//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Perawat Cabul Meremas Payudara Karena Terangsang Melihat Korban

Junaidi alias Zunaidi Abdillah

Junaidi alias Zunaidi Abdillah. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Junaidi alias Zunaidi Abdillah (30), oknum perawat National Hospital mengakui perbuatan pelecehan seksual (pencabulan) dengan meremas payudara korban terhadap W, pasien perempuan usai menjalani operasi. Di hadapan polisi, tersangka melakukan cabul karena terangsang melihat korban saat ia sedang melakukan tugasnya sebagai asisten dokter anastesi.

“Ketika membawa korban ke ruang recorvery. Ketika sedang mencabut peralatan elektroda, pelaku terangsang dan akhirnya melakukan perbuatan itu,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan saat jumpa pers bersama Kasat Reskrim AKBP Sudamiran, Kasubag Humas Kompol Lily Djafar di Gedung Command Center Polrestabes Surabaya, Sabtu (27/1/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Tersangka Junaidi ini mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya. Saat ditanya sudah berapa kali melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap pasien, tersangka mengaku baru dilakukan sekali.

“Sudah berapa kali,” tanya kapolrestabes ke tersangka.

“Baru sekali ini,” jawab tersangka.

Kapolrestabes mengimbau kepada seluruh rumah sakit, untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien atau konsumen. Selain itu melakukan pengawasan ketat, agar tidak terulang kejadian seperti di rumah sakit kawasan Surabaya barat ini.

“Yang perlu dicegah adalah, ketika pasien pasca operasi harus ditemani pihak keluarga. jangan dibiarkan yang berlawan jenis dibiarkan begitu saja. Itu yang harus dicegah,” imbuhnya.

“Saat tersangka mengambil elektroda atau red dot yang menempel di tubuh korban itulah, perbuatan itu dilakukan. Dia mengaku merasa terangsang,” tambah Kombes Pol Rudi.

Di hadapan polisi dan wartawan, tersangka menangis dan menyampaikan permohonan maafnya.

“Pak, saya boleh menyampaikan permohonan maaf,” tanya Junaidi kepada Kapolrestabes Surabaya kombes Pol Rudi Setiawan saat jumpa pers.

“Oh ya, silahkan,” jawab Kombes Pol Rudi.

Berikut permohonan maaf yang disampaikan tersangka di hadapan wartawan.

“Mohon maaf kepada, terutama Bu Widya (korban) dan masyarakat semuanya, khususnya teman-teman perawat seluruh Indonesia,” tuturnya.

Tersangka melanjutkan lagi pernyataan permohonan maafnya dan sempat menahan tangis di balik wajahnya yang tertutupi topeng.

“Saya juga (menangis) mohon maaf kepada istri saya, keluarga saya terutama ibu saya. Saya minta maaf, saya menyesal sekali,” jelasnya.

Melihat tersangka yang memiliki istri dan keluarga tinggal di Turen, Kabupaten Malang, menangis, kapolrestabes menyudahi rilis perkara tersebut.

“Sudah ya,” pungkas Rudi.

Dilansir DetikHealth, menurut psikolog Ratih Zulhaqqi, M.Psi, latar belakang pelaku melakukan tindakan tercela itu adalah karena kebutuhan seksual yang tidak tersalurkan.

“Udah gitu secara fisik ceweknya cantik kan. Mungkin dia tertarik,” ungkapnya.

Ditambahkan Ratih, jika sudah begitu, yang kemudian harus dipertanyakan adalah situasi saat kejadian, antara pelaku tak bisa mengendalikan hasrat seksualnya atau yang bersangkutan memang suka tantangan.

“Itu juga tantangan lho. Mungkin harus dicek lagi dia punya gangguan kepribadian apa nggak,” lanjutnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: