//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Rusunawa Ahok Jauh Lebih Masuk Akal dari Rusunami DP Rp 0 Anies

Anies meresmikan groundbreaking rusunami DP 0 Rupiah

Anies meresmikan groundbreaking rusunami DP 0 Rupiah. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rumah DP (down payment) 0 rupiah di kawasan Klapa Village, Jalan H. Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kawasan ini terletak di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa.

Acara ini menjadi pertanda dimulainya program yang telah menjadi janji Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno sejak masa kampanye Pilkada 2017 lalu.

Pada tahap awal, akan dibangun 703 unit hunian yang terdiri dari 513 unit tipe 36 dan 190 unit tipe 21. Harga per unitnya untuk yang tipe 36 adalah Rp 320 juta, tipe 21 harganya Rp 185 juta. Rusun ini terdiri dari 2 tower. Pembangunan satu tower ini akan dilakukan paling lama 1,5 tahun.

Anies menyebut rusunami ini ditujukann untuk warga yang memiliki KTP DKI dan harus berpenghasilan di bawah Rp 7 juta serta minimal memiliki gaji sesuai upah minimum provinsi (UMP DKI).

Namun, skema pembiayaannya belum ditentukan. Pemprov DKI menunggu badan layanan umum daerah (BLUD) terbentuk pada April mendatang untuk merumuskannya. Tapi, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengisyaratkan skema pembiayakan disinergikan dengan program pemerintah pusat yang sudah ada yakni program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2015.

Dalam skema FLPP, ada dua fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat berpenghasilan rendah. Pertama, bantuan DP KPR mulai dari 1% hingga 5%. Kedua, subsidi bunga KPR menjadi hanya 5%, tetap selama periode cicilan.

Lalu bagaimana soal cicilannya?

Berdasarkan simulasi cicilan rumah tersebut dengan menggunakan perhitungan KPR FLPP di situs Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

Dengan asumsi tenor paling lama yakni 15 tahun dan bunga sebesar 5%, rumah seharga Rp 185 juta bisa dicicil sekitar Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 1.462.968.

Sedangkan simulasi cicilan untuk rumah seharga Rp 320 juta, bisa dicicil seharga Rp 2,5 jutaan (Rp 2.530.539). Hal itu berdasarkan asumsi tenor selama 15 tahun dan bunga 5%.

Jadi jika warga ingin memiliki rusunami tipe 36, selain memenuhi syarat di atas, warga harus membayar cicilan sekitar Rp 2,5 juta per bulan. Ini belum termasuk biaya pemeliharaan dan kebersihan rusun yang harus dikeluarkan penghuni tiap bulannya. Jadi dengan penghasilan sebesar Rp 7 juta sebulan, setidaknya pemilik rusunami harus menyisihkan penghasilannya minimal Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta sebulan dengan catatan biaya kebersihan dan pemeliharaan disubsidi.

Perlu diingat, pemilik rusunami memiliki Hak Guna Bangunan (HGB) selama 30 tahun. Berdasarkan UU 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, HGB bisa diperpanjang dengan jangka waktu maksimal 20 tahun.

Setelah jangka waktu habis, dan masa perpanjangan habis, pemilik masih bisa mengajukan perpanjangan kembali sebagaimana diatur dalam PP 40/1996 tentang Hak Guna Bangunan.

Untuk perhitungannya, jika luas unit apartemen adalah 40 meter persegi berdiri di atas tanah apartemen seluas 5 hektar (50.000 meter persegi), maka HGB yang menjadi tanggungannya hanya 0,08%.

Rusunawa Ahok lebih manusiawi

Lantas apa bedanya dengan program rumah ini dengan programnya gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Saat masih menjabat, Ahok membagi program penyediaan hunian menjadi 4 segmen. Salah satu yang menjadi fokusnya adalah warga DKI yang direlokasi dan mereka yang penghasilannya sangat minim sekitar Rp 3 juta/bulan.

Bagi kelompok masyarakat di segmen ini disediakan rumah susun dengan spesifikasi unit seluas 36 meter persegi.

Ahok telah menghitung bahwa untuk membangun 1 unit rumah susun itu bisa seharga Rp 200 juta-250 juta. Namun Ahok tak akan menjualnya melainkan menyewakannya alias dengan skema Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa). Walaupun disewakan dan tak bisa diperjualbelikan, rusunami bisa diwariskan kepada anak-cucu.

Meski berjudul sewa, sebenarnya masyarakat yang menghuni rusun hanya akan dibebankan biaya sebesar Rp 5 ribu- Rp 15 ribu/hari saja atau rata-rata Rp 300.000 per bulan. Biaya itu sebenarnya untuk biaya pemeliharaan dan kebersihan. Itu pun sudah disubsidi oleh pihak Pemprov DKI.

Pada Selasa (24/2/2015), Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta Ika Lestari Aji, menyebut, perkiraan subsidi yang diberikan Pemprov DKI adalah 80 persen dari biaya total biaya yang dibutuhkan untuk setiap unit rusunawa, dilansir dari CNN Indonesia.

Selain itu, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah yang berkisar Rp 3 juta ke bawah, penghuni rusun akan diberikan fasilitas penunjang dari mulai transportasi TransJakarta gratis hingga layanan kesehatan serta beasiswa pendidikan anak hingga bangku kuliah.

Seperti contoh, Rusunawa Tambora terdiri dari tiga tower yang masig-masing terdiri dari 16 lantai. Untuk memudahkan penghuni, di setiap tower dilengkapi dengan lift. Selain itu juga disediakan parkir kendaraan, klinik kesehatan, serta kompleks pertokoan di lantai dua.

Dengan cara ini, gaji atau upah penghuni rusun bisa dihemat sangat besar, sehingga nantinya mereka bisa membeli rumah yang lebih layak dengan kemampuannya sendiri.

Dari jabaran di atas, program perumahan Ahok lebih manusiawi dan tak memberatkan dibandingkan yang ditawarkan Anies-Sandi. Ahok mengerti bahwa warga berpenghasilan rendah yang menjadi prioritas mendapatkan rusunawa tentu saja pasti akan mengalami kesulitan untuk menyisihkan penghasilannya untuk membayar cicilan.

Walaupun demikian, tetap saja ada penghuni rusunawa yang tak mampu membayar biaya sewa Rp 300.000 per bulan. Bisa dibayangkan bagaimana pemilik rusunami tipe 36 Anies-Sandi akan menyisihkan penghasilannya yang diperkirakan sekitar Rp 2,8 juta per bulan, jika diasumsikan biaya pemeliharaan/kebersihan Rp 300.000 per bulan.

Lebih masuk akal mana, Rusunami Anies atau Rusunawa Ahok?

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: