Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ketahuan Anggarkan Lift Rp 750 Juta untuk Rumdin Anies, Sekda: Salah Input!

Suasana rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Menteng

Suasana rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Menteng. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Setelah meminta keramik kamar mandi rumah (rumdin) dinas Gubernur DKI Jakarta diganti karena tak suka dengan warnanya, Anies Baswedan meminta rumdin tersebut direnovasi. Pemprov DKI pun menganggarkan Rp 2,43 miliar untuk renovasi di APBD 2018. Ada pula anggaran Rp 750 juta untuk lift yang tercantum di situs LKPP.

Anggaran Rp 750 juta itu tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) di situs Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Di SIRUP, ada paket ‘Pengadaan elevator Rumah Dinas Gubernur’ dengan pagu Rp 750.200.000 di Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Metode pemilihan penyediaannya adalah Lelang Umum dan sumber dana APBD.

Ketika dilihat di situs APBD DKI Jakarta, ada anggaran sebesar Rp 2,43 miliar untuk Rehabilitasi/renovasi gedung/Rumah Dinas Gubernur di Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Namun, di rinciannya, tak ada anggaran untuk lift di rumah dinas.

Lalu siapa yang mengusulkan anggaran tersebut?

Sekda DKI Saefullah pun menjelaskan asal-muasal adanya usul pengadaan lift tersebut.

“Tahun 2017 rencana rehab rumah dimas gubernur itu ada, angkanya Rp 2,8 miliar, itu tahun 2017. Tapi waktu itu ada fungsi tupoksi dari dinas yang masih tarik-tarikan sehingga tidak dilaksanakan,” katanya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018), dilansir anekainfounik.net dari detikcom.

Lebih lanjut Saefullah menyebutkan bahwa pengerjaan lift rumah dinas gubernur berada di bawah Dinas Cipta Karya. Dia membenarkan bahwa anggarannya Rp 2,4 miliar untuk rumah dinas gubernur dan Rp 750 juta untuk rumah dinas wakil gubernur. Namun Saefullah menegaskan hal itu terjadi hanya kesalahan input.

“Ketika memasukkan item-nya apa yang mau dikerjakan itu mau direhab belum terkonfirmasi sama Pak Gubernur, apalagi ke saya juga tidak terkonfirmasi, termasuk ke Bu Tuti juga kapan itu masuk,” jelasnya.

“Ternyata itu jadi wewenang dari kepala dinas, mau rehab semua tergantung kepala dinas,” lanjut Saefullah.

Lalu untuk apa fungsi lift tersebut dipasang, padahal rumdin tersebut hanyalah 2 lantai?

Kabid Gedung Pemerintah Daerah Dinas Cipta Karya, Pandita mengungkapkan alasannya. Pandita mengatakan rumah dinas Anies kerap dipakai untuk kunjungan sejumlah tamu, di antaranya penyandang disabilitas.

“Bangunan tersebut dapat digunakan untuk kunjungan, di antara pengunjung pasti ada penyandang difabel,” kata Pandita saat dimintai konfirmasi lewat pesan elektronik, Rabu.

Usulan anggaran lift itu diajukan tahun 2018. Dia menegaskan bahwa renovasi rumah dinas itu belum dimulai dan pengadaan lift ini baru usulan.

“Belum mulai rehabnya, sekarang sedang dibahas Pak Sekda (Sekda DKI Saefullah),” ujar Pandita.

“Masih usulan, bisa dilaksanakan atau tidak,” tambahnya.

Lalu bagaimana tanggapan Anies?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim sama sekali tidak tahu dan baru mengetahui hal tersebut hari ini dari pemberitaan di media.

“Iya (baru tahu hari ini) dari berita,” kata Anies dengan nada terkejut di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).

Anies merasa bersyukur anggaran yang dinilai seharusnya tidak diperlukan akhirnya ditemukan. Dia merasa tidak membutuhkan renovasi di rumah dinasnya, termasuk pengadaan lift.

“Untung ketemu, kita jadi tahu jadi. Kemudian saya bilang ke Pak Sekda, ‘Pak Sekda ini apa?’ Dan dia bilang, ‘Ini udah kedua kalinya Pak, tahun lalu juga pernah kejadian seperti ini.’ Setahu saya tidak ada renovasi besar sama sekali, nggak ada diperuntukkan itu,” ucap Anies.

Anies juga sudah memerintahkan Sekda DKI Saefullah mengecek siapa yang memasukkan anggaran tersebut. Dia juga meminta anggaran renovasi untuk rumah dinas dicoret.

“Itu saya bilang siapa itu yang masukin cek itu ada apa. Pak Sekda bilang tahun lalu mau ada renovasi besar mengganti marmer, jadi udahlah jangan coba-coba masukin anggaran,” ucap Anies.

Menurut Anies, dari temuan itu, tidak ada renovasi rumah dinas secara menyeluruh. Anggaran tersebut, menurutnya, sempat tercantum tapi tidak dilaksanakan.

“Tidak ada. Kita tidak butuh renovasi sama sekali,” tegasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Iklan
%d blogger menyukai ini: