//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Di Tangan Anies, Trotoar Jatinegara Kembali Dikuasai PKL dan Parkir Liar

Jatinegara macet karena PKL dan parkir liar

Jatinegara macet karena PKL dan parkir liar. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Kebijakan Gubernur DKI Jakarta untuk menutup ruas jalan di Tanah Abang demi pedagang kaki lima (PKL) berjualan menimbulkan efek negatif. Kebijakan ini bisa memicu PKL di lokasi lain untuk berjualan dengan menutup sebagian jalan.

Salah satunya yang terdampak negatif adalah kawasan Jatinegara, Jakarta Timur yang kembali dipenuhi PKL dan parkir liar. Tak hanya membuat kumuh, PKL dan parkir liar juga menyebabkan lalu lintas semrawut.

Dilansir anekainfounik.net dari Detikcom, mobil dan motor terlihat parkir di bahu jalan di kawasan Jatinegara pada Senin (22/1/2018). Trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki ini, justru dimanfaatkan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL).

PKL menguasai kawasan Jatinegara

PKL menguasai kawasan Jatinegara. (Detikcom)

Tentunya hal ini sangat disayangkan mengingat pengerjaan trotoar oleh Dinas Bina Marga memakan biaya yang cukup besar. Para PKL tetap saja merasa mendapat izin untuk menggelar dagangan di trotoar yang baru selesai dibangun ini. Yang membuat miris, mereka tak takut meski sudah ada petugas Satpol PP yang berjaga disana. Mulai dari makanan hingga pakaian digelar oleh PKL di atas trotoar.

Para PKL tersebut tentunya sangat mengganggu kenyamanan pejalan kaki yang melintas di kawasan Jatinegara tersebut.

PKL bebas berjualan walau dilarang Satpol PP

PKL bebas berjualan walau dilarang Satpol PP. (Dedtikcom)

Padahal, di era gubernur sebelumnya, trotoar terlihat suasananya nyaman. Trotoar tampak lebih lebar dan cantik yang membuat betah para pejalan kaki melintas.

Suasana trotoar yang bersih dan nyaman di era Ahok

Suasana trotoar yang bersih dan nyaman di era Ahok. (Detikcom)

Tak hanya bersih, trotoar juga dilengkapi jalur khusus penyandang disabilitas.

Trotoar tampak lebih lebar dan cantik yang membuat betah para pejalan kaki melintas

Trotoar tampak lebih lebar dan cantik yang membuat betah para pejalan kaki melintas. (Detikcom)

Tapi kini, kondisinya berubah sejak pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar memenuhi lokasi. Anies sendiri menyatakan kebijakannya ini merupakan salah bentuk keberpihakan untuk warga mendapatkan kesempatan hidup, kesempatan untuk merasakan peredaran kegiatan ekonomi, seperti penutupan jalan di Tanah Abang.

“Kami akan jelas berpihak pada mereka yang juga ingin mendapatkan kesempatan hidup, kesempatan untuk merasakan peredaran kegiatan ekonomi di wilayah Tanah Abang, jadi kami akan tata semuanya. Kita akan lakukan review dan kita akan pastikan bahwa penataan ini memberikan manfaat bagi semuanya,” kata Anies ditemui di Jagakarsa, Sabtu (23/12/2017), dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Anies tak peduli walaupun lebih banyak warga terganggu akan macetnya kawasan ini. Ia juga tak peduli ada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang melarang fungsi trotoar diselewengkan dengan cara apapun, termasuk dimiliki secara pribadi dengan alasan trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki. Alhasi, tatanan keteraturan yang sudah ditata gubernur sebelumnya akan rusak karena kebijakan politis yang dianggapnya bentuk keberpihakan.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: