ada obatnya, Fatigon. Harusnya dibatasi, tegangannya tidak berlebihan, sehingga umur fatigue-nya bisa panjang. Ini yang harus dikaji secara mendalam,” pungkasnya.

Selasar Tower II gedung BEI ambruk pada Senin (15/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Lebih dari 70 orang dilarikan ke rumah sakit.

Mayoritas korban merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma yang tengah melakukan study tour ke gedung BEI. Sejauh ini tak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Iklan
%d blogger menyukai ini: