//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Dosen Sipil UI: Ada Kegagalan di Koneksi Struktur Selasar BEI

Suasana balkon gedung BEI roboh

Suasana balkon gedung BEI roboh. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Selasar lantai 1 tower 2 Gedung BEI, Jakarta Selatan Ambruk pada Senin (15/1) siang. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 77 pegawai dan mahasiswa menjadi korban.

Dosen Teknik Sipil Universitas Indonesia, Josia Irwan Rastandi sempat turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi selasar yang ambruk tersebut. Ia menduga ada kesalahan pada struktur sambungan penggantung balkon yang menjadi salah satu faktor robohnya balkon tersebut.

“Kalau dilihat secara visual memang kegagalannya itu ada di sambungan penggantungnya itu,” kata Josia, Senin (15/1), dilansir anekainfounik.net dari Kumparan.com.

Dia mengatakan, salah satu hal yang mempengaruhi kokoh tidaknya suatu konstruksi bangunan adalah perawatan berkala yang dilakukan terhadap sebuah gedung. Namun, dalam kasus ini, Josia tak bisa memastikan apakah gedung tersebut sudah mendapat perawatan berkala yang semestinya atau tidak.

“Tapi saya juga enggak bisa kasih komentar gedung itu dilakukan perawatan berkala atau tidak. Itu saya tidak tahu,” ucap Josia.

“Dari pihak Puslabfor juga masih melakukan investigasi juga terkait hal ini,” lanjutnya.

Menurut Josia, sebaiknya perawatan gedung secara berkala dilakukan mulai lima hingga sepuluh tahun sekali.

“Pastinya berpengaruh, ya. Kaya orang kan harus dirawat juga ada maintenance-nya,” tuturnya.

Sejauh pengamatan yang ia lakukan, Josua tak menemukan adanya kesalahan dalam desain bangunan tersebut.

“Saya belum menemukan sesuatu yang salah ya artinya kita masih dalam tahap investigasi. Tapi indikasinya itu kegagalan di koneksi struktur penggantungnya,” beber Josia.

Meski demikian, Josia menyebut, struktur balkon yang roboh itu adalah struktur sekunder. Artinya, robohnya balkon ini sama sekali tidak mempengaruhi struktur utama dari Tower 2 BEI.

“Ya itu sebetulnya yang collapse itu struktur sekunder ya, di mana artinya itu kejadiannya berpengaruh lokal saja, enggak berpengaruh ke struktur utama. Tapi bukan berarti enggak penting ya,” ujar Josia.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan kejadian tersebut terasa aneh karena gedung BEI secara kasat mata masih sangat bagus.

“Kalau orang Barat biasa sebut freak accident, kejadian aneh, ‘nggak mungkin ah, tapi kejadian’. Kalau ini bangunan tua, ya iyalah. Tapi bangunan sebagus itu, ini menurut saya aneh tapi nyata,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

Setyo mengatakan kepolisian akan memeriksa blueprint gedung dan kontraktor. Ia menjelaskan dalam blueprint akan terlihat gedung BEI dibangun dengan kekuatan yang bisa bertahan berapa tahun.

Jika bagian gedung roboh lebih cepat daripada batasan usia yang ditentukan, wajar bila ada kemungkinan kecerobohan pemeliharaan gedung.

“Bangunan punya blueprint. Pasti ada kekuatannya untuk berapa tahun. Misalnya kekuatannya dibangun untuk 25 tahun. Nah ini belum sampai 25 tahun (sudah roboh), lah ini ada apa. Pertanyaannya seperti itu,” ujar Setyo.

“Gedung tinggi ada waktu tertentu dicek. Nggak mungkin nggak dicek. Memang ini mungkin lolos pengamatan. Freak accident tadi,” tandas dia.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: