//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Dianggap Mirip Pohon Natal, Pohon Cemara di Meulaboh Ditebang

Pohon Cemara ditebang di depan Masjid Agung Meulaboh

Pohon Cemara ditebang di depan Masjid Agung Meulaboh. (cakradunia.com)

Anekainfounik.net. Karena dianggap mirip pohon Natal, sekitar 10 pohon cemara pantai yang ditanam Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat di pinggiran jalan di depan pagar Komplek Masjid Agung Meulaboh habis ditebang pihak Badan Kemakmuran Masjid (BKM) masjid.

Ketua BKM Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Anwar, mengatakan alasan pohon cemara tersebut ditebang karena menutupi perkarangan dan tidak terlihat masjid agung ke jalan raya.

Selain itu, sebut Anwar, pohon tersebut mirip dengan pohon natal, serta tidak terawat dengan baik sehingga membuat kondisi di area masjid menjadi kotor.

“Pohon itu tumbuh begitu saja tanpa ada perawatan, air dari daun cemara yang menetes kepagar melahirkan lumut dan pagar berkaratan lalu rusak,” ujar Anwar, Selasa (16/1), dilansir anekainfounik.net dari cakradunia.com.

Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Barat Azhar mengatakan, alangkah sayangnya pohon – pohon tersebut ditebang begitu saja atas alasan yang tak masuk akal.

“Selama ada pohon tersebut, pedagang buah-buahan di sepanjang jalan depan masjid dapat berteduh dari teriknya matahari sambil mencari rezeki, juga banyak tamu luar daerah yang memarkirkan kendaraan untuk menunaikan sholat di masjid, karena area tersebut sejuk dan terlindungi dari panasnya matahari,” urai Azhar prihatin.

Azhar juga heran dengan alasan mirip pohon natal dan itu merupakan alasan yang sulit diterima. “Kalau begitu kenapa tidak ditebang semua pohon cemara yang ada di Aceh Barat. Berapa banyak biaya perawatan selama ini dianggar, kan terbuang percuma begitu saja,”tutupnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat Adi Yunanda, SE saat ketika dihubungi di kantornya, Selasa ( 16/1) mengatakan, jika alasan penebangan pohon tersebut karena tidak ada perawatan itu tidak benar.

“Selama ini, pohon dalam Kota Meulaboh semua ada pemeliharaannya. Kita disediakan dana pemangkasan Rp 7 juta per tahun dan biaya perawatan termasuk pupuk disediakan dana hingga Rp 15 juta per tahun,”sebut Adi Yunanda.

Adi juga menyayangkan penebangan pohon cemara didepan komplek Masjid Agung Kota Meulaboh tanpa koordinasi dengan dinas yang dipimpinnya.

“Pohon cemara itu diluar perkarangan madjid, seharusnya ketua BKM masjid berkomunikasi dengan kami supaya bisa dicarikan solusinya. Untuk membiayai penanaman pohon cemara, Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat mengeluarkan biaya besar, lalu ditebang begitu saja oleh BKM masjid,”ungkapnya heran.

Dinas Lingkungan Hidup rencana hendak memangkas pohon yang telah menjulang tinggi. Namun, pihak BKM masjid telah menebang lebih awal pada 7 Januari lalu.

“Mudah-mudahan ke depan antara BKM masjid dengan DLH Aceh Barat dapat terjalin komunikasi yang baik demi untuk menciptakan keindahan lingkungan Kota Meulaboh,” tutupnya.

Iklan

Diskusi

Satu respons untuk “Dianggap Mirip Pohon Natal, Pohon Cemara di Meulaboh Ditebang

  1. Manusia gila dan berotak onta!!! Pemerintah seharusnya menghukum org/organisasi yg melanggar hukum, menebang pohon milik negara tanpa ijin

    Posted by Ahmad | Januari 18, 2018, 2:16 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: